Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta jumlah penumpang kereta api (KA) Pangrango yang melayani Stasiun Bogor Paledang-Sukabumi meningkat sejak tahun 2022 hingga triwulan 1 tahun 2026.
"Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, KA Pangrango menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan, mencerminkan peningkatan kepercayaan masyarakat sekaligus menguatnya peran kereta api dalam mendukung mobilitas dan ekonomi kerakyatan," kata Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo di Jakarta, Kamis.
Dia merinci jumlah penumpang KA Pangrango tahun 2022 sebanyak 523.265 orang, tahun 2023 meningkat menjadi 786.001 orang, lalu menjadi 874.789 pada tahun 2024, kemudian menjadi 1.109.398 orang pada tahun 2025.
"Triwulan I 2026 jumlahnya 281.659 penumpang," kata Franoto.
Dia mengatakan, pada periode triwulan I, tren pertumbuhan juga menunjukkan akselerasi dari tahun ke tahun yakni 174.941 penumpang pada triwulan 1 2023, lalu 187.534 penumpang pada triwulan I 2024, dan meningkat menjadi 245.740 penumpang pada triwulan I 2025.
"Secara per triwulan terjadi pertumbuhan sekitar 7 persen pada 2024 dibandingkan 2023, kemudian melonjak signifikan sebesar 31 persen pada 2025, dan kembali tumbuh sekitar 15 persen pada 2026. Pola ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap layanan KA Pangrango terus meningkat secara progresif," jelas Franoto.
Franoto mengatakan, KA Pangrango melayani lintas strategis Bogor Paledang – Sukabumi dengan pemberhentian di sejumlah stasiun penting seperti Batutulis, Maseng, Cigombong, Cicurug, Parungkuda, Cibadak, Karangtengah, Cisaat, hingga Sukabumi.
Keunggulan KA Pangrango dibandingkan moda transportasi lainnya terletak pada ketepatan waktu karena bebas dari kemacetan, tingkat keselamatan yang tinggi, serta kenyamanan perjalanan.
KA ini memiliki tarif berkisar antara Rp45.000 hingga Rp80.000. Penumpang dari Sukabumi yang tiba di Stasiun Bogor Paledang dapat melanjutkan perjalanan menggunakan KRL Commuter Line melalui Stasiun Bogor yang terhubung.
Ke depan, KAI Daop 1 Jakarta akan terus memperkuat layanan, meningkatkan kapasitas, serta memperluas integrasi antarmoda guna memastikan KA Pangrango tetap menjadi andalan konektivitas.





