TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Tiga anak buah kapal (ABK) KM Berkah Utama II yang sempat dilaporkan hilang usai kapal tenggelam di Perairan Simbur Naik, Kecamatan Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, akhirnya ditemukan selamat, Kamis (9/4/2026).
Dari ibu kota Kabupaten Tanjung Jabung Timur di Muara Sabak Barat, kawasan Perairan Simbur Naik berjarak sekitar 40,1 kilometer ke arah pesisir laut.
Kawasan perairan pasang surut yang secara administratif masuk dalam Kecamatan Muara Sabak Timur ini dapat dicapai dengan berkendara selama kurang lebih 1 jam 17 menit melintasi rute darat utama (Jalan Gatot Subroto).
Kabar ditemukannya ABK tersebut dibenarkan Humas Basarnas Jambi, Luthfi. Ia mengatakan, Kantor SAR Jambi menerima laporan kejadian dari Polairud Polres Sabak pada pagi hari.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.20 WIB. Kapal yang mengangkut sekitar 40 ton kelapa sawit tersebut berangkat dari Desa Air Hitam menuju RAM Muara Sabak.
“Diduga kapal mengalami overcapacity atau kelebihan muatan sehingga tidak stabil dan akhirnya tenggelam,” kata Luthfi.
Saat kejadian, terdapat tiga orang di atas kapal yang sempat hilang kontak.
Mendapat laporan tersebut, Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian.
Tim terdiri dari Unit Siaga SAR Tanjabtim, kru RBB 01 Jambi, Polairud Polres Sabak, Pos Airud Nipah, Pos TNI AL Nipah, serta dibantu nelayan setempat.
Sekitar pukul 14.30 WIB, Tim SAR Gabungan mendapat informasi bahwa ketiga korban telah ditemukan nelayan dalam kondisi selamat, sekitar 1 mil laut dari lokasi kejadian.
“Tim langsung melakukan intercept di tengah laut dan mengevakuasi korban ke Pelabuhan Nipah Panjang,” ujarnya.
Ketiga korban selamat tersebut yakni M Lawi (36) selaku nahkoda, Umardi (20), dan Fajar (18), yang merupakan warga Desa Air Hitam.
Setelah seluruh korban berhasil dievakuasi dan dipastikan dalam kondisi selamat, operasi SAR resmi dihentikan pada pukul 16.30 WIB.
“Operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur kembali ke kesatuan masing-masing,” tutup Luthfi.
Ia menambahkan, kondisi cuaca saat proses pencarian berlangsung dalam keadaan berawan dan mendukung jalannya operasi.
Baca juga: Kapal Bawa 40 Ton Sawit Tenggelam di Perairan Simbur Naik Tanjabtim, 3 ABK Hilang