TRIBUN-MEDAN.com - Liverpool dibuat tak berdaya oleh Paris Saint-Germain (PSG) pada leg pertama 8 besar Liga Champions 2025/2026 yang digelar di markas PSG, Kamis (9/4/2026) dini hari WIB.
Sehingga Liverpool dinilai bakal sulit buat comeback pada leg kedua di Anfield pekan depan nanti.
Liverpool sedang berada di titik terendah dalam beberapa musim terakhir.
Tak ada upaya mencetak gol, peluang minim yang dihasilkan, hingga kekalahan telak dari statistik pertandingan melawan PSG.
Liverpool emang hanya dihajar 2-0 oleh PSG di Parc des Prince dalam leg pertama babak perempat final Liga Champions, namun angka-angka statistik pertandingan menggambarkan keseluruhan performa tim asuhan Arne Slot dalam pertandingan tersebut, Kamis (9/4).
Baca juga: JADWAL Siaran Leg 2 8 Besar Liga Champions 2025/26, Real Madrid dan Barcelona Rawan Tersingkir
Hanya tiga upaya, dan tidak ada yang tepat sasaran dalam peluang The Reds. Sedangkan PSG yang mengusai permainan lebih dari 70 persen menghasilkan 18 tembakan dan tujuh yang mengarah tepat sasaran.
Mantan kiper timnas Inggris, Paul Robinson mengungkapkan tidak adanya rasa kepercayaan diri dalam pemain Liverpool di atas lapangan.
Hal itu seakan menggambarkan apa yang disampaikan kapten Liverpool, Virgil van Dijk beberapa hari lalu soal rekannya yang mudah menyerah.
Liverpool dihajar Man City dengan skor 4-0 di babak perempat final Piala FA.
Baca juga: JADWAL Live Semifinal Piala AFF Futsal 2026, Timnas Indonesia Vs Vietnam, Thailand vs Australia
"Rasanya kepercayaan diri sedang berada di titik terendah sepanjang masa," kata mantan bek Liverpool, Stephen Warnock kepada BBC Sport.
"Itu adalah pertarungan antar juara (Liga Champions). Juara kita sama sekali tidak mampu menandingi mereka," ungkap mantan kiper Inggris, Paul Robinson, di kesempatan yang berbeda.
Untuk pertama kalinya sejak tahun 2020, Liverpool gagal mencatatkan satu pun percobaan tepat sasaran ke gawang lawan dalam pertandingan Liga Champions.
Ketakutan Liverpool
Robinson melihat lebih luas, bukan hanya soal kepercayaan diri para pemain Liverpool yang sedang bermasalah, tetapi juga faktor mental atau emang itu strategi dari Arne Slot.
Bayangkan saja, PSG besutan Lus Enrique melakukan 39 sentuhan di dalam kotak penalti Liverpool.
Baca juga: TIMNAS Futsal Indonesia Hajar Brunei 7-0 di Laga Perdana Piala AFF 2026, Sanjaya Hattrick
Sedangkan Liverpool hanya sembilan sentuhan. Perbandingan akurasi umpan, tingkat kesuksesan operan, umpan pendek yang diselesaikan dan berhasil, Liverpool kalah segalanya dari PSG.
Angka penguasaan bola yang berada di atas 70 persen seakan menggambarkan semuanya tentang kedigdayaan PSG atas Liverpool.
Tidak hanya itu, dalam beberapa kesempatan tampak Liverpool bermain dengan lima pemain di lini pertahanan, namun mereka tetap saja kebobolan. Ditambah dengan lini depan yang kurang tajam.
"Mereka adalah tim yang sedang goyah, itulah sebabnya mereka memainkan formasi lima pemain belakang," tambah Robinson.
"Begitu mereka memainkan formasi lima permain bertahan, itu mengirimkan sinyal yang salah bagi saya."
"Ini bukan strategi yang memanfaatkan kekuatan Liverpool, melainkan strategi untuk mempertahankan kelemahan mereka," jelasnya.
Seorang jurnalis Prancis yang hadir dalam pertandingan itu bahkan menyebutkan, Liverpool seperti tim kecil di Piala Prancis yang akan menghadapi PSG.
"Sepertinya mereka (Liverpool) ketakutan," ucap jurnalis tersebut.
Comeback Dramatis
Meskipun begitu, Liverpool masih memiliki ruang dan waktu untuk memperbaikinya di leg kedua yang berlangsung tengah pekan depan.
Liverpool akan bertindak sebagai tuan rumah dan bermain di Anfield.
Momentum comeback pernah dilakukan Liverpool di bawah asuhan Jurgen Klopp saat kalah 3-0 dari Barcelona di leg pertama semifinal musim 2018/2019.
Liverpool kemudian memenangkan leg kedua dengan skor 4-0 dan melaju ke final sebelum akhirnya juara mengalahkan Tottenham.
Tapi jika berkaca dari perjalanan Liverpool musim ini, catatan bersejarah itu tampaknya akan sulit digapay oleh tim asuhan Arne Slot.
"Kita pernah menyaksikan beberapa comeback Eropa yang tidak terlupakan di Anfield sebelumnya, misalnya dari tertinggal 3-0 melawan Barcelona (2019) untuk memenangkan leg kedua dengan skor 4-0," komentar Stephen Warnock.
"Tapi rasanya mereka masih sangat jauh dari melakukan hal seperti itu saat ini," sambungnya.
"Mereka tidak bisa bermain seperti ini dan bertahan saat berlaga di Anfield, padahal mereka membutuhkan gol," jelasnya.
Arne Slot harus menemukan kombinasi yang ideal dalam pertahanan Liverpool agar lebih solid, dan lebih efisien di lini serang.
(Tribun-Medan.com)