Sosok Fathina Almahira Sakhi, Siswi Fajar Harapan Banda Aceh Amankan 12 LoA Lolos Kampus Luar Negeri
Eddy Fitriadi April 10, 2026 01:03 AM

 

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Aceh. Sebanyak 15 siswa SMAN 10 Fajar Harapan (Farhan) Banda Aceh berhasil meraih Letter of Acceptance (LoA) atau diterima menjadi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ternama di dunia. 

Salah satunya Fathina Almahira Sakhi, berhasil mengamankan 12 LoA dari universitas luar negeri serta, satu LoA dari dalam negeri.

Anak dari pasangan Prof Aliasuddin PhD dan Nanda Rahmi SE MSi kelahiran Bireuen, April 2008 dan tinggal di Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh itu, diterima di kampus Wageningen University & Research, The University of Queensland, Deakin University, Brunel University London, Curtin University, Charles Darwin University, Bond University, Flinders University, University of Wollongong, Coventry University, Macquarie University, University of Tasmania, dan IPB University.

Sang ibu, Nanda Rahmi, membeberkan bagaimana perjuangan putrinya hingga diterima di 12 kampus internasional, dan satu kampus dalam negeri.

Ia bercerita, Mahira mempersiapkan diri untuk kuliah di Perguruan Tinggi Luar Negeri (PTLN) sejak kelas X (1 SMA). Persiapan akademiknya dari nilai raport, kemudian terkait bahasa, sudah mulai dilatih sejak awal masuk SMA.

“Sejak awal memang mau kuliah ke luar negeri dan sudah mempersiapkan diri. Jadi saat tes IELTS, dia bisa lolos dengan nilai tinggi,” ungkap Nanda saat dihubungi Serambi, Kamis (9/4/2026).

Ia mengungkapkan, sebelumnya Mahira juga membangun portofolio dengan fokus di beberapa lomba karya tulis ilmiah, seperti esai tingkat daerah sampai nasional.

“Mahira juga terlibat joint research dengan beberapa dosen kampus luar negeri, kontribusi risetnya ada yang dipublikasi di jurnal nasional dan jurnal internasional bereputasi (scopus),” ungkap Nanda.

Di sisi lain, Mahira selama di SMA terlibat berbagai kegiatan pengabdian masyarakat, dan  komunitas-komunitas yang fokus pada kegiatan lingkungan.

Misalnya, kegiatan rehabilitasi beberapa wilayah pesisir dengan penanaman mangrove. Kegiatan sosial seperti ini yang diminta beberapa kampus luar untuk masuk dalam pengalaman leadershipnya.

Kemudian sang anak juga sempat menjadi relawan Satgas Senyar USK waktu banjir November-Dersember 2025 lalu.

Saat ditanya ke kampus mana Mahira akan melabuhkan pilihan, sang ibu menjelaskan masih menunggu seleksi Beasiswa Garuda, karena SMAN 10 Fajar Harapan masuk program Sekolah Garuda Transformasi.

“Mahira termasuk yang eligible (layak/memenuhi syarat) untuk ikut seleksi Beasiswa Garuda, maka pilihan kampusnya nanti ke mana yang lolos di beasiswa, intinya di PTLN yang masuk 100 besar dunia indeks Times Higher Education,” tutup sang ibu.

Baca juga: VIDEO - SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh Jadi  Sekolah Garuda Transformasi

Sementara Kepala SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh, Dr Anwar SPd MEd, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, berhasil meraih LoA dari berbagai perguruan tinggi ternama di dunia, menunjukkan kualitas pendidikan daerah mampu bersaing di tingkat global. 

Capaian ini menjadi semakin istimewa karena para siswa tidak hanya diterima di satu universitas, tetapi juga memperoleh multiple LoA dari kampus-kampus unggulan di berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia, Singapura, Belanda, Malaysia, dan Hong Kong.

Menurutnya, prestasi ini mencerminkan kualitas akademik, dedikasi, serta daya saing global siswa Aceh dalam menembus institusi pendidikan tinggi bergengsi di dunia.

“Kami sangat bangga atas pencapaian siswa/siswi kami. Ini membuktikan bahwa siswa/siswi dari Aceh mampu bersaing di tingkat internasional. Dengan kesungguhan, kerja keras, konsistensi, dan dukungan yang tepat, peluang global terbuka lebar bagi generasi muda kita,” ujar Anwar.

Dikatakan, capaian ini menegaskan akses menuju pendidikan tinggi dunia bukanlah hal yang mustahil bagi siswa daerah. Dengan persiapan yang matang, penguasaan bahasa asing, serta pengalaman akademik dan organisasi yang kuat, siswa Indonesia mampu menembus batas geografis dan bersaing secara global.
 
Keberhasilan ini tidak terjadi secara instan. Pihaknya menerapkan pembinaan jangka panjang yang dimulai sejak kelas X. Melalui pendekatan terstruktur, siswa dibekali dengan penguatan akademik, pelatihan bahasa Inggris (IELTS/TOEFL), pendampingan penulisan esai, pengembangan portofolio riset, serta keterlibatan aktif dalam organisasi dan kompetisi internasional.

Strategi ini membentuk profil siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kompetitif di tingkat global.

Sebagai Sekolah Unggul Garuda Transformasi, pihaknya mengembangkan ekosistem pembelajaran yang inovatif, kolaboratif, dan berorientasi global. Siswa didorong untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, komunikasi lintas budaya, serta kesiapan menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks.

“Ke depan, SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh berkomitmen untuk terus mencetak generasi unggul yang berkarakter, berwawasan internasional, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan negara,” pungkasnya.

Selain Fathina Almahira Sakhi, total sebanyak 15 siswa SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh yang berhasil meraih LoA internasional di antaranya, Mohammad Ariel Dhia Asyraaf (University of Toronto, Minnesota University, The University of Queensland, Monash University).

Rafi Hafiz Al Farisi (University of Toronto, UNSW). Iffah Azka Alia (University of Toronto, University of British Columbia). Muhammad Fakhri Althaf (NTU, University of Queensland, Monash University, UNSW). 

Kemudian Muhammad Kafka Farras (University of Queensland, Monash University, UNSW, University of Melbourne, HKUST). Nabil Ghaisan (Monash University). Rakha Murtadha (University of Queensland, Wageningen University). Muhammad Fakhri Al Faruq (HKUST, University of Queensland). Syarifah Ghania Syakil (University of Toronto, NTU).

Azka Alfasa (HKUST, University of Queensland). Cut Aliya Rifahana (RMIT, University of Wollongong). Ahza Khairuzi Iqbal (University of Queensland, Monash University). Fedora Malca (Macquarie University). Gusti Farhan (Monash University).(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.