Harga Emas Dunia Stabil di Tengah Ketegangan Timur Tengah, Pasar Menanti Sinyal The Fed
Amirullah April 09, 2026 06:23 PM

Harga Emas Dunia Stabil di Tengah Ketegangan Timur Tengah, Pasar Menanti Sinyal The Fed

SERAMBINEWS.COM- Harga emas global terpantau bergerak stabil pada perdagangan Kamis (9/4/2026), di tengah sikap hati-hati investor yang terus memantau perkembangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran serta menanti rilis data inflasi penting dari AS.

Dikutip dari Reuters, harga emas spot tercatat hampir tidak berubah di level 4.715,45 dolar AS per ons pada pukul 07.16 GMT.

Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni justru turun sekitar 0,8 persen menjadi 4.739,40 dolar AS per ons.

Direktur Pelaksana GoldSilver Central, Brian Lan, menyebut pergerakan emas saat ini cenderung terbatas karena pasar masih dipenuhi spekulasi terkait masa depan gencatan senjata.

Baca juga: Harga Emas di Abdya Anjlok Lagi, Segini Pasaran Per 9 April 2026

Ia memperkirakan harga emas akan bergerak dalam kisaran 4.607 hingga 4.860 dolar AS dalam waktu dekat.

Ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pasar.

Presiden AS Donald Trump menegaskan akan tetap mempertahankan kehadiran militer di Timur Tengah hingga tercapai kesepakatan damai permanen dengan Iran.

 Ia juga memperingatkan potensi eskalasi konflik jika kesepakatan tidak dipatuhi.

Di sisi lain, ketegangan di kawasan belum sepenuhnya mereda.

Baca juga: Harga Emas di Banda Aceh Anjlok Hari Ini Usai Naik Tinggi, 9 April 2026 Dijual Turun Segini PerMayam

 Serangan Israel ke Lebanon yang terjadi pada Rabu dilaporkan menewaskan ratusan orang dan memicu ancaman balasan dari Iran.

Kondisi ini turut mendorong kenaikan harga minyak, seiring kekhawatiran terganggunya pasokan energi dari Timur Tengah.

Meski emas dikenal sebagai aset safe haven, harganya justru telah turun lebih dari 10 persen sejak konflik pecah pada 28 Februari lalu.

Kenaikan harga energi memicu kekhawatiran inflasi, yang pada gilirannya membuat pelaku pasar menilai ulang peluang penurunan suku bunga.

 Hal ini mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Baca juga: Usai Meroket, Kini Harga Emas di Langsa Kembali Turun, Ini Rinciannya, Edisi 9 April 2026

Dari sisi kebijakan moneter, risalah rapat Federal Reserve pada 17–18 Maret menunjukkan semakin banyak pejabat yang mempertimbangkan kenaikan suku bunga untuk mengendalikan inflasi yang masih berada di atas target 2 persen.

Investor kini menantikan data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS yang akan dirilis hari ini, serta data inflasi konsumen pada Jumat.

Kedua indikator tersebut dinilai krusial untuk menentukan arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.

Sementara itu, Standard Chartered memperkirakan harga emas berpotensi kembali menguat dalam beberapa bulan mendatang, didorong oleh meningkatnya risiko geopolitik global.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak turun 0,3 persen menjadi 73,93 dolar AS per ons, platinum melemah 1,2 persen ke 2.005,71 dolar AS, sedangkan paladium naik tipis 0,3 persen menjadi 1.558,68 dolar AS per ons.

Baca juga: Harga Emas di Lhokseumawe Hari Ini Turun Rp 51 Ribu/Mayam, Berikut Rincian Harganya

(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.