TRIBUNMANADO.CO.ID - Final dini Liga 4 Piala Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) antara Persma melawan Persmin di Stadion Klabat menghadirkan persaingan ketat, Kamis (9/4/2026).
Bukan hanya antara kedua tim.
Tapi juga suporter kedua tim.
Persma dengan Persmania yang legendaris.
Sementara Persmin dengan Ultrasnya yang militan.
Amatan Tribunmanado.com, suasana menjadi meriah berkat aksi kreatif kedua suporter.
Suporter Persmin yang menempati tribun selatan tampil dengan totalitas tertinggi.
Mereka bernyanyi sepanjang pertandingan.
Nyaris tak putus.
Berpakaian hitam-hitam, para Ultras ini dipimpin seorang Capo yang mengenakan baju Kabasaran.
Yang luar biasa, meski kalah, tapi para suporter tetap full support.
Mereka tetap bernyanyi, memberikan aplaus pada tim yang telah berjuang mati matian.
Sementara suporter Persma yang menempati area utara juga tak kalah meriah.
Mereka tampil dengan band serta bendera.
Rekor Pertemuan Persmin Minahasa dan Persma Manado
Mimpi buruk bagi Persmin Minahasa datang di menit akhir.
Gol Irgi Panigoro di menit-menit akhir pertandingan, membuat tim berjuluk Manguni Makasiouw itu takluk dari saudara tuanya Persma Manado dengan skor 1-0 dalam lanjutan Liga 4 Piala Gubernur Sulut, Kamis (9/4/2026) di Stadion Klabat Manado, Sulawesi Utara.
Hasil itu membuat Persmin otomatis tersingkir dalam turnamen itu.
Kekalahan pahit Persmin lebih disebabkan kelengahan lini belakang.
Kurangnya koordinasi antara bek dan kiper membuat bola dapat dicuri Irgi dan langsung dikonversi jadi gol.
Hasil ini menambah rekor pertandingan Persma vs Persmin.
Diketahui Persma dan Persmin sempat berlaga di Divisi Utama Liga Indonesia.
Catatan Tribunmanado.com, dalam pertandingan di Lapangan Maesa Tondano kala itu, Persmin merontokkan Persma Manado dengan skor 4-1.
Salah satu pencetak gol adalah Osvaldo Moreno.
Mundur beberapa tahun sebelumnya, Persma mencukur Persmin dengan skor 4-1 di Stadion Klabat.
Kala itu Persma adalah tim Dream Team dengan diperkuat pemain macam Rodrigo Araya, Fouda Ntsama, Feliks Lasut serta Onana Jules.
Sedang Persmin kala itu masih di kasta kedua Liga Indonesia.
Kedua tim ini memang menjadi wajah sepakbola Sulut selama beberapa dekade.
Persma pernah jadi tim yang sangat disegani di Indonesia Timur.
Sedang Persmin pernah masuk semi final Liga Indonesia.
Jalannya Pertandingan
Pertandingan antara Persma Manado kontra Persmin Minahasa berlangsung sengit di Stadion Klabat Manado, Kamis (9/4/2026).
Pada babak pertama, kedua tim tampil dengan tempo permainan yang cenderung pelan, namun tetap saling melancarkan serangan.
Persma Manado dan Persmin Minahasa sama-sama berupaya membuka keunggulan sejak awal laga.
Dari kubu Persma Manado, Riandy Subuh tampil agresif menekan lini pertahanan lawan.
Sejumlah peluang berhasil diciptakan, namun belum mampu dikonversi menjadi gol.
Peluang emas juga didapatkan gelandang Persma, Heri Lontoh, yang sudah berada di depan gawang.
Sayangnya, penyelesaian akhirnya belum membuahkan hasil.
Sementara itu, Persmin Minahasa memberikan perlawanan lewat gelandang andalan Vano Sumalah.
Ia beberapa kali mengancam melalui tembakan jarak jauh dan eksekusi tendangan bebas, namun masih mampu diamankan oleh kiper Persma, Kaicen.
Memasuki babak kedua, Persma Manado akhirnya berhasil memecah kebuntuan.
Gol kemenangan dicetak oleh penyerang Irgi Panigoro yang sukses memanfaatkan peluang di depan gawang di Menit-menit terakhir.
Gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta dalam pertandingan ini, sekaligus memastikan kemenangan tipis 1-0 bagi Persma Manado.
Dengan hasil ini, Persma Manado berhasil melangkah ke fase selanjutnya, sementara Persmin Minahasa harus tersingkir dari ajang Liga 4 Piala Gubernur Sulawesi Utara.
(TribunManado.co.id/Art)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK