Burhanuddin Muhtadi Sebut Saleh Daulay Bak Dosen saat Cecar Menpar Widi: Kayak Ujian Skripsi
Satrio Sarwo Trengginas April 09, 2026 07:07 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Gaya Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, saat mencecar Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, dalam rapat kerja belakangan ini viral di media sosial. 

Gaya Saleh Daulay pun turut menuai beragam respons.

Salah satunya datang dari Direktur Eksekutif Indikator Politik sekaligus pengamat, Burhanuddin Muhtadi. 

Ia memberikan komentar di X terkait video peristiwa tersebut yang sudah beredar luas. 

Saleh Daulay mengaitkan gaya tegas Saleh dengan latar belakang akademiknya sebagai dosen.

"Saleh Daulay ini dulu kolega saya di FISIP UIN. Ia mengajar Filsafat, tapi mengundurkan diri sebagai dosen karena maju sebagai caleg dan terpilih," ujar Burhanuddin dikutip di X pada Kamis (9/4/2026).

Ia menilai, sikap Saleh dalam forum rapat tersebut mengingatkan pada suasana sidang skripsi di kampus.

"Di video ini, Saleh kayak dosen yang sedang menguji skripsi mahasiswa," tambahnya disertai emoticon tertawa. 

Menpar Widi dicecar

Seperti diketahui, rapat kerja antara Kementerian Pariwisata dan Komisi VII DPR RI sebelumnya sempat memanas saat membahas laporan anggaran.

Dalam forum itu, Saleh Daulay mempertanyakan kejelasan angka transfer ke daerah yang disebut mencapai Rp5,7 miliar.

Pertanyaan tersebut diarahkan langsung kepada Widiyanti Putri Wardhana.

Namun, jawaban yang disampaikan dinilai belum mampu menjelaskan secara rinci dasar perhitungan angka tersebut.

Saleh kemudian menegaskan pentingnya akurasi dalam penyusunan laporan keuangan negara.

Menurutnya, setiap angka harus dapat dipertanggungjawabkan dan tidak boleh bersifat perkiraan.

"Ini bukan soal kira-kira. Angka itu harus eksak," tegasnya dalam rapat.

Sosok Saleh Daulay

Lantas, siapa sosok Saleh Daulay?

Diketahui, Saleh Daulay bukan sosok baru dalam dunia akademik maupun politik.

Ia merupakan eks dosen di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebelum terjun penuh ke dunia politik.

Saleh lahir di Sibuhuan, Sumatera Utara, pada tahun 5 April 1987.

Ia adalah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Partai Amanat Nasional (PAN), yang mewakili Daerah Pemilihan Sumatera Utara II untuk periode 2024–2029 (sebelumnya juga menjabat pada periode 2014–2019).

Ia beragama Islam dan menikah dengan Wirdah Rahmi Nasution pada 11 Desember 2002 dan dikaruniai tiga orang anak kandung.

Riwayat pendidikan

Saleh Daulay menyelesaikan pendidikan tingginya hingga jenjang Strata-III (S3).

Jenjang pendidikannya meliputi: S3 di UIN Syahid Jakarta dengan program studi Filsafat (lulus 2009); tiga kali menempuh S2, yaitu di Colorado State University dan UI Jakarta (Filsafat) serta UIN Syahid Jakarta (Sejarah Kebudayaan Islam); dan S1 Bahasa Arab dari USU Medan (lulus 1997).

Karier Profesional dan Legislatif

Sebelum berkiprah penuh di dunia politik, pekerjaan terakhir beliau adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai Dosen di UIN Syahid Jakarta (2009–2013) dan IAIN Raden Fatah (2001–2009).

Di DPR RI, rekam jejak beliau sangat menonjol dalam berbagai Alat Kelengkapan Dewan (AKD):

  • Ketua Komisi VIII (2014–2016).
  • Wakil Ketua Komisi IX (2016–2019).
  • Anggota Komisi IX (2019–2024).
  • Pimpinan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) (2019–2021).
  • Ketua Fraksi PAN DPR RI (2022–2024) dan
  • Sekretaris Fraksi PAN MPR RI (2016–2019).

Pengalaman Organisasi

Saleh Daulay memiliki pengalaman organisasi yang luas dan aktif di organisasi-organisasi besar keagamaan dan kepemudaan:

  • Menjabat sebagai Ketua Umum PP. Pemuda Muhammadiyah (2010–2014).
  • Pernah menjadi Ketua Komisi Luar Negeri MUI Pusat (2010–2015).
  • Menjadi Wakil Sekretaris Dewan Pakar ICMI Pusat (2010–2015).
  • Aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) saat masa kuliah.
  • Ia juga tercatat sebagai penerima penghargaan SATYA LENCANA KARYA SATYA dari Presiden RI.

Berita terkait

  • Baca juga: SOSOK Saleh Daulay, Eks Dosen UIN Jakarta yang Cecar Menpar Widi soal Anggaran Tak Sinkron
  • Baca juga: Diisukan Mandi Pakai Air Galon, Menpar Widi Wardhana Sebut Cuma Karangan, Lita Gading: Kawal Terus!
  • Baca juga: Konten Kreator Sindir Biaya Menpar ke London, Widi Wardhana Balas: Potensi Devisa Rp 10,9 Triliun

 


 
 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.