Bantah Isu Begal di Simpang Manis Desa Gunawan, Kades Tegaskan Cari Penyebar Teror
Cornel Dimas Satrio April 09, 2026 10:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Kepala Desa Gunawan, Jones, angkat bicara untuk meredam keresahan warga terkait isu dugaan aksi begal yang viral di media sosial.

Isu yang menyebutkan adanya aksi kejahatan di wilayah Simpang Manis, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara (Kaltara) tersebut ditegaskan sebagai informasi yang tidak berdasar.

Jones memastikan hingga saat ini, tidak pernah ada laporan maupun kejadian nyata terkait pembegalan di wilayah administrasinya.

Ia mengaku heran dan terkejut karena informasi tersebut justru pertama kali ia terima dari laporan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tana Tidung, bukan dari kejadian nyata di lapangan.

Geram dengan isu yang mencoreng nama baik desanya, Jones meminta agar sumber informasi atau oknum yang menyebarkan kabar teror tersebut segera ditelusuri.

USUT ISU BEGAL - Satpol PP saat meninjau ke Simpang Manis, Desa Gunawan, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kaltara, Rabu (8/4/2026). Ini dilakukan untuk usut isu begal yang sempat beredar di lokasi tersebut.
USUT ISU BEGAL - Satpol PP saat meninjau ke Simpang Manis, Desa Gunawan, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kaltara, Rabu (8/4/2026). Ini dilakukan untuk usut isu begal yang sempat beredar di lokasi tersebut. (TribunKaltara.com/Rismayanti)

Baca juga: Turun Langsung ke Desa Gunawan, Satpol PP Tana Tidung Sebut Aksi Begal di Simpang Manis Hoaks

"Isu pembegalan ini dari siapa, apakah warga saya atau orang dari luar. Kalau memang itu warga saya, bisa dicari saja pak, cari sampai dapat saya minta itu," ujar Jones tegas kepada TribunKaltara.com, Kamis (9/4/2026).

Jones menambahkan, selama ini wilayah Simpang Manis dikenal kondusif. Meski sempat mendengar selentingan isu serupa di tempat lain, baru kali ini wilayahnya dikaitkan dengan aksi pembegalan yang memicu kepanikan.

"Memang pernah saya dengar, tapi kalau di Simpang Manis ini baru pertama kalinya, jadi agak kaget juga kita," katanya.

Persoalan Miras dan Aksi Pemalakan

Meskipun membantah adanya begal, Jones tidak menutup mata terhadap masalah sosial yang ada.

Ia mengakui bahwa konsumsi minuman keras (miras) di kalangan oknum pemuda masih menjadi tantangan besar yang kerap memicu tindakan tak terkendali seperti pemalakan pada malam hari.

"Ada beberapa masyarakat kami, sudah kami nasihati, tapi kalau orang mabuk itu susah dikasih tahu, karena kalau sudah mabuk mereka tidak sadar berbuat apa," jelas Jones.

Kondisi inilah yang diduga sering disalahpahami masyarakat sebagai aksi kriminal berat.

Demi menjaga keamanan dan reputasi desa, Jones berharap Satpol PP Tana Tidung segera turun tangan melakukan penertiban terhadap peredaran miras sesuai peraturan daerah yang berlaku.

"Karena mereka yang berbuat, yang namanya jelek itu desa juga, bukan mereka sendiri. Ini kita lakukan demi kebaikan bersama," pungkasnya.

(*)

Penulis : Rismayanti

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.