WFH Kabupaten Ngada, Pegawai Eselon Masuk, Staf Bekerja dari Rumah
Hilarius Ninu April 10, 2026 12:45 PM

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar

TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA – Pemerintah Kabupaten Ngada mulai menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Jumat, 10 April 2026.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat dalam rangka mendorong efisiensi dan efektivitas penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di tengah situasi krisis global.

Pelaksana Jabatan (Pj) Sekretaris Daerah Ngada, Yohanes Ghae, menjelaskan bahwa penerapan WFH di lingkup Pemkab Ngada mengacu pada surat edaran Bupati Ngada yang telah disampaikan kepada seluruh perangkat daerah.

“Penerapan WFH di Pemda Ngada merupakan tindak lanjut edaran pemerintah pusat. Bupati sudah mengeluarkan edaran kepada seluruh perangkat daerah. WFH ini hanya berlaku bagi ASN non-jabatan atau staf, dan diterapkan setiap hari Jumat,” ungkap Yohanes Ghae kepada TRIBUNFLORES.COM, Jumat (10/4/2026).

 

Baca juga: Pamit Pulang ke Pulau Kojagete, Ibu dan Anak di Sikka Dilaporkan Hilang

 

 

Ia menegaskan, pegawai eselon I hingga IV tetap bekerja seperti biasa di kantor. Sementara itu, staf diberikan fleksibilitas untuk bekerja dari rumah, dengan pengaturan teknis diserahkan kepada masing-masing pimpinan perangkat daerah.

“Untuk staf tidak semuanya WFH. Pengaturannya diserahkan kepada pimpinan perangkat daerah. Pegawai eselon tetap masuk kantor, sedangkan staf diatur sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Menurut Yohanes, kebijakan ini bertujuan menjaga keseimbangan antara efisiensi penggunaan BBM dan optimalisasi pelayanan publik.

“Tujuan WFH ini untuk efisiensi, tetapi pelayanan tetap harus berjalan optimal dengan penggunaan BBM yang lebih efektif,” ujarnya.

Untuk memastikan pelayanan tidak terganggu, pimpinan perangkat daerah diminta membagi tugas antara staf yang bekerja dari rumah dan yang tetap bekerja di kantor.

“Pelayanan administrasi yang tidak bersifat langsung bisa dilakukan dari rumah. Sedangkan pelayanan langsung kepada masyarakat tetap dilaksanakan oleh pegawai yang bekerja di kantor,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu pegawai di lingkungan Pemkab Ngada, Andi, mengaku pelaksanaan hari pertama WFH berjalan lancar. Meski demikian, sejumlah staf tetap masuk kantor untuk menyelesaikan pekerjaan yang mendesak.

“Hari pertama berjalan lancar. Namun masih ada staf yang masuk karena menyesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan yang harus diselesaikan,” ujarnya.(Cha).

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.