Alasan Rey, Perempuan Nyaru Laki Laporkan Balik Pasangan Usai Dinikahi, Sebut Tahu Identitas Aslinya
Musahadah April 10, 2026 09:32 AM

 

SURYA.CO.ID - Yupi Rere alias Rey, perempuan yang menyaru laki-laki untuk menikahi gadis asal Kota Malang akhirnya melaporkan balik pasangannya,  Intan Anggraeni.

Laporan ini menindaklanjuti laporan yang diajukan Intan Anggraeni ke Polresta Malang pada Rabu (8/4/202). 

Sebelumnya Intan melaporkan Rey atas dugaan pemalsuan identitas dan dokumen. 

Intan merasa ditipu Rey karena tidak tahu identitas asli pasangannya saat menikah. 

Intan baru sadar jika Rey perempuan ketika malam pertama. 

Baca juga: 4 Bantahan Rey Soal Pernikahan Sejenis dengan Gadis Malang, Sebut Intan Tahu Identitasnya dari Awal

Tak terima dengan laporan Intan, Rey pun melaporkan pasangannya itu ke Polres Batu pada Rabu malam (8/4/2026).

"Kemarin kami sudah bikin laporan ke Polres Batu. Laporan ini terkait pencemaran nama baik dan pemerasan. Ada beberapa kasus juga. Tapi nanti biar laywer-ku yang menjelaskan," kata Rey saat ditemui wartawan Surya.co.id pada Kamis (9/4/2026).

Rey awalnya tidak mengetahui kalau dirinya dilaporkan oleh Intan Anggraeni yang merupakan istri sirinya tersebut ke Polisi

Ia baru mengetahui pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB dari temannya, kalau video nikah sirinya viral di media sosial.

Narasi yang viral itulah dianggapnya tidak sesuai dengan realita yang sebenarnya.

Sebelum laporan balik, Rey sempat berinsiatif untuk melakukan mediasi dengan mendatangi rumah Intan.

Karena tidak mendapatkan respons sama sekali, disitulah Rey kemudian melaporkan balik kepada kepolisian.

"Saya sempat tanya, atas dasar apa melaporkan saya. Tapi setelah itu pesan ditarik dan tidak ada balasan lagi sampai sekarang," kata perempuan berusia 36 tahun itu.

Bantah Pernyataan Intan Soal Identitasnya  

Rey menyebut apa yang dikatakan Intan tidak sesuai fakta dan telah mencemarkan nama baiknya.

Rey mengaku kecewa setelah dirinya dilaporkan ke polisi.

Ia menilai, narasi yang beredar di media sosial tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.

Menurut Rey, hubungan keduanya tidak diawali dengan kebohongan. 

Ia menyebut Intan yang juga dikenal dengan nama Vela itu telah mengetahui identitasnya sejak awal perkenalan.

Termasuk saat keduanya bertemu di sebuah kafe atau tempat hiburan malam di Kota Batu.

"Dia sering ke rumah saya, teman-temannya juga tahu. Jadi kalau dibilang baru tahu setelah menikah, itu tidak benar," ujarnya.

Rey mengungkapkan, hubungan mereka berkembang setelah Intan mengaku memiliki trauma dari hubungan sebelumnya. 

Ia berusaha memberikan perlakuan yang lebih baik.

"Dia cerita kalau sebelumnya sering diperlakukan kasar. Saya hanya berusaha memperlakukan dia dengan baik, tanpa meminta apa-apa," ungkapnya.

Rencana pernikahan yang terjadi belakangan disebut Rey bukan sepenuhnya keinginannya. 

Ia bahkan sempat mengajak untuk mengakhiri hubungan.

"Saya sudah pernah ngajak udahan. Tapi ada ancaman bunuh diri, bahkan ibunya sampai pingsan. Akhirnya situasi jadi tidak kondusif," ungkapnya.

Rey juga menyinggung adanya dugaan motif ekonomi di balik hubungan tersebut. 

Ia mengaku selama menjalin hubungan, dirinya kerap membantu kebutuhan finansial Intan, termasuk melunasi sejumlah utang.

"Bukti transfer ada banyak, bukan cuma satu atau dua. Saya juga yang menutup beberapa utangnya,"

"Kalau ditaksir, yang saya berikan kepada Vela sekitar Rp 200 juta," jelasnya.

Ia bahkan sengaja menghentikan pemberian uang selama empat hari untuk menguji situasi. 

Dari situ, menurutnya, konflik mulai muncul hingga berujung pada laporan ke polisi.

Terkait tudingan pemalsuan dokumen, Rey membantah keras. 

Ia menegaskan identitas yang digunakan adalah asli.

Rey yang berusia 36 tahun itu juga menepis tudingan intimidasi maupun ancaman terhadap Intan.

"Saya tidak pernah memalsukan dokumen. Identitas yang saya kasih itu asli,"

"Saya tidak pernah mengancam atau mengintimidasi dia," ucapnya.

Pasca laporan polisi, komunikasi antara keduanya terputus. 

Rey mengaku sempat mencoba menghubungi Intan untuk meminta kejelasan, namun tidak mendapat respons.

"Saya sempat tanya, atas dasar apa melaporkan saya. Tapi setelah itu pesan ditarik dan tidak ada balasan lagi sampai sekarang," tandasnya.

Intan Bongkar Janji-janji Palsu Rey

Intan Anggraeni bersama kuasa hukumnya dan orang tuanya saat menunjukkan laporan polisi untuk terlapor suami sirinya yang diduga merupakan perempuan pada Kamis (9/4/2026).
Intan Anggraeni bersama kuasa hukumnya dan orang tuanya saat menunjukkan laporan polisi untuk terlapor suami sirinya yang diduga merupakan perempuan pada Kamis (9/4/2026). (Surya.co.id)

Sebelumnya, Intan dan keluarganya mengungkap siasat Rey untuk bisa menikahinya. 

Intan menyampaikan, kalau dirinya sempat dijanjikan untuk hidup di rumah mewah dengan mobil Lamborghini yang katanya telah dipesan oleh pelaku.

Saat itu Intan merasa percaya dengan pelaku, karena Rey bicara dengan cukup percaya diri.

"Tidak ada perasaan mencurigakan saat itu. Saya seperti luluh dan percaya dengan yang dia sampaikan,"

"Apalagi saat menunjukkan lewat video di HP kalau dia membeli mobil Lamborghini," ungkap Intan saat ditemui di rumahnya di Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, pada Kamis (9/4/2026).  

Sidoq, ayah Intan juga mengaku tak menaruh curiga apapun ketika Rey hendak membeli sebuah rumah yang lokasinya tak jauh dari rumah korban.

Rumah tersebut rencananya akan digunakan oleh korban bersama pelaku untuk hidup bersama setelah menikah.

"Katanya itu mau beli rumah besar di dekat sini (sambil menunjuk arah). Rumah itu katanya untuk tempat tinggal setelah menikah," kata Sodiq ayah korban.

Rey juga mengajak korban untuk bepergian ke Thailand, dan memaksa korban untuk segera membuat paspor sebelum pernikahan siri berlangsung.

"Katanya saya mau diajak ke Thailand. Di sana saya ngapain juga gak tahu, mau liburan atau apa. Pokoknya saat itu disuruh buru-buru mengurus paspor," kata Intan saat ditemui di kediamannya pada Kamis (9/4/2026).

Selain itu, Rey juga mengiming-imingi korban dengan menikah di hotel bintang lima di Kota Malang pada 8 April 2026.

Dalam pernikahan tersebut, pelaku menjanjikan akan menghadirkan Judika, Adela, NDX AKA sebagai bintang tamu. Lengkap dengan Ivan Gunawan sebagai MUA.

Sodiq mengaku tidak menaruh rasa curiga sama sekali, meskipun pelaku kerap bertamu di rumahnya.

Dari postur tubuh hingga suara yang diucapkan menurutnya seperti laki-laki.

"Taunya dia (pelaku) laki-laki. Karena dari suara, postur tubuh itu ya mirip seperti laki-laki,"

"Omongannya dia itu seperti membuat saya percaya. Saya seperti terhipnotis," ujar Sodiq. (Rifky Edgar)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.