Bupati Bangka Kumpulkan PKS, Soroti Harga TBS Sawit di Bawah Rp3 Ribu Per Kg
Asmadi Pandapotan Siregar April 09, 2026 10:39 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sejumlah perwakilan Perusahaan Kelapa Sawit (PKS) di Kabupaten Bangka dikumpulkan di kediaman dinas Bupati Bangka, Kamis (9/4/2026) sore, untuk membahas keluhan petani terkait anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit.

Keluhan tersebut mencuat setelah harga TBS yang dibeli perusahaan sebagian besar berada di bawah Rp3.000 per kilogram. Kondisi ini dikeluhkan petani dan telah dilaporkan ke Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kabupaten Bangka sejak pasca Idul Fitri 1447 Hijriah.

Dalam pertemuan tersebut, pihak PKS menyampaikan sejumlah alasan terkait rendahnya harga beli TBS sawit di Kabupaten Bangka.

Beberapa diantaranya menyebut bahwa stok atau ketersediaan TBS yamg melimpah pasca lebaran, adanya selisih harga berdasarkan tingkatakan dari petani, pengepul hingga ke PKS dan berbagai macam alasannya.

Kendati demikian, Ketua APKASINDO Kabupaten Bangka, Jamaludin mengaku tidak bisa menerima alasan-alasan yang disampaikan oleh pihak perusahaan tersebut yang menurutnya jadi alasan yang berulang-ulang tahun ke tahun.

Menurutnya, alasan-alasan itu merupakan alasan klasik yang dibuat-buat. Padahal kata dia, saat ini harga CPO tergolong cukup tinggi yakni di angkat Rp15.900 per kilogram.

“Beberapa hari lalu bahkan sempat Rp16 ribu. Ini kami agak anehnya. Dulu waktu bulan Maret sebelum lebaran, harga CPO itu sekitar Rp14.100 per kilogram, dan harga TBS nya di atas Rp3.100 perkilogram,” ungkap Jamaludin saat diwawancarai.

Oleh karena itu, dengan tingginya harga CPO saat ini, justru menurut dia seharusnya harga TBS sawit petani dapat dibeli dengan harga yang lebih tinggi oleh PKS, dan bukan justru sebaliknya.

“Sekarang ini, dari 9 perusahaan di Kabupaten Bangka, cuma 2 perusahaan yang harganya di atas Rp3 ribu/kg. Yang lainnya di bawah Rp3 ribu/kg semua. Ini yang kami tanyakan, ada apa sebenarnya, ada permainan apa, ini anehnya,” ujarnya.

Dirinya bahkan turut membandingkan kondisi tersebut dengan yang terjadi di Pulau Belitung. Dengan jumlah PKS yang lebih sedikit, kata dia harga TBS sawit petani justru dibeli dengan harga tinggi bervariasi di kisaran harga Rp3.600 sampai Rp3.800 per kilogram.

Lebih lanjut, dirinya menyebut bahwa padahal saat ini para petani kelapa sawit sedang dalam masa panen raya. 

Menurutnya, di tengah kondisi seperti inilah seharusnya harga TBS sawit dapat dinaikkan sehingga bisa menggembirakan petani. Dirinya pun meminta pihak perusahaan tidak mencari untung yang berlebihan.

“Harapan kita harganya bagus lah. Permintaan kita Rp3.250 atau Rp3.300 per kilogram itu udah lumayan bagus lah. Apalagi sekarang harga pupuk sudah baik semua,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Bangka, Fery Insani turut berharap upaya pihak PKS yang ada di Kabupaten Bangka mendengarkan keluhan para petani kelapa sawit.

“Saya tidak mengintervensi harga, karena Bupati tidak mempunyai kewenangan itu. Cuman saya mohon lah, ketika masyarakat berharap kepada PKS, ini kan harga lagi bagus, kita berbagilah keuntungan kepada masyarakat, naikkan lah harga ini, mudahkanlah,” ungkap Fery.

Oleh karena itu, dirinya pun berharap kepada para perwakilan PKS yang hadir pada pertemuan tersebut segera menyampaikan aspirasi petani kelapa sawit kepada owner masing-masing perusahaan dan mewujudkan kenaikan harga TBS.

“Saya enggak menuduh mereka menekan harga, tapi memamg kenyataan di lapangan memang murah, enggak naik-naik itu (harga TBS-red),” imbuhnya. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.