WARTAKOTALIVE.COM - Pengamat politik Rocky Gerung menilai Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, sebagai sosok di Kabinet Merah Putih yang paling memahami konsep ekonomi Prabowonomics milik Presiden Prabowo Subianto.
Hal tersebut disampaikan Rocky dalam perbincangan di kanal YouTube Total Politik yang dikutip pada Jumat (10/4/2026).
Menurut Rocky, Presiden Prabowo memiliki konsep ekonomi yang khas yang ia sebut sebagai Prabowonomics, yakni pendekatan ekonomi yang berbasis pada semangat sosialisme.
Ia mendefinisikan Prabowonomics sebagai metode ekonomi yang memungkinkan masyarakat Indonesia memiliki akses lebih luas terhadap sumber daya negaranya sendiri.
Rocky menilai Veronica Tan membawa perspektif kesetaraan gender dan etika kepedulian dalam mengembangkan ekonomi rakyat.
Baca juga: Rocky Gerung Minta Debat Pigai-Prof Zainal Dibatalkan: Lebih Tinggi Sensasi Dibanding Substansi
Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
“Wamen yang berupaya mengingatkan Presiden bahwa growth itu bisa dihasilkan oleh tangan-tangan perempuan,” ujar Rocky.
Ia menambahkan bahwa ekonomi berbasis kesetaraan gender dan nilai ethics of care dapat memperkuat ekonomi masyarakat.
“Ekonomi yang basisnya gender equality, ekonomi yang basisnya ethics of care itu ada pada tangan perempuan,” jelasnya.
Di sisi lain, Rocky juga menilai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai dua menteri yang dinilai paling tidak memahami konsep Prabowonomics.
Rocky mengkritik sikap Bahlil yang menurutnya lebih berusaha mencari perhatian Presiden Prabowo.
“Bahasa tubuh Bahlil itu sudah menjelaskan dia cuma ingin menjilat. Dia tidak paham tentang social justice,” kata Rocky.
Sementara itu, kritik terhadap Purbaya lebih berkaitan dengan cara pandangnya terhadap ilmu ekonomi.
Menurut Rocky, Purbaya melihat ekonomi sebagai ilmu eksak yang bersifat matematis.
Baca juga: Diperiksa di Polda Metro, Rocky Gerung: Saya Jelaskan Metode Riset, Bukan Bela Siapa Pun
Padahal, Rocky menilai ekonomi seharusnya dipahami sebagai ilmu sosial yang berkaitan dengan berbagai disiplin lain seperti psikologi dan sosiologi.
“Bagi dia ilmu ekonomi itu matematik. Padahal ilmu ekonomi itu ilmu sosial, bahkan awalnya political economy yang di dalamnya ada psikologi dan sosiologi,” ujar Rocky.
Ia menambahkan bahwa pendekatan yang terlalu fokus pada pengendalian jumlah uang beredar mencerminkan pandangan ekonomi monetaris semata.
“Saudara Purbaya cuma mengerti bagaimana menghasilkan pertumbuhan dengan mengendalikan jumlah uang yang beredar. Itu namanya monetaris,” paparnya.