BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU- Kenaikan harga berbagai merek minyak goreng, termasuk Minyakita, mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat.
Pelaku UMKM hingga ibu rumah tangga mengeluhkan beban pengeluaran yang semakin berat di tengah naiknya kebutuhan pokok lainnya.
Saat reporter Banjarmasin Post menyapa, Kamis (9/4/2026), di dapur warungnya yang sederhana, kalimat pertama yang diucapkan Anjani, seorang pedagang gorengan di Transat Palam, Banjarbaru menyatakan, kenaikan minyak goreng menambah beban pedagang kecil.
"Ini tidak sekadar angka. Saya harus memutar otak untuk bertahan menjalankan usaha kalau berbagai bahan naik semua," lirihnya, sesekali menyelap keringat didahinya dengan tisu.
Dewi, harus menghadapi kenyataan harga minyak goreng yang terus merangkak naik. Padahal setiap hari, ia membutuhkan sekitar dua liter minyak goreng untuk berjualan. Namun kini, terasa berat dipenuhi.
Baca juga: Tiket Tujuan Banjarmasin Sulit Didapat, Pihak Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru Buka Suara
Baca juga: Mahasiswi UIN Antasari Korban Kecelakaan di Banjarbaru Akan Ketemu Sang Ayah, Sempat Minta Ini
“Modal jadi membengkak. Belum lagi tempe, tahu dan lain naik, sekarang minyak goreng sudah naik. Saya bingung harus bagaimana,” ujar Dewi, dengan wajah yang sedih.
Meski demikian, ia tetap bertahan. Baginya, berhenti berjualan bukan pilihan. Dari hasil gorengan itulah ia bersama suami menghidupi keluarganya.
Mama Kania, ibu rumah tangga, mengaku, juga merasakan dampaknya, ia tidak bisa lepas dari minyak goreng untuk memasak sehari-hari.
“Setiap hari pasti pakai minyak goreng. Mau tidak mau harus beli. Tapi sekarang pengeluaran makin terasa berat,” katanya lirih.
Ia berharap ada perhatian dari pemerintah daerah untuk membantu masyarakat kecil yang terdampak.
“Kalau bisa ada pasar murah atau solusi lain. Supaya kami tidak terlalu terbebani,” harapnya.
Kasi Aji, pemilik Toko Lestari, pedagang Sembako di Pasar Bauntung Banjarbaru, mengaku, harga minyak goreng memang sudah mengalami kenaikan.
Minyak Kita 1 liter sekarang Rp18 ribu, sebelumnya Rp15 ribu. Ukuran 2 liter naik dari Rp35 ribu jadi Rp37 ribu.
Merek lain juga ikut naik, diantaranya merek Sanco, informasi dari agen modal sudah Rp44.500/2 liter, padahal dieceran sebelumnya jual Rp44.000.
"Mau tidak mau kami harus menyesuaikan harga jual ke pelanggan,” ujarnya.
Kasi Aji mengungkapkan, kenaikan harga minyak goreng berdampak langsung pada penurunan daya beli masyarakat.
"Saya perkirakan penjualan minyak goreng di toko saya menurun hingga 50 persen," pungkasnya.
(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)