Drama di BAC 2026 Tiongkok: Ketenangan Bawa Jojo ke Perempat Final, Alwi Tumbang Terjebak Emosi
Budi Sam Law Malau April 10, 2026 01:30 AM

WARTAKOTALIVE.COM -- Gelanggang Ningbo Olympic Sports Center, Cina, menjadi saksi dua nasib berbeda dari pahlawan bulu tangkis Indonesia di babak 16 besar Badminton Asia Championships (BAC) 2026, Kamis (9/4/2026).

Di satu sisi, Jonatan Christie menunjukkan kematangannya sebagai pemain kelas dunia, sementara di sisi lain, Alwi Farhan harus menelan pelajaran pahit tentang pentingnya menjaga stabilitas emosi di atas lapangan.

Jojo dan Strategi "Buta" yang Berbuah Manis

Turun menghadapi wakil Jepang, Yudai Okimoto, Jonatan Christie atau yang akrab disapa Jojo, memastikan tiket delapan besar lewat kemenangan dua gim langsung 21-18, 21-13.

Menariknya, kemenangan ini diraih Jojo dengan kondisi "buta" peta kekuatan lawan.

Baca juga: Melaju ke Perempat Final BAC 2026, Ali/Devin Akui Bangga Bakal Hadapi Ganda Nomor 1 Dunia

Jojo mengakui bahwa ia sempat kesulitan mencari referensi gaya bermain Okimoto.

"Saya bahkan sempat mencari di YouTube, tapi cuplikannya tidak banyak," ungkap Jojo.

Minimnya informasi tersebut memaksa Jojo untuk berpikir cepat dan mengandalkan insting adaptasi sejak menit awal pertandingan.

Meski sempat ada tekanan di gim pertama, ketenangan Jojo menjadi kunci.

Ia tidak membiarkan dirinya terjebak dalam ritme lawan dan justru mampu mendikte permainan di gim kedua.

"Bagi saya, bukan soal diuntungkan atau dirugikan oleh undian, tapi bagaimana cara kita mengatasi lawan di lapangan dalam kondisi apa pun," tegasnya.

Alwi Farhan dan Ujian Mental Melawan Sang "Pemancing"

Hasil kontras dialami oleh tunggal putra muda Indonesia, Alwi Farhan.

Menghadapi unggulan ketujuh asal Jepang, Kodai Naraoka, Alwi harus menyerah dengan skor 16-21, 17-21.

Bukan sekadar teknis, Alwi mengakui kekalahannya kali ini lebih disebabkan oleh faktor non-teknis yakni emosi yang tidak terkontrol.

Naraoka, yang dikenal dengan gaya bermain ulet dan penuh strategi psikologis, berhasil membuat Alwi frustrasi.

"Saya terus tertekan dan beberapa kali terpancing emosi. Dia pandai memainkan strategi yang unik untuk memancing kemarahan lawan," aku Alwi dengan nada menyesal.

Baca juga: Start Lambat dan Tertekan, Dua Ganda Campuran Indonesia Tersingkir di Babak 32 Besar BAC 2026

Bagi Alwi, kekalahan dari Naraoka adalah alarm keras bahwa di level elit Asia, kecerdikan mental sama pentingnya dengan kekuatan fisik.

Meski kecewa, pebulutangkis muda ini berkomitmen untuk menjadikan kegagalan di Ningbo ini sebagai bahan evaluasi besar untuk menguatkan mentalitas bertarungnya di turnamen mendatang.

Menatap Perempat Final

Dengan hasil ini, Jonatan Christie kembali mengulang pencapaiannya tahun lalu dengan menembus babak perempat final BAC.

Sebagai harapan utama Indonesia di sektor tunggal putra yang tersisa, Jojo kini memusatkan fokus untuk menjaga konsistensi fisik dan strategi guna membawa pulang gelar juara dari tanah China.

Sementara itu, bagi Alwi Farhan, perjalanan di Ningbo mungkin berakhir, namun proses pendewasaannya sebagai pemain masa depan baru saja dimulai.

Di panggung sebesar Badminton Asia Championships, setiap poin bukan hanya soal skor, melainkan ujian karakter.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.