SURYA.CO.ID, SURABAYA - Aksi begal motor sadis menimpa seorang siswa SMP berinisial FS (15) di kawasan Jalan Rangkah Gang 2, Surabaya, Jawa Timur (Jatim) pada Rabu (8/4/2026) malam.
Korban yang merupakan warga Tambaksari ini tidak hanya kehilangan harta benda, tetapi juga sempat disekap dan dianiaya oleh komplotan pelaku berjumlah empat orang.
Peristiwa bermula saat FS melintasi lokasi kejadian sekitar pukul 21.00 WIB. Tiba-tiba, motornya dihentikan paksa oleh dua motor yang ditumpangi empat pelaku.
Kakak korban, Fahmi (25), menceritakan bahwa adiknya sempat dibawa paksa ke kawasan Jalan Kusuma Bangsa hingga ke belakang Mal Grand City.
Selama dalam perjalanan, FS dipaksa duduk di tengah bangku boncengan motornya sendiri yang telah diambil alih oleh pelaku.
Setelah merasa aman, para pelaku menurunkan korban di pinggir jalan kawasan Jalan Kusuma Bangsa dan langsung tancap gas melarikan diri.
Akibat kejadian ini, korban kehilangan motor Honda Vario 150 New hitam doff bernopol L 2141 AAG, STNK, dan sebuah ponsel dengan total kerugian mencapai Rp25 juta.
Berdasarkan keterangan saksi dan korban, berikut ciri-ciri pelaku begal tersebut:
Seorang saksi di lokasi yang merupakan kurir paket, Anis Satria Aminardi (33), mengaku sempat berpapasan dengan para pelaku yang melaju kencang di tikungan Jalan Pandan.
Firasat Anis muncul saat melihat gelagat aneh para pemotor tersebut, yang kemudian disusul teriakan minta tolong dari korban FS.
"Kok dari luar mau masuk ke Jalan Pandan itu posisinya gasnya itu agak kenceng dikit para pelaku. Nah, dari situ saya firasat ini kok aneh orangnya ini kayak gelagatnya aneh," ujar Anis.
Anis bersama dua rekan sesama kurir sempat membawa korban untuk mengejar pelaku ke arah Jalan Slamet hingga Jalan Gubeng Pojok, namun kehilangan jejak.
Kanit Reskrim Polsek Genteng, Iptu Vian Wijaya, membenarkan adanya laporan terkait dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan tersebut.
"Sudah laporan. Mohon waktu kami masih melakukan penyelidikan dan olah TKP," ujar Iptu Vian saat dikonfirmasi.
Kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) di Surabaya seringkali menyasar pengendara motor di jalur-jalur yang minim penerangan pada malam hari. Berdasarkan data kepolisian, wilayah perbatasan antar-kecamatan sering menjadi titik rawan, karena memudahkan pelaku melarikan diri lintas wilayah.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada saat berkendara sendirian di malam hari. Hindari melewati gang sepi atau jalur gelap.
Jika merasa diikuti oleh orang mencurigakan, segera arahkan kendaraan ke kantor polisi terdekat atau tempat keramaian, dan hubungi layanan darurat Command Center 112.