Delegasi Sabah Sebut Kolaborasi Blue Economy dengan Kaltara Perkuat Jalur Dagang di Perbatasn
Cornel Dimas Satrio April 09, 2026 11:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Kerja sama lintas batas bertajuk Cross Regional Blue Economy Initiative antara Sabah, Malaysia, dan Kalimantan Utara kini terus dipacu.

Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya menjaga ekosistem laut, tetapi juga menjadi kunci utama dalam memperkuat konektivitas perdagangan di wilayah perbatasan.

Delegasi Kerajaan Negeri Sabah, Datuk Haji Datu Rosmandi bin Datu Sulai, menegaskan kolaborasi ini merupakan peluang emas bagi kedua negara.

Fokus utamanya adalah memperkokoh sektor kelautan dengan tetap mengedepankan prinsip ramah lingkungan.

Baca juga: Kolaborasi Kaltara–Sabah, Akademisi UI Dorong Maksimalkan Potensi Karbon Biru

"Kita melihat potensi besar di kawasan perbatasan laut antara Sabah dan Indonesia. Melalui inisiatif ekonomi biru ini, kita ingin memastikan pemanfaatan sumber daya laut dilakukan secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir," ungkap Rosmandi usai menghadiri agenda tanam mangrove di Desa Tepian, Kecamatan Sembakung, Nunukan, Rabu (8/4/2026).

Konsep Blue Economy ini, kata dia, membawa misi luas yang mencakup pelestarian ekosistem, pengembangan pariwisata bahari, hingga peningkatan kapasitas bagi nelayan dan pelaku usaha lokal di perbatasan Kaltara-Sabah. Lebih jauh, kerja sama ini membuka keran investasi pada sektor perikanan dan budidaya laut yang modern.

"Kita berharap adanya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah di Kalimantan Utara dengan Sabah, sehingga program-program yang dijalankan dapat saling mendukung dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," jelasnya.

Salah satu poin krusial dalam inisiatif ini adalah penguatan konektivitas dan jalur perdagangan laut.

Hal ini dinilai mendesak untuk memperlancar distribusi hasil laut yang selama ini menjadi penggerak ekonomi utama di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.

Pemerintah Sabah menyatakan komitmen penuh untuk menjaga jalur komunikasi dan koordinasi yang intens dengan pihak Indonesia. Tujuannya, agar implementasi program di lapangan dapat berjalan efektif dan memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan.

Inisiatif Blue Economy lintas batas ini diharapkan mampu menjadi model kerja sama regional yang solid. 
Dengan mengintegrasikan kepentingan ekonomi dan kelestarian alam, hubungan bilateral antara Malaysia dan Indonesia, khususnya di wilayah perbatasan Kaltara-Sabah, diprediksi akan semakin erat.

(*)

Penulis : Desi Kartika Ayu

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.