Baru Dimulai, Iran Sudah Tuduh AS Langgar Gencatan Senjata
Ryan Nong April 09, 2026 11:19 PM

POS-KUPANG.COM, TEHERAN -- Gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) bersama sekutunya Israel dan Iran baru saja dimulai pada Rabu (8/4/2026). 

Namun, Iran mendapati bahwa Amerika Serikat (AS) telah melanggar kesepakatan gencatan senjata. Adapun proposal gencatan senjata yang disetujui Presiden Donald Trump berisi 10 poin kesepakatan. 

Pemimpin Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf menuduh AS telah melanggar kesepakatan gencatan senjata dua pekan.

Baca juga: 10 Poin Tuntutan Iran yang disepakati Trump dalam Proposal Gencatan Senjata Dua Pekan

Menurut Ghalibaf ada tiga poin dari proposal 10 poin gencatan senjata Iran yang dilanggar AS, salah satunya berlanjutnya serangan Israel ke Lebanon.

“Ketidakpercayaan mendalam yang kita miliki terhadap Amerika Serikat berakar dari pelanggaran berulang-ulang terhadap segala bentuk komitmen, sebuah pola yang sayangnya telah terulang kembali,” tulis Ghalibaf di media sosial X dikutip dari CNBC pada Rabu (8/4/2026).

Selain serangan ke Israel ke Lebanon, poin lain yang dilanggar adalah masuknya drone AS ke wilayah udara Iran. Serta penyangkalan hak Iran untuk memperkaya uraniumnya.

“Dalam situasi seperti ini, gencatan senjata bilateral atau negosiasi tidak masuk akal,” ujar Ghalibaf.

AS membela diri atas tuduhan Iran, lewat Wakil Presiden JD Vance dalam perjalanannya ke Hungaria. “Gencatan senjata selalu rumit,” kata Vance menanggapi dugaan pelanggaran wilayah udara Iran oleh drone.

Ia juga menegaskan posisi AS adalah bahwa Iran tak dapat memperkaya Uranium. Selain itu, ia juga berdalih gencatan senjata yang meluas ke Lebanon tak pernah menjadi bagian dari perjanjian.

“Jika Iran ingin membiarkan negosiasi ini gagal dalam konflik di mana mereka dihantam habis-habisan terkait Lebanon, yang tidak ada hubungannya dengan mereka dan yang tidak pernah sekalipun dikatakan Amerika Serikat sebagai bagian dari gencatan senjata, itu pada akhirnya adalah pilihan mereka,” ucap Vance.

Namun, dilansir dari Associated Press, saat kesepakatan dilakukan, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif mengatakan di postingan media sosial, bahwa gencatan senjata juga berlaku di tempat lain, termasuk Lebanon dan lainnya.

Pakistan sendiri berperan sebagai mediator pada gencatan senjata antara Iran dan AS-Israel. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.