Bupati Hery : Pegawai Bukan Libur dan Jangan Tinggalkan Rumah
Hilarius Ninu April 10, 2026 02:45 PM

 

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG----Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai mulai memberlakukan Work From Home (WFH) atau kerja dari rumah bagi pegawai pemerintahan pekan depan. 

Hal ini disampaikan Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit, SE.,MA kepada TRIBUNFLORES.COM, Jumat 10 April 2026 di Ruteng. 

"Sebenarnya mulai minggu ini, tetapi karena hari Senin kemarin kita libur, sehingga pemberlakuan WFH mulai minggu depan ini," ujar Bupati Hery. 

Pejabat Tetap Masuk Kantor

Bupati Hery juga menerangkan penerapan WFH sesuai kebijakan pemerintah pusat, dimana pejabat seperti Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Sekertaris Dinas, Kabag, Camat, Kepala Bidang, dan lurah tetap masuk dan bekerja dari kantor pada setiap hari Jumat dalam pekan. Sedangkan bagai pegawai akan bekerja dari rumah. 

 

Baca juga: Daftar 22 Instansi Pemkab Sikka yang Berlakukan WFH Setiap Jumat Mulai April 2026

 

Ingatkan WFH Bukan Libur

Bupati Hery juga mengingatkan kepada seluruh pegawai yang akan bekerja dari rumah atau WFH bukan berarti libur. 

"Dengan adanya WFH ini bukan berarti kita libur,"tegasnya.

Karena itu, Bupati Hery meminta handphone tidak boleh dinonaktifkan saat WFH, hal ini guna memudahkan koordinasi antara pimpinan dan sesama rekan kerja demi kepentingan pelayanan publik. 

Selain itu, Bupati Hery juga mengingatkan agar pegawai saat bekerja dari rumah untuk tidak boleh meninggal tempat tinggal dan melakukan aktivitas lain di luar dari pekerjaan dinas. 

Bupati Hery juga mengatakan, meskipun adanya WFH, namun jika ada keperluan yang bersifat emergency bagi masyarakat maka pegawai bisa bekerja di kantor. 

"Ini akan keluar sedikit dari kebijakan WFH, karena ada pelayanan publik yang wajib dilayani," ujarnya. 

Dikatakan Bupati Hery, WFH ini juga menjadi upaya untuk penghematan anggaran, namun Pemda Manggarai akan tetap memperhitungkan terkait dampak dari WFH ini terkait penghematannya.

Sementara itu Pantauan TRIBUNFLORES.COM, Jumat pagi terlihat semua kantor dinas, badan, kantor Camat, Lurah di lingkup Pemerintahan Kabupaten Manggarai dibuka. Tampak ada pegawai dan masyarakat yang datang keluar masuk untuk membutuhkan pelayanan. 

Khusus di Kantor Bupati juga terlihat dibuka, ada banyak pegawai yang sedang bekerja, masyarakat juga keluar masuk di kantor publik itu. Sementara itu Bupati, Wabup dan Pj Sekda tidak ada, terlihat mobil dinas juga tidak ada. 

Bupati dan Wabup Olah Lahan di Stadion Golo Dukal

Sementara itu Bupati Manggarai Hery Nabit bersama Wabup Manggarai Fabianus Abu, Pj Sekda Manggarai Lambertus Paput dan para pimpinan tinggi pratama, dan sebagian besar pegawai terlihat bekerja membersihkan rumput di area stadion Golo Dukal, di Kelurahan Bangka Leda, Kota Ruteng. 

Dalam kesempatan itu, mereka juga mengolah lahan tidur di area Stadion Golo Dukal untuk ditanami tanaman hortikultura. 

Dalam kegiatan pengolahan lahan ini juga dengan pengerahan dua unit alat pertanian modern, yakni Disc plough (bajak piringan) dan Alat penggembur tanah rotary (cultivator/rotary tiller). Kedua alat tersebut digunakan untuk mempercepat proses pengolahan lahan sekaligus meningkatkan kualitas struktur tanah agar siap ditanami.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Lambertus Paput menerangkan, Pemerintah Kabupaten Manggarai serius menggarap lahan di sekitar Stadion Golo Dukal. 

Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidur agar menjadi lahan produktif yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat. 

Ia menambahkan, bukti nyata dari komitmen tersebut terlihat dari kehadiran langsung Bupati dan Wakil Bupati di lokasi kegiatan.

Pengolahan lahan ini merupakan langkah awal dalam mendukung program ketahanan pangan daerah serta optimalisasi pemanfaatan aset lahan milik pemerintah. 

Area di sekitar Stadion Golo Dukal dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian produktif yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Pemerintah daerah melalui instansi teknis terkait menyampaikan bahwa penggunaan alat modern seperti bajak dan penggembur menjadi bagian dari transformasi pertanian menuju sistem yang lebih efisien dan berkelanjutan. Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi para petani dalam mengadopsi teknologi pertanian. (rob) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.