4 Pernyataan Mojtaba Khamenei saat Muncul Pertama Usai Gencatan Senjata, Klaim Menang Perang dari AS
Musahadah April 10, 2026 09:32 AM

 

SURYA.CO.ID - Sempat dikabarkan kritis dan sedang menjalani perawatan intensif, pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei akhirnya muncul ke publik.  

Putra Ali Khamenei ini hadir dalam peringatan 40 hari kematian sang ayah yang wafat di awal perang dengan Amerika Serkata dan Israel pada Februari 2026. 

Sebelumnya, kondisi kesehatan Mojtaba pertama kali diungkap oleh The Times yang mengutip memo diplomatik berbasis intelijen Barat.

"Mojtaba Khamenei sedang dirawat di Qom dalam kondisi parah, tidak dapat terlibat dalam pengambilan keputusan apa pun oleh rezim," dikutip SURYA.co.id dari Tribunnews.

Namun  asumsi itu dijawab Mojtaba dengan tampil ke publik.

Baca juga: Imbas Kondisi Mojtaba Khamenei Pimpinan Iran Dikabarkan Koma, Akankah Pengaruhi Gencatan Senjata?

Berikut pernyataan Mojtaba terbaru: 

1. Klaim menang perang

Dalam pernyataannya yang disiarkan di televisi pada Kamis (9/4/2026), Khamenei menegaskan bahwa Iran berhasil keluar sebagai pemenang meski menghadapi tekanan militer dari Amerika Serikat dan Israel.

“Rakyat Iran telah mencapai kemenangan dalam perang melawan Amerika Serikat dan Israel,” ujarnya, seperti dikutip Chosun.

Ia kemudian menegaskan bahwa Iran tidak akan mengalah dalam mempertahankan haknya sebagai negara.

“Kami tidak mencari perang, tetapi kami tidak akan melepaskan hak-hak sah kami dalam keadaan apa pun,” katanya, sebagaimana dilansir AFP.

2. Memperkuat pengaruh di Selat Hormuz

Selain klaim kemenangan, Khamenei juga mengumumkan rencana strategis terkait Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia.

Menurut laporan The Jerusalem Post, ia berupaya memperkuat pengaruh Iran di jalur strategis tersebut pascakonflik dengan “meningkatkan pengelolaan.”

“Kami pasti akan memajukan pengelolaan Selat Hormuz ke tahap baru,” ujarnya.

Dalam pernyataan lain, ia menambahkan, “Kami akan meningkatkan tingkat pengelolaan dan pengendalian Selat Hormuz ke dimensi baru.”

3. Tuntut pertanggungjawaban penuh

Khamenei juga menyampaikan sikap keras terhadap pihak yang menyerang Iran. Ia menegaskan akan menuntut pertanggungjawaban penuh.

“Kami akan meminta pertanggungjawaban, hingga akhir, kepada para agresor yang menyerang Iran,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Kami akan menuntut kompensasi atas kerusakan, dan kami juga pasti akan menuntut harga dari darah para martir.”

Selain itu, ia mengirim pesan kepada negara-negara di kawasan Timur Tengah.

“Negara-negara tetangga harus berdiri di sisi yang benar dalam sejarah,” katanya, seraya menambahkan, “Kami mengharapkan respons yang sesuai dengan persaudaraan dan niat baik.”

4. Meminta rakyat Iran aktif

Khamenei meminta rakyat tetap aktif menyuarakan dukungan di ruang publik.

“Jangan membayangkan bahwa turun ke jalan tidak lagi diperlukan,” katanya.

“Suara Anda di ruang-ruang publik tanpa diragukan lagi berpengaruh terhadap hasil negosiasi,” tambahnya.

Mojtaba Khamenei juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap informasi dari luar.

Gencatan Senjata 2 Minggu 

GENCATAN SENJATA - Foto Donald Trump diambil dari Facebook The White House pada Selasa (17/6/2025). Trump kini menyepakati gencatan senjata bersama Iran.
GENCATAN SENJATA - Foto Donald Trump diambil dari Facebook The White House pada Selasa (17/6/2025). Trump kini menyepakati gencatan senjata bersama Iran. (Facebook The White House)

Setelah mengancam akan meluluhlantakkan Iran, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata dengan Iran selama dua minggu.

Trump menetapkan tenggat waktu gencatan senjata sejak Selasa (7/4/2026) pukul 20.00 zona waktu Eastern Time (ET) pesisir timur AS, alias pada Rabu (8/3/2026) pukul 3.30 waktu Teheran, atau Rabu pukul 07.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Gencatan senjata ini diambil setelah adanya diskusi intensif dengan kepemimpinan Pakistan yang bertindak sebagai mediator dalam konflik AS-Israel dengan Iran.

Melalui unggahan di platform Truth Social pada Selasa (7/6/2026) waktu AS atau Rabu (8/4/2026) WIB, Trump menyatakan bahwa gencatan senjata tersebut akan berlaku jika Iran setuju untuk membuka kembali lalu lintas di Selat Hormuz secara penuh.

"Saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran untuk jangka waktu dua minggu," tulis Trump, sebagaimana dilansir BBC.

Trump menegaskan bahwa langkah ini akan menjadi sebuah gencatan senjata dua sisi. Namun, dia memberikan syarat mutlak agar kesepakatan ini berjalan.

"Tunduk pada persetujuan Iran untuk melakukan pembukaan Selat Hormuz secara lengkap, segera, dan aman," tegasnya.

Di sisi lain, media pemerintah Iran segera melaporkan pernyataan Trump tersebut dengan sudut pandang yang berbeda.

Salah satu media Iran menggunakan tajuk utama dengan judul Trump mengumumkan gencatan senjata dua minggu, menerima syarat Iran untuk mengakhiri perang.

Media tersebut bahkan menyebut langkah Trump sebagai mundur yang memalukan dari retorika anti-Iran. (kompas.com/tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.