TRIBUNMANADO.CO.ID - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut) dipastikan akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) dalam waktu dekat.
Agenda politik tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu 11 April 2026.
Kepastian itu disampaikan Juru Bicara Partai Golkar Sulut, Feryando Lamaluta, saat dikonfirmasi Tribun Manado pada Kamis (9/4/2026).
Ia menyebutkan, pelaksanaan Musda akan digelar di Novotel Manado Golf Resort & Convention Center.
“Musda akan dilaksanakan pada Sabtu, 11 April 2026 di Novotel Manado Golf Resort & Convention Center,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Barometer Suara Indonesia, Baso Affandi, menilai dinamika internal Golkar Sulut mengarah pada skenario aklamasi untuk posisi ketua.
Menurutnya, konsolidasi dukungan terhadap figur yang kerap disebut sebagai MEP semakin menguat dalam beberapa waktu terakhir.
“Dalam tradisi politik Partai Golkar, ketika mayoritas pemilik suara sudah mulai ‘terkunci’ pada satu figur, maka peluang menuju aklamasi itu terbuka lebar,” kata Baso saat dihubungi Tribun Manado, Kamis malam.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa ruang kejutan tetap terbuka dalam dinamika politik Golkar.
Potensi munculnya kandidat penantang di detik-detik akhir masih mungkin terjadi, meski peluangnya relatif kecil.
“Biasanya ini bukan semata soal menang atau kalah, tetapi lebih pada menjaga posisi tawar dalam proses penyusunan kepengurusan pasca Musda,” jelasnya.
Baso menilai, minimnya riak dalam Musda kali ini dapat dilihat dari dua sisi.
Di satu sisi, hal itu mencerminkan soliditas internal partai yang cukup kuat.
Namun di sisi lain, dinamika politik dinilai tetap berjalan, hanya saja lebih tertutup dan terkelola.
“Bukan tidak ada dinamika, tetapi dinamikanya lebih ‘sunyi’ dan berlangsung di ruang-ruang komunikasi internal,” ujarnya.
Ia menambahkan, perhatian utama dalam Musda Golkar Sulut justru diprediksi bergeser ke posisi sekretaris.
Menurut Baso, posisi tersebut kerap menjadi ruang kompromi politik, termasuk dalam menjaga keseimbangan representasi wilayah dan sosial, seperti dari Bolaang Mongondow Raya maupun unsur Muslim.
Sejumlah nama pun mulai mencuat untuk posisi sekretaris, di antaranya Razki Mokodompit, Didi Moha, dan Sulhan Manggabarani.
“Kalau ketua cenderung menuju aklamasi, maka ‘pertarungan’ justru akan sangat terasa di posisi sekretaris,” pungkasnya.
(TribunManado.co.id/Pet)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK