SURYA.CO.ID MALANG - Kota Malang kembali mencuri perhatian di kancah internasional.
Kali ini datang dari dunia otomotif kustom, melalui karya modifikator lokal, Vulla Hendrata, yang sukses membawa pulang penghargaan dari ajang bergengsi di Jepang.
Motor kustom garapannya yang diberi nama 'Arjuno' tampil dalam Yokohama Hot Rod Custom Show 2025.
Sebuah kompetisi modifikasi kelas dunia yang dikenal memiliki kurasi sangat ketat.
Tak hanya sekadar tampil, Arjuno berhasil meraih Cool Picks Award, penghargaan pilihan langsung dari tokoh kustom ternama Jepang, Shigeharu 'Shige' Sato.
Baca juga: Gathering Team AEROX Kembali Hebohkan Jakarta, Ada Kontes Modifikasi Yamaha Aerox Hingga Night Ride
Arjuno akhirnya diperkenalkan kepada publik Indonesia melalui kegiatan spesial bertajuk 'Sebuah Perayaan ‘Arjuno’ Pulang ke Malang! Kita Usahakan #ModifAjaDulu' yang digelar di Malang pada Rabu (8/4/2026).
Acara ini diselenggarakan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) bersama PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim), sebagai bentuk apresiasi kepada Vulla Hendrata dari Ultimate Custom, yang merupakan pemenang Honda Modif Contest 2025 asal Malang.
Arjuno merupakan karya modifikasi Vulla yang menjadi bagian dari Honda Dream Ride Project, sebuah proyek modifikasi eksklusif bagi tiga National Champion Honda Modif Contest 2025.
Kehadiran Vulla Hendrata menjadi bukti bahwa talenta modifikator daerah mampu bersaing di level nasional sekaligus mendapatkan apresiasi melalui program berkelanjutan dari Honda.
"Ini pengalaman yang nggak tergantikan. Kesempatan tampil di level dunia seperti itu nggak mudah dan nggak sering datang," kata Vulla.
Menariknya, Arjuno bukan sekadar motor kustom biasa. Skuter berbasis Honda Stylo ini disebut menjadi skuter pertama yang tampil di ajang tersebut selama 33 tahun penyelenggaraan.
Hal ini menjadi pencapaian tersendiri, mengingat dominasi motor bergaya klasik dan besar di event tersebut.
Vulla mengungkapkan, proyek Arjuno bermula dari hadiah yang ia terima setelah menjuarai Honda Modif Challenge 2024.
Dari situ, ia mendapatkan unit Stylo sekaligus kesempatan mengikuti program Honda Dream Ride Project dengan dukungan penuh, termasuk anggaran modifikasi.
"Dari situ saya bebas eksplor mau dibikin seperti apa. Akhirnya lahirlah Arjuno ini," jelasnya.
Proses pengerjaan motor tersebut memakan waktu sekitar empat bulan, hingga akhirnya rampung dan lebih dulu dipamerkan di Kustomfest Yogyakarta sebelum diberangkatkan ke Jepang.
Arjuno mengusung konsep Neo Board Tracker, yakni gaya balap klasik era 1920–1940-an yang dipadukan dengan sentuhan teknologi modern.
“XBoard Tracker itu gaya lama, tapi saya padukan dengan ‘neo’, jadi tetap ada teknologi sekarang seperti LED dan sistem injeksi. Nggak terlalu old," paparnya.
Gaya tersebut juga menjadi ciri khas Vulla yang telah ia tekuni selama lebih dari satu dekade di dunia modifikasi.
Vulla bukan nama baru di dunia kustom nasional.
Selama 11 tahun berkarya, ia mengaku hampir setiap tahun berhasil meraih juara di Kustomfest, salah satu ajang kustom terbesar di Indonesia.
Konsistensi itulah yang akhirnya membuka jalan hingga panggung internasional.
Di Jepang, ia tergabung dalam tim Indonesia Attack bersama empat motor lainnya yang mewakili Tanah Air.
Tak hanya Arjuno, motor lain dari Indonesia juga mencatat prestasi.
Salah satunya karya dari Jakarta yang meraih penghargaan kategori Best Domestic Motorcycle.
Untuk membangun Arjuno, Vulla mengaku menghabiskan dana sekitar lebih dari Rp 50 juta.
Namun, hasil yang didapat jauh melampaui nilai materi.
'Yang jelas pengalaman dan kebanggaan bisa bawa nama Indonesia, khususnya Malang, ke dunia," tuturnya.
Sementara itu, Suhari, Marketing Communication & Development Division Head MPM Honda Jatim, menambahkan kehadiran modifikator asal Malang sebagai bagian dari Honda Dream Ride Project menjadi kebanggaan tersendiri dan diharapkan dapat memotivasi generasi muda lainnya.
Acara semakin meriah dengan kehadiran Sal Priadi serta penampilan komunitas kreatif seperti Nguber Drummer.
Para pengguna Honda Stylo pun mendapatkan kesempatan untuk bertemu langsung dengan modifikator berprestasi serta melihat lebih dekat hasil karya modifikasi yang inspiratif. (Rifky Edgar)