SMKN 3 Sukabumi Produksi 3.124 Toples Kue Lebaran, Raup Omzet Rp210 Juta
Dwi Rizki April 09, 2026 09:16 PM

WARTAKOTALIVE.COM, SUKABUMI - Program Teaching Factory (TEFA) Culinary SMK Negeri 3 Sukabumi kembali menunjukkan capaian positif. Bekerja sama dengan Bogasari, sekolah ini berhasil memproduksi ribuan kue kering dalam rangka menyambut Ramadan 1447 Hijriah.

Total produksi pada Ramadan tahun ini mencapai 3.124 toples aneka kue kering.

Capaian tersebut menjadi produksi kelima sejak pendampingan industri dari Bogasari dimulai secara resmi pada 2022.

Wakil Kepala Humas SMKN 3 Sukabumi, Ira Yulia, menjelaskan bahwa program TEFA Culinary sebenarnya telah berjalan sejak 2021.

Namun, setelah mendapat pendampingan dari Bogasari, kualitas dan kuantitas produksi meningkat signifikan.

“Kami tidak hanya didukung secara teori, tetapi juga praktik. Bahkan untuk produksi Lebaran ini, Bogasari membantu bahan baku berupa tepung terigu Kunci Biru dan Segitiga Biru yang sudah terfortifikasi,” ujar Ira dalam keterangannya pada Kamis (9/4/2026).

Baca juga: Musrenbang RKPD 2027 Karawang Fokus Infrastruktur dan Kesejahteraan

Menurut Ira, program TEFA Culinary bertujuan membekali siswa dengan kompetensi teknis sesuai kebutuhan industri. Para siswa juga dilatih memahami standar operasional (SOP) serta menggunakan peralatan yang setara dengan dunia kerja.

Tak hanya hard skill, siswa juga dibentuk dari sisi soft skill seperti kedisiplinan, kerja sama tim, hingga kemampuan komunikasi dan koordinasi.

“Yang menarik, siswa juga dilibatkan dalam promosi, penjualan, hingga pelayanan konsumen, sehingga jiwa wirausaha mereka ikut terbentuk sejak dini,” jelasnya.

Dalam produksi tahun ini, sebanyak 140 siswa dan 10 guru terlibat, didampingi tiga asisten. Menariknya, delapan siswa dari SLB Handayani juga ikut dilibatkan.

Keterlibatan siswa tuna rungu ini bertujuan agar mereka memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan untuk berwirausaha secara mandiri di masa depan.

Vice President Human Resources PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari, Anwar, mengapresiasi konsistensi SMKN 3 Sukabumi dalam mengembangkan kompetensi siswa melalui program ini.

Menurutnya, peningkatan kualitas produksi hingga keterlibatan siswa SLB menjadi indikator keberhasilan program pendampingan industri.

“Program ini selaras dengan visi Bogasari dalam meningkatkan kompetensi, membangun jiwa wirausaha, dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, SMKN 3 Sukabumi dipilih sebagai model pembelajaran cookies oleh Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bisnis dan Pariwisata.

Dalam produksi Ramadan kali ini, terdapat delapan jenis kue kering yang dihasilkan, di antaranya nastar, kastengel, putri salju, hingga rainbow cookies. Produk tersebut dipasarkan ke berbagai daerah seperti Sukabumi, Cianjur, Bandung, Bogor, hingga DKI Jakarta.

Harga jualnya bervariasi, mulai dari Rp35 ribu hingga Rp97 ribu per toples.

“Total omzet yang diperoleh sekitar Rp210 juta dan akan digunakan untuk pengembangan program sekolah, termasuk peningkatan kompetensi siswa dan sarana prasarana,” tutur Ira.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.