TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Irwan Hidayat secara resmi ditunjuk kembali memimpin PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk.
Penunjukan sebagai Direktur Utama tersebut berdasarkan hasil persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Kawasan Agrowisata Sido Muncul Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Kamis (9/4/2026) siang.
Irwan sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Utama Sido Muncul pada periode 2013-2016, yang kemudian digantikan oleh Jonatha Sofjan Hidajat (2016-2018) dan David Hidayat (2018-2026).
Dalam susunan direksi terbaru hasil RUPST 2026, Irwan Hidayat akan didampingi David Hidayat, Maria Reviani, Budiyanto, Darmadji Sidik sebagai direktur.
Baca juga: Kunci Rahasia Bos Sido Muncul Tingkatkan Produktivitas Karyawan: Mereka Harus Bahagia
• Sido Muncul Rilis Iklan Kuku Bima Energi Indonesia-Pesona Labuan Bajo, Terinspirasi Bung Karno
Adapun susunan dewan komisaris, Jonatha Sofjan Hidajat sebagai Komisaris Utama yang kemudian didampingi oleh Johan Hidayat, Sigit Hartojo Hadi Santoso, Venancia Sri Indrijati Wijono sebagai komisaris. Sedangkan komisaris independent diampu oleh Lindawati Gani dan Mohammad Adib Khumaidi.
Irwan mengatakan, dipercayakannya kembali dia untuk memimpin Sido Muncul sebagai bagian dari rencana besar dalam proses transisi atau estafet kepemimpinan untuk generasi berikutnya.
"Saya menjabat kembali Direktur Utama ini sebagai jembatan untuk menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan, mengantar kepada generasi penerus. Ini bagian dari regenerasi yang menjadi fokus kami saat ini."
"Saya dipilih lagi karena mungkin saya yang paling tua (senior) di antara saudara-saudara dalam keluarga pendiri Sido Muncul dan tentunya karena faktor pengalaman operasional selama sekira 59 tahun ini," jelasnya.
Dia tak menampik, pada proses regenerasi ini lebih kompleks lantaran melibatkan sekira 13 anggota keluarga penerus dari lima keluarga. Ini berbeda dengan generasi sebelumnya yang hanya terdiri dari lima bersaudara.
Karenanya, lanjut Irwan, jajaran direksi akan menyiapkan regenerasi ini secara lebih serius. Pembenahan akan dilakukan agar perusahaan semakin sempurna saat diserahkan ke generasi keempat.
"Kami akan siapkan aturan internal. Ada yang perlu diubah agar lebih transparan dan sistematis sebagai pengganti pola komunikasi berbasis kebiasaan yang selama ini dijalankan," jelasnya.
Secara prinsip, dalam waktu setahun ke depan, evaluasi menyeluruh bakal dilakukan mulai dari aspek produksi, standar lingkungan, hingga kesehatan keuangan agar tercapainya status full compliance.
"Prinsipnya, kami akan serahkan perusahaan ini dalam kondisi baik. Jangan sampai pula nanti muncul kesewenang-wenangan yang justru bisa menghancurkan perusahaan," beber Irwan.
Meskipun jabatan dari generasi ketiga akan segera dilepas, Irwan memastikan para pendiri akan tetap mendampingi dan mengawal proses transisi tersebut.
"Saya optimis dan tidak diragukan lagi terhadap kualitas anak dan cucu kami. Mereka punya latar belakang pendidikan yang sangat mumpuni dibandingkan kami di generasi sebelumnya."
"Rata-rata mereka juga sudah berpengalaman, ada yang 15 hingga 25 tahun di bidang keahliannya masing-masing," tandasnya.
Baca juga: 2 Penghargaan Bergengsi Kembali Diraih Sido Muncul: Proper Emas dan Green Leadership Utama 2024
• Bos Sido Muncul Berbagi Tips di Stikes Telogorejo Semarang: Jadilah Sekolah yang Berbeda
Siapkan Strategi Bisnis Jangka Panjang
Tak sekadar penataan internal, Irwan Hidayat juga membeberkan beberapa strategi besar demi memperkuat fondasi bisnis jangka panjang. Terlebih dalam menghadapai tantangan ekonomi serta penurunan daya beli masyarakat.
Beberapa di antaranya seperti efisiensi operasional, inovasi digital, ekspansi pasar suplemen, yang seluruhnya tidak sekadar mengejar target angka.
"Efisiensi operasional akan kami tingkatkan melalui sistem digital Sido Monitoring Activity Real Time (Smart)."
"Sistem ini memungkinkan proses pengadaan dan pengelolaan inventori dipantau secara langsung guna meminimalkan kebocoran biaya serta meningkatkan profitabilitas."
"Sebagai contoh memperketat manajemen stok di tingkat distributor agar tidak terjadi penumpukan. Biaya operasional juga perlu ditekan demi menjaga stabilitas fiskal perusahaan," jelasnya.
Kemudian memperluas pasar produk suplemen kesehatan.
Perusahaan telah menyiapkan produk inovatif food supplement agar dapat diterima di berbagai negara dengan menyesuaikan komposisi sesuai regulasi masing-masing pasar.
"Produk suplemen terbaru ini akan segera kami rilis dua pekan mendatang. Ini juga terkait transformasi digital yang akan dipercepat melalui peluncuran aplikasi Sido Herbalpedia sebagai bagian dari edukasi berbasis riset ilmiah."
"Harapannya, hal itu bisa membantu masyarakat memahami terkait manfaat suplemen herbal dan memilih produk sesuai kebutuhan."
“Secara prinsip, kami tidak mau bicara target. Fokusnya adalah Key Process Index (KPI). Tentang bagaimana proses yang kami jalankan benar dan masuk akal."
"Jika proses sudah benar dan efisien, kami optimis hasil akan mengikuti,” tutup Irwan. (*)