TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Berikut penjelasan BMKG soal cuaca di Kalteng. Kekeringan melanda dua kabupaten di Kalimantan Tengah (Kalteng) yakni Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Timur.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPB-PK Kalteng, Alpius Patanan mengungkapkan, Kotim bahkan telah menetapkan status siaga bencana karhutla dan kekeringan selama 185 hari sejak 8 April 2026.
Baca juga: Penjelasan DPRD Palangka Raya Soal Penutupan 14 SPPG, Minta Perbaikan Tak Berlarut
"Kotim menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan, Kobar belum," ujar Alpius, Kamis (9/4/2026).
Sejauh ini, baru dua kabupaten tersebut yang melaporkan bencana kekeringan. Alpius menambahkan, kekeringan di Kobar tepatnya terjadi di Desa Natai Baru, Kecamatan Arut Selatan.
Ia menyebut, kekeringan di Kobar terjadi sejak 24 Maret 2026 hingga Senin (6/4/2026).
"Total 252 kepala keluarga dan 712 jiwa terdampak," ucapnya.
Kekeringan tersebut, kata Alpius, disebabkan debit air di sumur atau embung warga berkurang karena minim hujan.
Untuk diketahui, kekeringan itu terjadi saat wilayah Kalteng belum memasuki kemarau.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, Muhammad Ihsan Siddiq mengatakan, meski saat ini masih musim hujan, bukan berarti tak berpotensi kekeringan.
"Musim hujan bukan berarti setiap hari selalu hujan, begitu juga ketika musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan sama sekali," jelas Siddiq.
Menurutnya, penentuan musim hujan didasarkan pada kriteria curah hujan yang dihitung per dasarian atau 10 harian, dengan ambang batas dasarian pertama lebih dari 50 milimeter/hari, diikuti dua dasarian berikutnya.
"Prediksi Curah Hujan Dasarian II April 2026 atau 11-20 April, sebagian besar wilayah Kalteng diprediksi kategori menengah," ungkapnya.
Lebih lanjut, Siddiq menambahkan, prediksi sifat hujan pada dasarian II April 2026, diprediksi kategori bawah normal di sebagian kecil Sukamara bagian timur, sebagian kecil Kotawaringin Barat bagian selatan, sebagian kecil Katingan bagian selatan, sebagian Pulang Pisau, sebagian kecil Palangka Raya bagian selatan, sebagian kecil Kapuas bagian selatan, sebagian kecil Barito Selatan bagian selatan, sebagian kecil Barito Timur bagian selatan, sebagian kecil Barito Utara bagian timur, dan sebagian kecil Murung Raya bagian utara.
"Wilayah yang diprediksi sifat hujannya bawah normal berpotensi mengalami penurunan hujan pada dasaian II April mendatang," tutup Siddiq.
(*)