Tribunlampung.co.id, Makassar - Bikin heboh, aksi nekat nekat sejumlah pria di Sulawesi minum oli, hingga viral di media sosial dan langsung mendapat sorotan dari berbagai pihak.
Tak hanya soal ancaman kesehatan, namun ternyata ada larangan tegas atas tindakan tak masuk akal tersebut.
Dokter di Indonesia menyinggung soal ancaman serius bagi kesehatan, termasuk juga larangan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), karena dianggap membahayakan diri.
Dikutip dari Tribunnews.com, dalam video yang beredar luas, terlihat seorang pria menuangkan cairan dari sebuah kaleng oli ke tutup botol. Lantas, ia meminum cairan tersebut, tanpa rasa ragu dan takut.
Dijelaskan dalam unggahan video di akun Instagram @info_jabodetabek, beberapa orang juga melakukan hal sama.
Baca juga: Berbagai Penanganan Medis Tak Menolong Balita Minum Oli Bekas, Tewas 4 Jam Dirawat
Mereka meminum cairan oli. Kejadian tersebut, dikabarkan berada di Makassar, Sulawesi Selatan.
"Lima pria di Makassar menjadi sorotan setelah nekat meminum oli mesin karena meyakini cairan tersebut dapat menyembuhkan penyakit bisa untuk obat," keterangan dalam postingan @info_jabodetabek, seperti dikutip Tribunnews pada Kamis ((/4/2026).
Belakangan, diketahui video viral tersebut terjadi di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.
Merespons hal tersebut, Dokter umum Indonesia sekaligus edukator kesehatan, yakni dr. Adam Prabata, menyinggung soal efek paling berbahaya akibat menelan cairan oli.
Dokter Adam Prabata dikenal sebagai influencer medis, dan peneliti di bidang kardiologi, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI).
Ia tercatat pernah meraih gelar PhD di bidang Medical Sciences dari Kobe University, Jepang.
Dikutip dari Tribun-Medan.com, dr. Adam menilai, efek menelan oli yakni bisa menyebabkan pneumonitis.
Pneumonitis adalah peradangan pada jaringan paru-paru, khususnya kantung udara kecil (alveoli), yang sering disebabkan oleh iritan bukan infeksi menular seperti pneumonia.
Pneumonitis sering dipicu reaksi alergi atau hipersensitivitas terhadap debu organik, bahan kimia, atau zat iritan udara.
"Kondisi ini menyebabkan peradangan paru berat dan dapat berujung hingga kematian," tulis dr Adam Prabata di akun media sosial miliknya @adamprabata, dilihat pada Selasa (7/4/2026).
Ia menambahkan, efek samping yang paling sering akibat minum oli adalah diare.
Selain itu, menurut dr. Adam, minum oli juga dapat menyebabkan akumulasi logam berat dalam tubuh yang dapat berujung pada keracunan logam berat bila terjadi dalam jangka panjang, stress oksidatif, hingga peningkatan risiko kanker.
Apa yang disampaikan dr Adam Prabata juga pernah dimuat dalam laporan dari Poison Control. Disebutkan, jika oli tertelan dan masuk ke paru-paru, dampaknya bisa sangat fatal.
Adapun paparan jangka panjang juga meningkatkan risiko kanker, gangguan reproduksi, dan kerusakan organ vital lainnya.
Hal yang sama juga disampaikan Direktur RSUD Sinjai, dr Kahar Anies. Ia menegaskan, oli sama sekali tidak aman dikonsumsi.
“Oli bukan untuk dikonsumsi dan sangat berbahaya bagi kesehatan,” ucapnya.
Menurutnya, paparan oli ke dalam tubuh dapat menimbulkan iritasi pada mulut, tenggorokan, hingga lambung.
Konsumsi oli pun berpotensi merusak organ vital seperti hati dan ginjal.
Lantas, jika cairan masuk ke saluran pernapasan, dapat menimbulkan gangguan serius. Bahkan berisiko menyebabkan kematian, dilansir Tribun-Timur.com.
Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan merespons kejadian yang viral di Sulawesi tersebut.
Oli yang dapat berpengaruh pada kesehatan manusia itu, dinilai hukumnya haram.
Sekretaris MUI Sulawesi Selatan Prof Muammar Bakry, menjelaskan oli bukanlah minuman.
“Oli itu bukan minuman manusia dan dipastikan ada pengaruh dalam kesehatan, itu hukumnya haram. Artinya, minum oli itu haram karena bukan minuman,” katanya di Makassar, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, oli merupakan bahan khusus kendaraan. Namun jika diminum layaknya minuman biasa, akan berdampak buruk dan merusak kesehatan sehingga hukumnya haram.
Perilaku meminum oli dengan dalih untuk penguatan stamina tersebut, dapat berdampak negatif.
Selain merusak kesehatan, juga berpotensi ditiru orang lain lantaran diunggah di media sosia.
Muammar pun menegaskan, minum oli itu berbahaya dari segi kesehatan.
“Apalagi, kalau misalnya dianggap bisa meningkatkan stamina dan kalau itu ditonton, kemudian diikuti oleh orang, ini berbahaya,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut Muammar, dalam ajaran agama tidak dianjurkan meminum sesuatu yang sifatnya lebih banyak mudaratnya. Sebab, dapat berpengaruh terhadap kesehatan, termasuk mengunggah sesuatu konten yang negatif.
Pihak MUI Sulsel pun mengimbau pihak yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi atas perbuatannya.
“Jadi berbahaya bagi yang memberikan contoh. Berbahaya juga yang memviralkan. Saya selaku pengurus MUI Sulsel menyampaikan bahwa ini tidak layak untuk dijadikan contoh."
"Karena itu, sebaiknya yang memberikan contoh dalam video itu segera mengklarifikasi,” ungkap Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali ini.