- Iran mengerahkan kapal selam mini kelas Ghadir yang membuat kapal induk nuklir AS menjauh dari Selat Hormuz.
Kapal selam mini ini bergerak secara rahasia dan tak bisa terdeteksi oleh musuh.
Dari laporan Press TV, kapal selam ini memiliki bobot 117 ton di permukaan dan 125 ton saat menyelam.
Kapal selam ini adalah armada operasional terkecil di angkatan laut modern manapun.
Kapal ini bisa masuk ke perairan sedalam 30 meter, kedalaman rata-rata jalur pelayaran utama di Selat Hormuz.
Kapal Ghadir dikenal sebagai predator pesisir yang bergerak meskipun perairan ramai dan padat.
Kapal ini ditenagai oleh propulsi diesel-elektrik konvensional, mencapai kecepatan permukaan 10 knot dan kecepatan bawah air 8 knot.
Dari penilaian analis, kapal selam Ghadir bisa berdiam di dasar berpasir di Teluk Persia dan menunggu target lewat di atasnya tanpa ketahuan.
Ghadie dikenal sebagai kapal selam yang paling sulit dideteksi, terutama saat berada di dasar laut.
Meskipun ukurannya sederhana, kelas Ghadir membawa paket persenjataan yang mampu menimbulkan kerusakan dahsyat pada kapal permukaan.
Kapal ini juga membawa dua tabung torpedo superkavitasi hoot senjata buatan yang bisa mencapai kecepatan sekitar 360 km per jam.
Kekuatan ini, tiga kali lipat lebih cepat dibandingkan torpedo konvensional.
Bahkan kapal perang tercanggih tidak punya waktu untuk bermanuver dan mengerahkan balasan.
Ghadir juga dilengkapi rudal jelajah Jask-2 sambil tetap berada di bawah permukaan.
Rudal-rudal ini memiliki jangkauan hingga 300 kilometer, memperluas jarak serang kapal selam jauh melampaui selat dan jauh ke Teluk Oman.
Iran disebut mengoperasikan lebih dari 30 kapal selam ini di sepanjang perairan Teluk Persia.
(*)
Sumber: https://www.presstv.ir/Detail/2026/03/31/766144/how-irans-ghadir-class-submarines-have-turned-the-strait-of-hormuz-into-a-kill-zone