Teks Misa Minggu 12 April 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik
Gordy Donovan April 10, 2026 12:45 PM

Oleh: P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD
 
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak teks misa Minggu 12 April 2026.

Teks misa lengkap renungan harian Katolik.

Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan 
Alkitab. 

Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan.  

Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. 

Baca juga: Kalender Liturgi Katolik Sabtu 11 April 2026, Masa dalam Oktaf Paskah 

Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk masa Paskah.  

01. TANDA SALIB DAN SALAM 

P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.  
U  : Amin.  

P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.  
U : Sekarang dan selama-lamanya.  

02. KATA PEMBUKA  

P : Hari ini kita merayakan Minggu Kedua dalam Masa Paskah. Minggu ini disebut juga dengan Minggu Kerahiman Ilahi. Kita bersyukur atas kerahiman Tuhan yang menebus kita, karena kita tidak dapat menyelamatkan diri kita sendiri. Kita patut bersyukur atas rahmat pengampunan dan penebusan ini. Namun, kita juga diminta untuk meningkatkan kembali iman kita kepada-Nya.  Kita akan dihantar oleh bacaan-bacaan hari ini yang  menunjukkan jemaat perdana yang berusaha berkumpul bersama dan saling menguatkan dalam doa. Kekuatan mereka adalah kebersamaan dalam iman. Kita pun diajak untuk saling meneguhkan dalam kebersamaan.  Dalam bacaan kedua, kita diajak untuk mensyukuri secara bersama rahmat penebusan yang terjadi dalam dan melalui Yesus. Kita hendaknya tetap setia pada iman kita agar hidup kita pun menjadi baik dan memuliakan Tuhan.  Dalam bacaan Injil, akan kita dengarkan kisah rasul Thomas yang tidak percaya. Tuhan tetap memberikan kesempatan kepada Thomas. Semoga iman kita makin diteguhkan oleh kebangkitan Tuhan. Tuhan selalu menyertai hidup kita.   (hening sejenak) 

03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN  

P  : Di hadapan Tuhan yang kini hadir di tengah kita, marilah menyesali dan mengakui segala dosa, serta memohon ampun atas segala kekurangan kita supaya pantas bertemu dengan Dia dan layak merayakan Sabda penyelamatan-Nya. 
U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, 
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.  
P : Semoga Allah memandang dan memperhatikan kita.  Semoga Ia menunjukkan kerelaan hati-Nya serta memberikan pengampunan dosa dan damai sejahtera kepada kita.  
U : Amin.  

04. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN  

[Dianjurkan untuk memakai Madah Kemuliaan di bawah ini.]  

P : Kemuliaan kepada Allah di surga  
U : dan damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya.  
P : Kami memuji Dikau,  
U : Kami meluhurkan Dikau.  
P : Kami menyembah Dikau,  
U : Kami memuliakan Dikau. 
P : Kami bersyukur kepada-Mu,  karena kemuliaan-Mu yang besar.  
U : Ya Tuhan Allah, raja surgawi,  Allah Bapa yang Mahakuasa.  
P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera yang tunggal.  
U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putera Bapa.  
P : Engkau yang menghapus dosa dunia,  kasihanilah kami.  
U : Engkau yang menghapus dosa dunia,  kabulkanlah doa kami.  
P : Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami.  
U : Karena hanya Engkaulah kudus.  
P : Hanya Engkaulah Tuhan.  
U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus.  
P : bersama dengan Roh Kudus,  
U : dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin. 

05. DOA PEMBUKA  

P : Marilah kita berdoa, [hening sejenak]  Allah yang mahakuasa dan kekal, kami bersyukur atas karya agung penebusan atas diri kami yang terjadi oleh sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus Putra-Mu. Semoga iman kami semakin diteguhkan dan bangkit untuk melakukan hal-hal yang baik sesuai dengan kehendak-Mu. Teguhkanlah juga mereka yang masih bimbang dan belum mengimani-Mu.  Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa, bersama dengan Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.  
U  : Amin.  

06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN 

P :  Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita.  [Bacaan dibacakan dari Alkitab] 

07. BACAAN PERTAMA (Kis. 2:42-47) 

L : Bacaan dari Kisah Para Rasul. 

Orang-orang yang percaya itu bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.  Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.    Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagibagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,  sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.  
Demikianlah Sabda Tuhan. 
U  : Syukur kepada Allah.  

08. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN   

Refren (Mzm 118:1) 
Bersyukurlah keada Tuhan, sebab Ia baik, 
kekal abadi kasih setia-Nya.  
Mzm. 118:2-4,13-15,22-24 

Biarlah Israel berkata:   “Kekal abadi kasih setia-Nya!”   Biarlah kaum Harun berkata:   “Kekal abadi kasih setia-Nya!”   Biarlah orang yang takut akanTUHAN berkata:  “Kekal abadi kasih setia-Nya!”   
Mazmur 118:2-4 (Refren) 

Aku didorong dengan hebat sampai jatuh,   tetapi TUHAN menolong aku.     
TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku;   Ia telah menjadi keselamatanku.   Suara sorak-sorai dan kemenangan   di kemah orang-orang benar:   “Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan,  (Refren) 

Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan   telah menjadi batu penjuru.   
Hal itu terjadi dari pihak TUHAN,   suatu perbuatan ajaib di mata kita.   Inilah hari yang dijadikan TUHAN,   marilah kita bersorak-sorak  dan bersukacita karenanya!  (Refren) 

09. BACAAN KEDUA (1Ptr. 1:3-9) 

L : Bacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus 

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,  untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.  Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.   Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagaibagai pencobaan.  Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya. Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan,  Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu.  
Demikianlah Sabda Tuhan. 
U  : Syukur kepada Allah.  

10. ALLELUIA (Yoh. 20:20) 

P : Alleluia, Alleluia, Alleluia 
U : Alleluia, Alleluia, Alleluia 
P : Karena telah melihat Aku, Tomas, maka engkau percaya,* berbahagialah merka yang tidak melihat, namun percaya.  
U : Alleluia, Alleluia, Alleluia 

11. INJIL (Yoh. 20:19-31)  

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Yohanes. 

Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.  Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengahtengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”  Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.    Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.”  Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus.    Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.”   Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.  Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”  Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”  Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tanganKu, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.”  Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!”  Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”   
Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini,  tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu 
percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.  
P : Demikianlah Injil Tuhan.  
U  : Terpujilah Kristus.  

12. RENUNGAN HARIAN KATOLIK

Saudara-saudari terkasih, kita barusan mendengarkan satu dua hal dari kisah Injil ini untuk meningkatkan iman kita. Pertama, mereka semua berkumpul bersama. Ketika Yesus datang, mereka semua sedang berkumpul bersama. Kegiatan ini mereka lakukan secara rutin, karena pada hari kedelapan, mereka berkumpul lagi. Mereka saling meneguhkan dalam doa.

Kebiasaan ini membuat mereka tidak merasa sendirian. Kebersamaan seperti ini dapat kita lanjutkan di tengah kehidupan kita, karena di dalam kebersamaan, kita bisa saling mendukung dan juga bisa mendapatkan dukungan. Ketika kita merasa letih dan kebingungan, ada orang yang bisa menolong kita. Singkatnya, iman kita membuat kita hidup dan saling membantu.

Hal ini bisa kita praktikkan sejak di dalam keluarga kita. Di zaman kini, kita kurang atau jarang melihat keluarga yang berdoa bersama. Misalnya, orang tidak lagi berdoa bersama ketika makan. Orang mengurus dirinya masing-masing. Mungkin baik, kita lakukan secara bersama. Meskipun kelihatan sederhana, namun ini adalah momen kita mensyukuri kebaikan Tuhan dalam kebersamaan. Kebersamaan selalu meneguhkan, apalagi kebersamaan dalam iman.

Kedua, Thomas (dalam Bahasa Ibrani) disebut juga Didimus (dalam Bahasa Yunani), yang artinya kembar. Ia dikenal sebagai orang yang meragukan kebangkitan Yesus. Hal ini disebabkan karena ia tidak memiliki bukti. Ia tidak hadir ketika Yesus menampakkan diri kepada murid-murid yang lain. Kesalahan Thomas bukan hanya tidak percaya akan kata-kata dan janji Yesus, melainkan juga tidak percaya kepada teman-temannya. Ia tidak dapat diyakinkan dan butuh bukti langsung.

Mungkin inilah arti dari namanya yaitu kembar. Ia memiliki kepribadian ganda yang tidak mudah percaya. Boleh jadi, kisah Thomas adalah kisah hidup kita juga. Kadang kala kita memiliki kepribadian yang berseberangan dengan teman-teman atau sesama kita. Kita berjuang sendirian dan tidak peduli dengan sesama kita. Sama seperti Thomas, kita menghilang ketika ada kegiatan bersama, lalu ketika datang, kita protes terhadap keputusan bersama. Intinya, kita menjadi orang yang berada di luar komunitas.

Meskipun kita diterima oleh sesama, kita tidak merasa perlu untuk ada dalam kebersamaan. Thomas menjadi tidak percaya karena ia tidak ada dalam kebersamaan. Butuh waktu delapan hari lagi supaya dia ada dalam kebersamaan dan saat itulah Tuhan Yesus menampakkan diri lagi, khusus untuk meyakinkannya.

Kita belajar untuk terlibat aktif dalam hidup bersama, dalam kegiatan rohani, dan dalam perayaan ekaristi. Jika kita berada bersama, kita akan saling meneguhkan dan saling membantu. Semoga kita tidak menjauhkan diri dari komunitas rohani kita sehingga kita bisa memperoleh kekuatan iman dari kebersamaan kita tersebut.

Tuhan memberkati.

13. SYAHADAT  

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada 
Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa….. 

14. DOA UMAT  

P : Saudara-saudari terkasih, kita tidak pernah melihat Yesus, namun mempercayai Dia sebagai Putra Allah. Dengan penuh iman, marilah kita sampaikan doa-doa kepada Bapa, dengan pengantaraan Yesus, Putra-Nya terkasih.  
P : Rasul Tomas merindukan kehadiran Yesus agar dapat mempercayai kebangkitan-Nya. Semoga kita bertumbuh dalam iman dan mampu mengenali Yesus dalam roti dan anggur yang kita terima, sebagai tanda kehadiran Allah di tengah umat-Nya. 
Marilah kita mohon…. 
P : Banyak orang di zaman sekarang yang terlalu mengandalkan akal budinya dan tidak 
mempercayai peran Allah dalam hidup mereka. Semoga hati mereka digerakkan oleh Roh Allah untuk mampu melihat tanda-tanda keagungan Allah yang mengendalikan kehidupan mereka. Marilah kita mohon…. 
P : Yesus tidak hanya mengajarkan indahnya pengampunan. Ia sendiri mengampuni orang-orang yang menista-Nya. Semoga kita tidak mudah putus asa untuk selalu mau berusaha mengampuni siapa pun yang menyakiti kita, sehingga kita dapat menikmati kedamaian hati. Marilah kita mohon…. 
P : Umat Gereja perdana sudah mengamalkan cinta kasih dan peduli satu sama lain. Semoga kita pun menaruh perhatian yang tulus kepada sesama kita yang membutuhkan doa dan kemurahan hati kita. 
Marilah kita mohon…. 
P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing.  
[hening sejenak lalu lanjut]. 
P : Ya Bapa, dalam pembaptisan kami telah mati bersama Kristus dan bangkit bersama Dia. Semoga kami selalu berupaya menaati perintah-perintah Pura-Mu agar kelak dapat menikmati kehidpan Ilahi yang Engkau janjikan. Sebab Dialah Tuhan dan Pengantara kami. 
U : Amin 

15. KOLEKTE  

[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar] diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.  

16.  DOA PUJIAN  

[Sesudah Kolekte, Pemimpin membawakan Doa Pujian sambil berdiri di depan umat, menghadap ke altar dan umat berdiri dan setiap kali mendaraskan aklamasi bersama.] 

P : Saudara-saudari yang terkasih! Allah sungguh setia akan janji-Nya dengan membangkitkan Yesus, Ia telah membarui hidup kita, sehingga kita pantas hidup sebagai manusia baru. Sebagai orang yang telah diselamatkan, maka marilah kita memuji Dia dengan berseru: 

Pujilah Allah, alleluia, alleluia.  

U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia. 
P : Bapa di surga, kami telah berdosa dan terpisah jauh dari-Mu. Tetapi Engkau berkenan mendekati kami, bahkan merangkul kami dalam cinta kasih kebapaan-Mu dan memperbaiki cacat cela kami. Maka kami berseru kepada-Mu: 
U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia. 
P : Kami menjadi domba yang tersesat dan terceraiberai, karena mau mengikuti kehendak sendiri. Tetapi Engkau telah menghimpun kami kembali menjadi satu kawanan dan satu Gembala, yakni 
Kristus Tuhan. Maka kami berseru kepada-Mu: 
U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia. 
P : Yesus Kristus, Putera-Mu, telah menyerahkan diri seutuhnya sebagai kurban penebusan atas dosa dan pelanggaran kami, sehingga kami layak menjadi putera-puteri-Mu. Maka kami berseru 
kepada-Mu: 
U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia. 
P : Kebangkitan-Nya dari alam maut telah memberi kami harapan yang kokoh akan jaminan abadi dalam kehidupan bersama Dikau. Maka kami 
berseru kepada-Mu: 
U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia. 
P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Leo XIV, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan bernyanyi: [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur atau lagu Masa Paskah] Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).  

17A. Cara A: DENGAN KOMUNI 

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri. 
P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh 
kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari se-paroki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan. [Hening sejenak] 

18A. BAPA KAMI     

Berdiri 

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa. 
U  : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah namaMu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai. 

19A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI 

Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut: 
P : Marilah kita saling memberikan salam damai.  Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin 
berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata: 
P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.  Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya. 
Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama. 
U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.  Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata: 
P : Tubuh Kristus. 
U : Amin. 

Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni. ---------------------------------------------------------------------------------------------- 
17B. Cara B. TANPA KOMUNI 

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing. 

18B. BAPA KAMI     

Berdiri 

P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra- Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri. 
U  : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah namaMu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.  Dapat dilaksanakan Salam Damai.  
P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja. 

19B. DOA KOMUNI BATIN    

Berlutut/berdiri 

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:  
P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita. 
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4).  [hening sejenak] 
P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak] 
P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita.  Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:  
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.  Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.  
U  : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.  Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.  
▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.  
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.  
▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu Paskah  

20. MENDOAKAN MAZMUR 148  

[lalu mendoakan Mzm 148, sedapat mungkin bersamasama. Yang ada Alkitab, bisa membuka Mzm 148] 
Haleluya!  
Pujilah TUHAN di sorga,  
pujilah Dia di tempat tinggi! 
Pujilah Dia, hai segala malaikat-Nya,  
pujilah Dia, hai segala tentara-Nya! 
Pujilah Dia, hai matahari dan bulan,  
pujilah Dia, hai segala bintang terang! 
Pujilah Dia, hai langit yang mengatasi segala langit, hai air yang di atas langit! 
Baiklah semuanya memuji nama TUHAN,  sebab Dia memberi perintah,  maka semuanya tercipta. 
Dia mendirikan semuanya  untuk seterusnya dan selamanya,  dan memberi ketetapan yang tidak dapat dilanggar. 
Pujilah TUHAN di bumi,  hai ular-ular naga dan segenap samudera raya; hai api dan hujan es, salju dan kabut,  angin badai yang melakukan firman-Nya; hai gunung-gunung dan segala bukit,  
pohon buah-buahan dan segala pohon aras: hai binatang-binatang liar dan segala hewan, binatang melata dan burung-burung yang bersayap; hai raja-raja di bumi dan segala bangsa,  
pembesar-pembesar dan semua pemerintah dunia; hai teruna dan anak-anak dara,  orang tua dan orang muda! 

Biarlah semuanya memuji-muji TUHAN,  sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur, 
keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit. Ia telah meninggikan tanduk umat-Nya,  
menjadi puji-pujian  bagi semua orang yang dikasihi-Nya,  bagi orang Israel, umat yang dekat pada-Nya. Haleluya!

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, 
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, 
dan sepanjang segala abad. Amin 

21. AMANAT PENGUTUSAN  

P : Saudara-saudari, komunitas perdana mengajarkan kita untuk hidup bersama dan saling meneguhkan. Kita bisa saling berbagi kehidupan kita. Kita memulainya dari dalam keluarga kita. Kita luangkan waktu untuk berdoa bersama, misalnya doa bersama sebelum dan sesudah makan, mensyukuri kebaikan Tuhan secara bersama. Itulah cara kita saling mendukung kehidupan iman kita. Semoga kita bisa membentuk komunitas iman yang hidup dalam keluarga dan dalam komunitas kita. 

22. DOA PENUTUP  

P : Marilah kita berdoa,  Ya Tuhan, kami bersyukur telah merenungkan Sabda-Mu dalam perayaan ini. Semoga kami selalu dikuatkan untuk menghidupi teladan hidup iman dari jemaat perdana dalam keluarga dan komunitas kami. Dengan pengantaraan Kristus,Tuhan kami yang meraja bersama Dikau dan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa.  
U : Amin 

23. MOHON BERKAT TUHAN  

P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.  [hening sejenak] 

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. [sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]  

DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.  

U : Amin.  
P : Perayaan Sabda Hari Minggu Paskah kita ini sudah selesai, Alleluia, Alleluia. 
U  : Syukur kepada Allah, Alleluia, Alleluia. 

24. PENGUTUSAN  

P : Marilah pergi, kita diutus Tuhan untuk menjadi saksi kebangkitan-Nya.  
U  : Amin.  

25. LAGU PENUTUP. (kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.