Di Tengah Ketegangan Global, Presiden Macron Temui Paus Leo XIV di Vatikan
Ryan Nong April 10, 2026 12:19 AM

 

POS-KUPANG.COM, PARIS -- Presiden Perancis Emmanuel Macron dijadwalkan bertemu Paus Leo XIV di Vatikan pada Jumat (10/4/2026). Pertemuan itu merupakan pertama kalinya bagi kedua pemimpin itu.

Adapun pertemuan tersebut berlangsung di tengah dinamika geopolitik global, termasuk konflik Iran, yang sebelumnya telah dikritik oleh kedua pemimpin.

Macron tiba di Roma pada Kamis (9/4/2026) untuk kunjungan resmi yang sepenuhnya difokuskan pada audiensi dengan Paus.

Baca juga: Topan Chido: Presiden Macron Janji Bangun Kembali Mayotte dari Kehancuran

Dikutip dari Kompas yang melansir AFP, Kunjungan ini tidak mencakup agenda pertemuan dengan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni.

Agenda pertemuan Macron dan Paus Leo XIV

Macron dijadwalkan bertemu Andrea Riccardi pada Kamis malam, pendiri komunitas Katolik Sant’Egidio.

Komunitas tersebut dikenal sebagai jalur diplomasi informal Takhta Suci dalam isu perdamaian dan kemanusiaan. Pertemuan utama akan berlangsung pada Jumat pagi di Istana Apostolik Vatikan.

Istana Elysee menyebut audiensi tersebut sebagai “kunjungan republik dan sekuler”.

Kedua pemimpin akan membahas berbagai isu global, termasuk konflik internasional, regulasi kecerdasan buatan, perubahan iklim, dan persoalan kemanusiaan.

Topik kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intelligence) menjadi perhatian khusus Paus Leo XIV.

Hubungan awal dan dinamika baru

Pertemuan ini menjadi audiensi kepausan keempat bagi Macron setelah sebelumnya bertemu Paus Fransiskus pada 2018, 2021, dan 2022.

Macron dan Paus Leo XIV sebelumnya telah berkomunikasi melalui telepon pada Mei 2025. Percakapan tersebut terjadi tidak lama setelah Robert Francis Prevost terpilih sebagai Paus.

Macron menyampaikan ambisinya untuk menggabungkan upaya pengentasan kemiskinan dengan perlindungan lingkungan.

Gaya komunikasi Macron diperkirakan akan menyesuaikan dengan karakter Paus Leo XIV.

Paus Leo XIV dikenal memiliki pendekatan yang lebih tenang dan terukur dibandingkan Paus Fransiskus.

Pertukaran intelektual di tengah geopolitik global

Pakar Vatikan Marco Politi menilai pertemuan tersebut bukan sekadar agenda diplomatik. Ia menyebut pertemuan ini sebagai “pertukaran intelektual pribadi” antara dua pemimpin dunia

Kondisi global saat ini dinilai penuh ketegangan akibat kebijakan Amerika Serikat dan perang di Iran. Macron dan Paus Leo XIV dipandang memiliki visi untuk membangun kembali tatanan internasional berbasis aturan.

Paus Leo XIV dalam beberapa pekan terakhir juga lebih vokal mengkritik kebijakan luar negeri Presiden AS Donald Trump. Ancaman terhadap Iran disebut sebagai tindakan yang “tidak dapat diterima”.

Macron juga menunjukkan ketegangan dengan Trump dalam beberapa kesempatan.

Isu kemanusiaan dan diplomasi sensitif

Macron kemungkinan akan membahas kasus jurnalis Perancis Christophe Gleizes. Gleizes diketahui dipenjara di Aljazair sejak Juni 2025.

Aljazair menjadi salah satu tujuan kunjungan Paus Leo XIV setelah agenda di Vatikan. Isu lain yang berpotensi dibahas mencakup eutanasia dan bunuh diri yang dibantu.

Vatikan menegaskan kedua praktik tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kehidupan manusia. Perdebatan mengenai isu tersebut masih berlangsung di Perancis.

Undangan resmi dan isu gereja di Perancis

Macron juga diperkirakan akan mengundang Paus Leo XIV untuk berkunjung ke Perancis. Delegasi Macron turut melibatkan tokoh dari komisi penyelidikan pelecehan seksual di gereja Perancis.

Laporan komisi pada 2021 mengungkap skala pelecehan sistemik dalam institusi gereja. Paus Fransiskus sebelumnya tidak secara resmi menerima komisi tersebut.

Paus Fransiskus juga tidak pernah melakukan kunjungan kenegaraan ke Perancis. Ia hanya mengunjungi Strasbourg, Marseille, dan Ajaccio tanpa agenda kenegaraan. Paus Fransiskus bahkan menolak menghadiri pembukaan kembali Katedral Notre Dame pada 2024. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.