Viral Pelajar SMP Surabaya Dibegal 4 Orang, Ditodong Pisau dan Motor Vario Raib
Cak Sur April 09, 2026 11:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Aksi begal motor sadis menimpa seorang siswa SMP berinisial FS (15) di kawasan Jalan Rangkah Gang 2, Surabaya, Jawa Timur (Jatim) pada Rabu (8/4/2026) malam.

Korban yang merupakan warga Tambaksari ini tidak hanya kehilangan harta benda, tetapi juga sempat disekap dan dianiaya oleh komplotan pelaku berjumlah empat orang.

Peristiwa bermula saat FS melintasi lokasi kejadian sekitar pukul 21.00 WIB. Tiba-tiba, motornya dihentikan paksa oleh dua motor yang ditumpangi empat pelaku.

Kronologi Penyekapan dan Penganiayaan Korban

Kakak korban, Fahmi (25), menceritakan bahwa adiknya sempat dibawa paksa ke kawasan Jalan Kusuma Bangsa hingga ke belakang Mal Grand City.

Selama dalam perjalanan, FS dipaksa duduk di tengah bangku boncengan motornya sendiri yang telah diambil alih oleh pelaku.

  • Wajah dan tubuh korban dipukuli hingga mengalami luka memar di area pipi, pelipis dan punggung.
  • Korban ditodong pisau di bagian perut agar tidak berteriak meminta bantuan warga.
  • Pelaku mengancam akan menusuk korban jika nekat melakukan perlawanan.

Setelah merasa aman, para pelaku menurunkan korban di pinggir jalan kawasan Jalan Kusuma Bangsa dan langsung tancap gas melarikan diri.

Ciri-ciri Pelaku dan Kerugian Korban

Akibat kejadian ini, korban kehilangan motor Honda Vario 150 New hitam doff bernopol L 2141 AAG, STNK, dan sebuah ponsel dengan total kerugian mencapai Rp25 juta.

Berdasarkan keterangan saksi dan korban, berikut ciri-ciri pelaku begal tersebut:

  • Berjumlah 4 orang menggunakan pakaian dan jaket serba hitam.
  • Mengendarai motor Scoopy merah, PCX hitam, dan Vario hitam.
  • Pelat nomor kendaraan pelaku sengaja ditutup untuk menghindari identifikasi.

Seorang saksi di lokasi yang merupakan kurir paket, Anis Satria Aminardi (33), mengaku sempat berpapasan dengan para pelaku yang melaju kencang di tikungan Jalan Pandan.

Firasat Anis muncul saat melihat gelagat aneh para pemotor tersebut, yang kemudian disusul teriakan minta tolong dari korban FS.

"Kok dari luar mau masuk ke Jalan Pandan itu posisinya gasnya itu agak kenceng dikit para pelaku. Nah, dari situ saya firasat ini kok aneh orangnya ini kayak gelagatnya aneh," ujar Anis.

Anis bersama dua rekan sesama kurir sempat membawa korban untuk mengejar pelaku ke arah Jalan Slamet hingga Jalan Gubeng Pojok, namun kehilangan jejak.

Penjelasan Pihak Kepolisian

Kanit Reskrim Polsek Genteng, Iptu Vian Wijaya, membenarkan adanya laporan terkait dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan tersebut.

"Sudah laporan. Mohon waktu kami masih melakukan penyelidikan dan olah TKP," ujar Iptu Vian saat dikonfirmasi.

Kewaspadaan Kriminalitas Jalanan di Surabaya

Kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) di Surabaya seringkali menyasar pengendara motor di jalur-jalur yang minim penerangan pada malam hari. Berdasarkan data kepolisian, wilayah perbatasan antar-kecamatan sering menjadi titik rawan, karena memudahkan pelaku melarikan diri lintas wilayah.

Imbauan untuk Pembaca

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada saat berkendara sendirian di malam hari. Hindari melewati gang sepi atau jalur gelap.

Jika merasa diikuti oleh orang mencurigakan, segera arahkan kendaraan ke kantor polisi terdekat atau tempat keramaian, dan hubungi layanan darurat Command Center 112.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.