BANGKAPOS.COM -- Serukan jatuhkan Presiden Prabowo Subianto, Saiful Mujani kini dilaporkan ke polisi.
Saiful Mujani dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Robina Akbar dari Aliansi Masyarakat Jakarta Timur.
Robina Akbar menilai perkataan Saiful untuk menjatuhkan Prabowo merupakan pernyataan yang provokatif dan berpotensi memecah belah masyarakat.
Ia lantas melaporkan Saiful Mujani pada Rabu, 8 April 2026 sekitar pukul 21.30 WIB dengan nomor LP/B/2428/IV/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan adanya laporan tersebut.
Dalam laporan tersebut, pelapor tercatat atas nama Aliansi Masyarakat Jakarta Timur dan menjerat Saiful dengan Pasal 246 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.
Baca juga: Dadan Hindayana Bakal Dipanggil DPR soal Motor Listrik untuk SPPG, Minta BGN Batalkan Pengadaan
Sebelumnya, profesor sekaligus pendiri lembaga survei dan riset bernama Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC) menyerukan jatuhkan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam video ceramah Saiful Mujani yang diunggah akun Instagram @leveenia dan kanal Youtube Sociocorner, Saiful berbicara mengenai cara menjatuhkan Presiden Prabowo.
Ia mengatakan cara prosedur formal pemakzulan tidak akan efektif menghadapi Prabowo.
“Alternatifnya bukan prosedur formal impeachment itu. Itu tidak akan jalan. Yang jalan hanya ini, bisa nggak kita mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo, hanya itu,” ucap Saiful.
“Kalau nasihati Prabowo tidak bisa juga. Bisanya hanya bisa dijatuhkan. Itulah menyelamatkan, tapi bukan menyelamatkan Prabowo, melainkan menyelamatkan diri kita dan bangsa ini,” ujarnya.
Dalam akun X, Saiful Mujani juga mengkritik program unggulan Presiden Prabowo.
Ia mengatakan program Presiden sekarang ini merupakan politik gentong babi.
Politik gentong babi adalah politik cara petahana dengan menggelontorkan dan mengalokasikan sejumlah dana, untuk tujuan tertentu, biasanya untuk Pemilu agar terpilih kembali.
Baca juga: Sosok Alyssa Cordes, DJ Jerman Diisukan Dekat dengan Baskara Mahendra, Sherina Singgung Selingkuh
“Bagi saya program unggulan presiden adalah gentong babi semua seperti diungkapkan film dirty vote @BivitriS @zainalamochtar @feriamsari mbg, koperasi desa, sekolah rakyat, danantara, perluasan wilayah teritorial tni, semuanya gentong babi. dibuat untuk mobilisasi pemilih menjelang pemilu 2029. pemilu nanti adalah pemilu otokratik, bukan pemilu demokratik. harus dihentikan politik gentong babi ini,” tulis Mujani dalam akun X.
Buntut statement tersebut, Saiful Mujani dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Robina Akbar dari Aliansi Masyarakat Jakarta Timur.
Pengamat politik Saiful Mujani menilai perbedaan pendapat seharusnya dijawab dengan kritik, bukan dibawa ke ranah hukum.
Hal itu disampaikan Saiful setelah dia dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan makar.
“Bantah saja, kritik lawan kritik. Tetapi, tidak apa kalau ingin menunjukan secara lebih jelas bahwa negara ini sudah jadi makin fasis,” ujar Saiful saat dikonfirmasi, Kamis (9/4/2026).
Menurut Saiful, suatu pernyataan baru layak dibawa ke ranah hukum jika merugikan orang lain secara langsung, seperti menimbulkan kekerasan atau menghilangkan hak seseorang.
“Kecuali saya sudah mencederai orang lain secara fisik atau menghilangkan kebebasan dan hak orang lain,” ujarnya.
Ia juga menilai aparat penegak hukum tidak seharusnya terlibat saat warga menyampaikan opini mengenai kondisi politik.
“Tidak bagus untuk demokrasi kalau melibatkan negara (polisi) ikut ngurusin opini dan sikap politik warga,” kata dia.
Meski demikian, Saiful menyebut laporan terhadap dia merupakan hal yang sah dalam sistem demokrasi.
“Langkah yang sah. tapi karena ini berada dalam wilayah civil society dan berada dalam bentuk sikap dan opini maka sebaiknya ditanggapi saja,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya merespons singkat soal pernyataan Pengamat Politisi Saiful Mujani yang menyerukan menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto dari kursi kekuasaannya.
Teddy mengaku dirinya banyak pekerjaan sehingga tidak sempat membaca atau mendengar pernyataan pimpinan lembaga konsultan politik SMRC tersebut.
“Wah, saya masih banyak sekali kerjaan. Saya belum lihat beliau bicara apa. Itu kira-kira,” kata Teddy di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, (7/4/2026).
Saat ditanya mengenai tudingan Mujani yang menyebut program unggulan Presiden Prabowo adalah politik gentong babi atau pork barrel politics sebagaimana yang dituliskannya di media sosial X, Teddy mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto sekarang ini banyak mengurusi hal besar dan strategis.
“Apalagi Bapak Presiden, Bapak Presiden ngurusin hal besar, lagi fokus dengan hal-hal yang lebih strategis,” katanya.
(Bangkapos.com/Tribun-Medan.com/Kompas.com)