Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM,Arnold Welianto
TRIBUNFLORES.COM,LARANTUKA- Sudah dua hari dua malam, warga terdampak gempa di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) tidur di luar rumah.
Mereka tidur malam di bawah tenda beratap terpal dan alas tidur seadanya.
Warga mengaku takut ada gempa sehingga tidur di luar rumah dan takut masuk ke dalam rumah untuk tidur malam hari.
Seperti yang terpantau di Desa Lamahala Jaya, Kecamatan Adonara Timur, seorang lansia bernama Haji Siti Aminah (92) terbaring di dalam tenda darurat beratapkan terpal dan alas tidur seadanya.
Baca juga: Takut Gempa, Warga Labelen Solor Timur Ambil Nasi Makan di Luar Rumah
Siti yang dalam keadaan sakit ini, dievakuasi keluarganya ke luar rumah saat wilayah itu diguncang gempa pada Rabu 8 April 2026 malam. Ia lalu dievakuasi ke dalam tenda darurat tepatnya di pinggir jalan Trans Adonara.
Nur Afi, warga Desa Lamahala Jaya, Kecamatan Adonara Timur mengatakan, kondisi rumah rusak sehingga tidak bisa ditempati. Selain tembok rumah retak pada dinding dan lantai, beberapa rumah bahkan ambruk.
Dijelaskan, Saat kejadian itu, neneknya dalam kondisi sakit dan tidak bisa berjalan, kemudian dievakuasi keluarganya ke tenda darurat. Di tenda darurat itu, sejumlah anak-anak dan orang tua menempati tenda darurat tersebut.
"Nenek dalam keadaan sakit, saat kejadian memang dalam keadaan sakit, setelah itu kami pindahkan karena posisi nenek tidak bisa jalan, sudah dua malam kami mengungsi di pinggir jalan, anak-anak semua tidur di sini, ibu-ibu, tetangga semua tidur disini, " ujarnya Jumat 10 April 2026.
Untuk kebutuhan makan dan minum, warga setempat menyediakan makan seadanya untuk bertahan di dalam tenda-tenda darurat.
Sementara itu, Saidah Abdulah, warga Desa Lamahala Jaya menuturkan, sudah dua hari dua malam tidur di tenda darurat karena rumah tak layak untuk dihuni.
Kata dia, sejauh ini belum ada perhatian dari Pemerintah untuk warga terdampak gempa di wilayah itu.
"Pemerintah tolong perhatian kami, kami sudah dia hari dua malam tidur di tenda, " kata Saidah.
Hingga kini, terdapat 70 rumah di Desa Lamahala Jaya mengalami kerusakan, meliputi
Rusak berat 20 rumah dan rusak ringan 50 rumah. Sedangkan di Desa Terong, Kerusakan rumah terdiri dari 36 rumah rusak berat, 103 rumah rusak ringan dan kerusakan pada dua unit fasilitas umum antara lain Mushola dan sekolah. (awk)