TRIBUNJOGJA.COM - Rabu (9/4/2026) siang, Balai Kota Yogyakarta kedatangan tamu istimewa. Adalah Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, berkesempatan berkunjung ke Balai Kota Yogyakarta.
Hasto Kristiyanto berkunjung didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto.
Kedatangannya disambut Wali Kota Hasto Wardoyo dan Wakil Wali Kota Wawan Harmawan.
Hasto Kristiyanto, Eko Suwanto, Hasto Wardoyo, Wawan Harmawan pun berdiskusi di ruang kerja Wali Kota membahas banyak hal, utamanya terkait kemajuan pembangunan Kota Yogyakarta.
Usai pertemuan dilanjutkan makan siang bersama awak media di Kantin Balaikota dengan menu istimewa yakni lbrongkos serta variasi lauk tradisional ala Yogyakarta.
Dalam kesempatan itu, Hasto Kristiyanto, memberikan apresiasi atas capaian pembangunan satu tahun kepemimpinan Hasto Wardoyo dan Wawan Harmawan di Kota Yogyakarta.
Selain penanganan stunting, bedah rumah, normalisasi sungai, prestasi peningkatan PAD menembus angka Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1 triliun untuk pertama kalinya dinilai sebagai bukti keberhasilan kepemimpinan kader "Banteng" yang inovatif dan berpihak pada rakyat.
Seperti diketahui pasangan Hasto dan Wawan diusung PDI Perjuangan pada Pilkada lalu. Keduanya juga merupakan lader PDI Perjuangan.
Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa kinerja Pemerintah Kota Yogyakarta saat ini berjalan selaras dengan garis instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan, Prof. Dr. (H.C) Megawati Soekarnoputri.
Instruksi tersebut menekankan pentingnya langkah rekonsolidasi fiskal di tingkat daerah guna menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
"Menyikapi dinamika geopolitik pasca-serangan di Timur Tengah beberapa waktu lalu, Ibu Megawati langsung mengeluarkan instruksi khusus. Kader di daerah diminta kreatif mengelola anggaran agar tetap tangguh di tengah kebijakan pemotongan transfer dana pusat ke daerah yang berdampak serius bagi banyak wilayah," ujar Hasto, di Balaikota Yogyakarta, Kamis (9/4/2026).
Selain capaian PAD Rp1 triliun yang menjadi tonggak sejarah baru bagi Kota Pelajar, PDI Perjuangan mencatat, di bawah kendali Hasto Wardoyo, Kota Yogyakarta berhasil melakukan lompatan besar melalui program-program unggulannya.
Seperti program bedah rumah dan proyek infrastruktur padat karya yang menyerap tenaga kerja lokal secara masif, hingga mendorong transformasi rakyat kecil menjadi kekuatan produktif yang mandiri sesuai prinsip berdikari.
"Capaian di Yogyakarta ini serupa dengan napas kepemimpinan di Jakarta di bawah Pramono Anung dan Rano Karno. Mereka mampu meningkatkan kemandirian fiskal daerah lewat cara-cara kreatif yang tetap mengedepankan sisi kemanusiaan dan kesejahteraan warga," tambah Hasto Kristiyanto.
Sementara, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, yang juga menjabat Ketua Komisi A DPRD DIY, menyebut, pihaknya turut memperjuangkan alokasi anggaran Rp120 juta per kelurahan/kalurahan di seluruh DIY pada tahun 2026.
Eko Suwanto menjelaskan, khusus di Kota Yogyakarta, anggaran tersebut difokuskan untuk percepatan penanganan masalah stunting.
"Anggaran Rp120 juta per Kelurahan di seluruh DIY ini merupakan komitmen dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY untuk menangani permasalahan stunting dan peningkatan kualitas hidup masyarakat," tegasnya.
Dijelaskan, total ada anggqran Rp 5.4 miliar yang dialokasikan untuk mempercepat penyelesaian masalah stunting di Kota Yogyakarta.
Eko Suwanto menyebutkan, sasaran penerima manfaat merupakan balita dan ibu hamil, melalui bantuan tambahan gizi agar potensi stunting bisa ditekan semaksimal mungkin.
"Pada prinsipnya PDI Perjuangan punya komitmen yang kuat untuk melahirkan keluarga yang bahagia. Keluarga yang bahagia itu adalah keluarga yang anak, istri, suami, bapak dan seterusnya itu sehat walafiat, kemudian hidup dalam lingkungan yang baik," ucap Eko Suwanto. (*)