Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi
TRIBUNPALU.COM, PALU - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, dr Syahriar memastikan ketersediaan logistik vaksin dalam kondisi aman, khususnya untuk kelompok balita.
“Seluruh sasaran balita siap kami vaksinasi, tidak ada masalah dari sisi logistik,” tegasnya.
Kota Palu mencatat jumlah kasus suspek campak tertinggi di Sulawesi Tengah.
Dari total 895 kasus yang dilaporkan hingga pekan ke-12 tahun 2026, sebanyak 542 kasus berasal dari Kota Palu.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, dr Syahriar, mengatakan tingginya angka kasus di Kota Palu menunjukkan aktifnya tim surveilans dalam melakukan pelacakan di lapangan.
“Dengan adanya temuan kasus, menandakan tim survei kami berjalan dan mampu menemukan tracing,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (9/4/2026).
Ia menjelaskan, seluruh kasus yang dilaporkan saat ini masih berstatus suspek dan belum tentu positif campak.
Baca juga: Kota Palu Catat 542 Kasus Suspek Campak, Terbanyak di Sulteng
Untuk memastikan, petugas kesehatan melakukan pengambilan sampel terhadap kasus yang dicurigai.
“Ciri-ciri campak itu 3C, yakni konjungtivitis (mata merah), batuk kering, dan pilek, serta muncul bercak pada kulit. Tapi itu belum tentu campak, sehingga harus dipastikan lewat hasil sampel,” jelasnya.
Meski jumlah kasus cukup tinggi, Syahriar menegaskan bahwa kondisi tersebut belum tentu masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).
“Tidak semua temuan itu KLB. Kalau dalam bentuk klaster, berarti sudah terjadi penularan dari satu penderita ke lainnya,” katanya.
Dari sisi penanganan, ia menyebut intervensi berada di tingkat kabupaten/kota, termasuk dalam pengiriman sampel untuk pemeriksaan laboratorium.
“Intervensi ada di kabupaten/kota, begitu juga pengiriman sampel dilakukan oleh mereka,” ujarnya.
Baca juga: Polda Sulteng Amankan 1.020 Liter Solar Subsidi dari Praktik Ilegal di Donggala
Ia menambahkan, kasus campak yang ditemukan saat ini didominasi bayi. Namun bayi di bawah usia 9 bulan umumnya masih terlindungi oleh antibodi dari ibu.
“Campak pertama kali diimunisasi pada usia 9 bulan, karena sebelumnya bayi masih memiliki antibodi bawaan dari ibunya,” terangnya.
Selain Kota Palu, daerah dengan jumlah kasus cukup tinggi yakni Kabupaten Sigi sebanyak 112 kasus, Donggala 89 kasus, dan Tojo Una-Una 68 kasus.
Sementara itu, daerah lainnya meliputi Morowali 32 kasus, Morowali Utara 13 kasus, Poso 10 kasus, Tolitoli 9 kasus, Buol 6 kasus, Parigi Moutong 5 kasus, Banggai 4 kasus, Banggai Laut 3 kasus, serta Banggai Kepulauan 2 kasus.(*)