BANJARMASINPOST.CO.ID- Usai melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada Kamis (9/4), SMP di Banjarmasin mempersiapkan peserta didiknya untuk mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ke SMA atau SMK.
Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Urusan Kurikulum SMPN 1 Banjarmasin, Sunardi, menjelaskan SPMB untuk jalur prestasi ada dua yakni jalur akademik dan nonakademik.
“Untuk prestasi akademik akan melalui seleksi rapor selama lima semester. Bobotnya 75 persen ditambah dengan hasil TKA yang bobotnya 25 persen,” urainya.
Meski bobotnya kecil dibanding nilai rapor, hasil TKA menjadi pertimbangan untuk diterima masuk SMA jalur prestasi.
Baca juga: TKA SMP Diumumkan Mei, Siswa di SMPN 1 Rantau Ini Berharap Hasilnya Dukung Masuk SMA Favorit
Oleh karena itu beberapa pekan lalu sebelum TKA, SMPN 1 mengadakan uji coba bersama dengan lembaga yang lain dan hasilnya juga sudah disampaikan kepada peserta didik.
“Kami juga selalu mengimbau anak didik untuk senantiasa mempersiapkan diri menghadapi TKA karena sangat penting untuk melanjutkan pendidikan,” jelasnya.
Wakasek Kurikulum SMAN 1 Banjarmasin, Giat Prima Yoga, menjelaskan nilai TKA bukan penentu kelulusan dan masuk jenjang selanjutnya, melainkan turut berkontribusi untuk kelulusan dalam SPMB jalur prestasi.
Mengenai sistem penjaringan jalur prestasi, Giat menyampaikan belum bisa memberi gambaran karena belum ada petunjuk teknis (Juknis).
“Mungkin setelah ada juknis, baru kami bisa jabarkan,” ucapnya.
Agar bisa memanfaatkan jalur prestasi, Alisa Azzahra, siswi berprestasi di SMPN 1 Simpang Empat Kabupaten Tanahbumbu, mengaku mempersiapkan jauh-jauh hari sebelum TKA.
Dia bahkan rela tidak ikut jalan-jalan bersama keluarga saat liburan Lebaran demi mempelajari buku materi TKA.
Alisa berharap dapat melanjutkan ke sekolah yang diinginkannya melalui jalur prestasi.
Di SMAN 2 Simpang Empat, jalur prestasi tetap disediakan bagi calon siswa meski sekolah ini berada di perdesaan.
Kepala Sekolah, Bukhori, menjelaskan jalur ini dibuka untuk mengakomodasi siswa yang memiliki keunggulan kompetitif di bidang tertentu agar dapat bergabung.
Namun, ia tidak menampik fakta bahwa tantangan terbesar sekolah jauh dari pusat kota adalah minimnya minat siswa berprestasi untuk mendaftar. Bahkan sekolah ini kerap kekurangan siswa.
“Kami tetap membuka jalur prestasi sebagaimana sekolah lain. Namun karena sekolah kami ada di perdesaan dan jauh dari kota, kami belum menjadi incaran utama siswa-siswa yang memiliki prestasi tinggi,” ujar Bukhori.
Untuk daya tampung tahun ini, pihak sekolah berencana membuka satu rombongan belajar (rombel) atau 36 siswa.
Sedang Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Balangan, Rafiul Amal, menyatakan SPMB tingkat SMP di daerah ini tidak mewajibkan penggunaan nilai TKA sebagai syarat jalur prestasi. Namun demikian nilai TKA dapat dijadikan salah satu pertimbangan.
“Memang ada sekolah yang mempersyaratkan hasil TKA dengan kondisi tertentu, tapi ada juga sekolah yang tidak mempersyaratkan hasil TKA,” ujar Rafiul, Kamis.
Rafiul menambahkan nilai TKA dapat dijadikan pertimbangan ketika peminat jalur prestasi melebihi kuota.
“Kalau jalur lain, misalnya zonasi, wajib diterima,” katanya.
Dengan demikian, imbaunya, orangtua dan calon siswa tidak perlu khawatir jika nilai TKA-nya tidak tinggi.
SPMB di Balangan dirancang untuk memberikan kesempatan yang sama bagi semua calon siswa.
Baca juga: Siswa-siswi SMP di Banjarmasin Dipersiapkan Masuk SMA, TKA Sumbang Bobot 25 Persen Jalur Prestasi
Di Balangan, penerimaan siswa SDN dan SMPN ada lima zonasi, yaitu zonasi wilayah Paringin dan Paringin Selatan, zonasi Halong dan Juai, zonasi Awayan dan Tebing Tinggi, zonasi Batumandi dan zonasi Lampihong.
Menyikapi SPMB, Kepala SMPN 4 Paringin, Murjiah, mengatakan pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan penjaringan. SMPN 4 Paringin akan membuka untuk empat rombongan belajar (rombel).
Sekolah ini belum mempertimbangkan nilai TKA SD untuk penerimaan siswa baru jalur prestasi. (naa/ell/rin)