TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin menyoroti efektivitas aplikasi pengaduan warga Jakarta Kini (JAKI), menyusul temuan dugaan manipulasi laporan petugas lapangan yang menggunakan foto berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam merespons aduan parkir liar di Kelurahan Kalisari, Jakarta Timur.
Khoirudin mengingatkan, penggunaan teknologi seperti AI seharusnya hanya menjadi alat bantu, bukan menggantikan peran manusia dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“AI itu alat bantu, jangan pengganti kehadiran kita. Kita ini yang punya tugas dan menggunakan hati, perasaan yang tidak bisa diwakili oleh AI,” ujar Khoirudin.
Ia menegaskan, pelayanan publik harus tetap mengedepankan tanggung jawab dan empati, karena pada dasarnya pejabat merupakan pelayan masyarakat.
Terkait efektivitas JAKI, Khoirudin mengakui kanal tersebut sejatinya dibuat untuk mempermudah masyarakat dalam menyampaikan aduan tanpa harus datang langsung ke Balai Kota.
Namun, ia mengingatkan agar aplikasi tersebut tidak hanya menjadi tempat menampung laporan tanpa solusi konkret.
“Jangan sampai JAKI cuma sebagai sarana untuk menampung saja, tidak diberikan solusi,” tegasnya.
Khoirudin mengatakan, pihaknya akan segera mendiskusikan hal tersebut dengan Gubernur DKI Jakarta guna memastikan respons jajaran pemerintah terhadap aduan masyarakat berjalan optimal.
Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan berlapis terhadap tindak lanjut laporan warga, mulai dari tingkat kelurahan hingga pemerintah kota.
Menurutnya, tanpa pengawasan yang kuat, penanganan aduan berpotensi tidak terkontrol dan hanya menjadi formalitas.
“Kalau enggak ada yang mengontrol, ya begitu. Lama-lama menjadi formalitas,” ucapnya.
Khoirudin menambahkan, selama ini DPRD juga menerima banyak pengaduan masyarakat yang harus ditindaklanjuti ke berbagai komisi, sehingga keberadaan JAKI seharusnya dapat menjadi solusi untuk mempercepat penanganan.
Dengan demikian, ia berharap ada penguatan sistem pengawasan, termasuk melalui Inspektorat, agar setiap aduan yang masuk benar-benar ditindaklanjuti hingga tuntas.
“Tujuannya kan untuk memudahkan masyarakat. Tapi harus dipastikan juga ada yang mengontrol di atasnya,” pungkasnya.
Petugas lapangan Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta melakukan praktik culas laporan palsu tindak lanjut aduan masyarakat di Aplikasi JAKI pakai foto AI, hal ini viral di media sosial setelah diunggah masyarakat.
Temuan ini diunggah akun threads @seinsh, dia mengeluh adanya parkir liar di lingkungan tempat tinggal di daerah Kelurahan Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Pemilik akun mengaku sudah berusaha melaporkan ke keluhan parkir liar ke kelurahan tapi tidak menemukan solusi, sampai akhirnya mengadu lewat aplikasi JAKI.
Tapi bukannya ditindaklanjuti, aduan masyarakat malah direspons dengan laporan palsu berupa foto buatan AI.
Dalam unggahannya, warga menunjukkan foto jalan lingkungan dipenuhi kendaraan roda empat yang parkir liar.
Pada foto berikutnya, seorang petugas berdiri di lokasi yang sama dengan penampakan mobil parkir liar hilang seolah sudah ditertibkan.
Padahal, jika ditelisik lebih detail. Foto tersebut merupakan buatan AI dengan hanya menghilangkan mobil parkir liar saja tetapi ada elemen lain di dalam foto yang masih terlihat sama.