Tahun Ini, Mateng Jadi Lokus Pembangunan RS Program PHTC Kemenkes dan Peningkatan ke Tipe C
Abd Rahman April 10, 2026 03:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Kabupaten Mamuju Tengah mendapat kabar baik di sektor kesehatan. 

Tahun ini, daerah tersebut akan mendapatkan pembangunan rumah sakit baru sekaligus peningkatan status rumah sakit dari tipe D menjadi tipe C.

Hal ini disampaikan oleh Setya Bero, Plt Direktur RSUD Mamuju Tengah sekaligus Kepala Dinas Kesehatan saat ditemui di ruang kerjanya, kompleks KTM Tobadak, Kecamatan Tobadak, Jumat (10/4/2026).

Ia mengungkapkan bahwa pembangunan tersebut merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau quick win, yang merupakan program inisiatif Presiden Prabowo.

Baca juga: Wanita Nikahi Wanita di Malang, Korban Diiming-imingi Lamborghini dan Rumah Mewah

Baca juga: 15 Atlet Taekwondo Sulbar Siap Unjuk Kemampuan di Kejurnas Samarinda Kaltim

"Insyaallah tahun ini Kabupaten Mamuju Tengah mendapatkan pembangunan rumah sakit baru. Peningkatan rumah sakit dari D ke C program hasil terbaik cepat," ujarnya.

"Alhamdulillah, Kabupaten Mamuju Tengah menjadi lokus pembangunan rumah sakit PHTC tersebut," tambahnya.

Tidak hanya pembangunan fisik, Kementerian Kesehatan juga melakukan pembinaan tata kelola rumah sakit. 

Buktinya, selama dua hari terakhir, Kementerian Kesehatan melalui RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta telah melaksanakan pembinaan di RSUD Kabupaten Mamuju Tengah.

"Jadi Mamuju Tengah ini menjadi anak angkat dari Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta untuk dibina tata kelola rumah sakit meliputi pelayanan medik, manajemen keuangan, manajemen sumber daya manusia, operasional dan klaim BPJS," jelasnya.

Harapannya, RSUD yang saat ini berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dapat menjadi lebih berkualitas, efisien, dan memberikan pelayanan publik yang lebih baik.

Selain itu, Setya Bero menyampaikan harapan dari Kementerian Kesehatan. 

Setelah dibangun, rumah sakit Mamuju Tengah ditargetkan dapat menjadi rumah sakit rujukan untuk empat penyakit prioritas yang dikenal dengan singkatan KJSU, yakni Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi.

KJSU merupakan program prioritas Kementerian Kesehatan RI untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan terhadap empat penyakit tidak menular utama, sehingga Mamuju Tengah bisa menjadi rujukan regional.

Sementara itu, Direktur Layanan Operasional RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta, Ahmad Rizal, yang bertindak sebagai ketua tim dari Kementerian Kesehatan dalam pembinaan tata kelola RSUD Mamuju Tengah, menegaskan perlunya peningkatan di berbagai aspek.

"Memang perlu ada peningkatan, terutama pelayanan medik, operasional, SDM, keuangan, klaim BPJS dan lainnya," ujar Ahmad Rizal.

Ia menjelaskan bahwa karena Mamuju Tengah menjadi titik lokus PHTC, ke depannya diharapkan ada sinergi antara Kementerian Kesehatan dan seluruh RSUD di wilayah Indonesia.

RSUD yang menjadi lokus ini bisa mempersiapkan diri. 

Ketika gedungnya bagus, cara budaya kerjanya juga meningkat. 

"Sehingga ada linear antara gedung baru dan semangat budaya kerja yang baru, sehingga optimal bisa memberikan layanan ke masyarakat," pungkasnya.(*)


Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.