SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mendorong kolaborasi antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kelurahan Gedongan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.
Di Kota Mojokerto terdapat 13 SPPG yang menyuplai program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan 2 di antaranya berstatus disuspensi operasional belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Baca juga: Wali Kota Ning Ita Datangi Sejumlah SPPG Kota Mojokerto : Pastikan Program MBG Tetap Berkualitas
Ning Ita sapaan Wali Kota Mojokerto, mengatakan, keberadaan KKMP seharusnya dapat memanfaatkan peluang dengan menjadi Mitra strategis dari dapur MBG.
"Kebutuhan bahan baku dari setiap SPPG sangat besar, jika 1 dapur melayani 2.000 porsi per/hari, dengan belanja Rp8.000 per porsi. Artinya, SPPG mengeluarkan Rp 160 juta per hari untuk belanja bahan makanan," ujar Ning Ita diacara sosialisasi memperkuat KKMP di Kelurahan Gedongan, Kamis (9/4/2026).
Menurut Ning Ita, KKMP dapat memulai menjalin kemitraan dengan SPPG yakni dengan mekanisme kerja sama menjadi bagian rantai pasok kebutuhan pangan dengan skala besar.
"Kalau KKMP bisa mengambil 10–15 persen saja (Mitra MBG), sudah menjadi peluang omzet yang sangat besar," jelasnya.
Ia mengungkapkan, sinergi antara SPPG dan KKMP diharapkan terwujud yang berdampak pada membangun ekosistem ekonomi sirkuler.
Sehingga, perputaran ekonomi terjadi di daerah dengan memberikan manfaat langsung pada masyarakat Kota Mojokerto.
Ning Ita juga menginstruksikan Camat dan Lurah untuk memfasilitasi kerja sama antar lembaga, termasuk pembagian peran antar KKMP tersebut.
"Karena tujuan utama program ini adalah membangun ekonomi kerakyatan yang kuat, koperasi menjadi penggerak utama bukan hanya ramai di awal tetapi berkelanjutan dan terus berkembang," pungkas Wali Kota Ning Ita.
Di sisi lain, Ning Ita mengapresiasi progres KKMP Gedongan menunjukkan peningkatan omzet cukup signifikan.
Saat ini, KKMP Gedongan mencapai omzet Rp 24 juta dalam kurun waktu 3 bulan dibandingkan tahun 2025 lalu hanya Rp 8 juta.
"Peningkatan ini harus terus diperkuat, dengan memperluas partisipasi masyarakat sebagai anggota koperasi maupun konsumen," tukasnya. (don).