Gejolak Dunia Menguat, Sistem Ekonomi Rakyat Diklaim Bisa Hadapi Kondisi Serba Tidak Pasti
willy Widianto April 09, 2026 08:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Saat meningkatnya ketidakpastian geopolitik global yang turut memengaruhi stabilitas ekonomi dunia, termasuk fluktuasi harga energi dan potensi gangguan rantai pasok internasional, Dewan Ekonomi Rakyat (Dernomics) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat ketahanan ekonomi nasional. 

Baca juga: Menkeu Purbaya Tampil Perdana Beberkan Kondisi APBN Agustus 2025: Kita Perlu Waspada Kondisi Global

Ajakan ini disampaikan sebagai respons atas dinamika global yang dinilai berpotensi berdampak pada perekonomian domestik, sehingga diperlukan upaya kolektif untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong kemandirian ekonomi berbasis kekuatan rakyat.

Ketua Umum Dewan Ekonomi Rakyat, Edi Wahyudi, menilai kondisi global saat ini perlu disikapi dengan kewaspadaan. Ia menyebut ketegangan geopolitik yang melibatkan sejumlah negara berpotensi mendorong kenaikan harga energi serta memengaruhi jalur distribusi logistik internasional.

Menurutnya, dalam menghadapi situasi tersebut, semangat gotong royong dan persatuan menjadi kunci penting dalam menjaga daya tahan ekonomi nasional.

“Harapan kita adalah bagaimana semua pemangku kepentingan bisa bergerak bersama. Kita kembalikan semangat gotong royong dan persatuan untuk membangun ekonomi nasional,” ujarnya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2026).

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Dewan Ekonomi Rakyat memperkenalkan konsep DERNOMICS, yakni sistem ekonomi rakyat yang mengintegrasikan peran negara dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat sekaligus pemerataan kesejahteraan.

Edi menjelaskan, konsep ini dirancang untuk menjawab tantangan ekonomi ke depan dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses pembangunan ekonomi. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan pertumbuhan ekonomi tidak hanya berfokus pada angka, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan.

Untuk mendukung implementasinya, Dewan Ekonomi Rakyat juga mendorong pembentukan BUMDER (Badan Usaha Milik Dewan Ekonomi Rakyat) yang berbadan hukum koperasi rakyat modern sebagai instrumen penggerak ekonomi di tingkat akar rumput.

Baca juga: IHSG dan Rupiah Mulai Menguat, Menkeu Purbaya: Ketidakpastian Global Berkurang  

Selain itu, Edi turut menyinggung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia berharap program tersebut dapat dijalankan secara lebih terarah dengan melibatkan pelaku usaha lokal, serta memprioritaskan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Kita dorong agar program ini tepat sasaran dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan, termasuk di daerah-daerah yang masih memerlukan perhatian lebih,” katanya.

Menurutnya, pelibatan pelaku usaha dari masyarakat juga dapat memberikan dampak ganda, tidak hanya dari sisi pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga dalam menggerakkan ekonomi lokal.

Dengan berbagai langkah tersebut, Dewan Ekonomi Rakyat berharap ketahanan ekonomi nasional dapat terus terjaga di tengah dinamika global, sekaligus membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.