Harga Plastik Meroket, Pedagang Warteg Buka Opsi Kenakan Biaya Tambahan untuk Kantong Plastik
Satrio Sarwo Trengginas April 09, 2026 07:07 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Pedagang Warung Tegal (Warteg) membuka peluang membebankan biaya tambahan penggunaan kantong plastik ekstra di tengah melonjaknya harga plastik.

Hal ini menyusul kenaikan harga kantong plastik dalam beberapa pekan terakhir akibat konflik di Timur Tengah, sehingga membuat modal yang dikeluarkan pedagang membengkak.

Ketua Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara), Mukroni mengatakan opsi ini diambil seiring penurunan omzet pedagang berkisar 15-20 persen akibat kenaikan harga kantong plastik.

"Jika dulu memberi plastik tambahan hal biasa kini banyak Warteg yang mulai membatasi atau mengenakan biaya tambahan jika pelanggan meminta plastik ekstra," kata Mukroni, Kamis (9/4/2026).

Upaya lain yang dilakukan pedagang Warteg untuk mempertahankan usahanya di tengah melonjaknya harga plastik yakni menggunakan kertas cokelat, atau kertas nasi secara lebih dominan.

Pasalnya secara harga kertas nasi relatif lebih stabil dibandingkan plastik atau mika, sehingga penggunaannya untuk wadah pesanan makanan pembeli tidak terlalu membebani.

Upaya lain yang dilakukan yakni menggunakan kantong plastik berukuran lebih tipis dengan harga lebih murah, khususnya untuk pedagang Warteg memikirkan pelanggan take away.

"Kenaikan harga plastik merupakan tantangan serius bagi ekosistem usaha warteg, terutama karena model bisnis ini sangat bergantung pada budaya 'bungkus' atau take-away," ujarnya.

Mukroni menuturkan para pedagang Warteg juga memberikan insentif kepada pembeli yang memilih pesanannya dibungkus, namun mereka datang membawa wadah makan sendiri.

Hal ini diharapkan pedagang Warteg dapat mengurangi pengeluaran untuk membeli kantong plastik, dan di saat bersamaan tetap menjaga daya beli pelanggan kelas menengah ke bawah.

Upaya lain yang dilakukan pedagang Warteg yakni menempelkan pengumuman mengenai alasan kenaikan biaya bungkus untuk menjaga transparansi dan loyalitas pelanggan.

"Kemudian melakukan penyederhanaan dengan mengurangi penggunaan plastik untuk item kecil misalnya, kerupuk tidak lagi dibungkus plastik satu-satu, tapi ditaruh di kaleng," tuturnya.

Berita terkait

  • Baca juga: Omzet Pedagang Warteg Merosot 20 Persen Imbas Harga Kantong Plastik Naik
  • Baca juga: Harga Kedelai Naik Bikin Perajin Tempe Menjerit, Berharap Konflik Timur Tengah Segera Berakhir
  • Baca juga: Kedelai Meroket, Perajin Keripik Tempe di Jaksel Menjerit hingga Terpaksa Naikkan Harga Jual

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.