TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) hingga kini belum menerima distribusi kendaraan operasional untuk Program Koperasi Merah Putih.
Penyaluran kendaraan operasional berupa truk maupun pikap ini merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan kelengkapan koperasi.
Beberapa daerah telah menerima distribusi kendaraan sejak Maret 2026. Di Provinsi Banten, Kabupaten Lebak telah menerima 34 truk operasional pada Senin, awal pekan tadi.
Sementara Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Pandeglang, Banten, rencananya akan mendapatkan 19 unit truk hari ini.
Pemkot Tangsel hingga kini belum menerima distribusi kendaraan operasional tersebut.
Hal itu lantaran, Pemkot Tangsel masih melakukan inventarisasi lahan yang memungkinkan untuk pengembangan program Koperasi Merah Putih ke depannya.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Tangsel, Bachtiar Priyambodo mengatakan, penyaluran kendaraan tersebut menjadi satu paket dengan pembangunan gerai koperasi.
Baca juga: Breaking News, Menyusul Lebak, Hari Ini 19 Truk Dibagikan ke Koperasi Merah Putih di Pandeglang
Sementara proses pembangunan gerai koperasi di Tangsel, saat ini baru berjalan di satu titik.
“Belum (disalurkan), itu programnya dari PT Agrinas Pangan Nusantara. Jadi kita masih menunggu, karena di kita baru dibangun satu, masih proses,” ujarnya kepada TribunBanten.com, Jumat (10/4/2026).
"Karena setahu saya itu satu paket pembiayaan. Bukan hanya gerainya saja, tapi juga sarana prasarana seperti rak, termasuk kendaraan operasional,” jelasnya.
Ia pun menambahkan, hingga saat ini pihaknya juga belum mendapatkan informasi lebih lanjut terkait jadwal distribusi kendaraan tersebut di wilayah Tangsel.
Adapun pembangunan gerai Koperasi Merah Putih di Tangsel saat ini baru berlangsung di wilayah Jurang Mangu Barat.
Sementara itu, rencana penambahan titik masih terkendala ketersediaan lahan.
“Kita baru satu yang proses. Belum tambah lagi karena masih fasilitasi lahan. Apalagi kebutuhan lahannya minimal sekitar 500 sampai 1.000 meter persegi,” ungkapnya.
Bachtiar menjelaskan, kondisi ini berbeda dengan daerah seperti Pandeglang dan Lebak yang relatif lebih mudah dalam penyediaan lahan karena dapat memanfaatkan aset desa.
“Kalau di wilayah kota seperti Tangsel atau Tangerang Raya, memang ada keterbatasan lahan,” katanya.
Di akhir dirinya menyebut, hingga saat ini pihaknya masih melakukan inventarisasi lahan yang memungkinkan untuk pengembangan program tersebut ke depannya.
"Sampai saat ini kami masih melakukan inventarisasi lahan yang memang jadi tantangan sendiri bagi wilayah perkotaan," pungkasnya.
Baca juga: 4 Fitur Unggulan Isuzu Giga, Mobil Truk untuk Koperasi Desa Merah Putih
Baca juga: 34 KDMP Lebak Terima Truk Isuzu Giga, Ketua DPRD Minta Dimanfaatkan untuk Dongkrak Ekonomi Lokal
Baca juga: Harga 34 Truk KDMP di Lebak Masih jadi Misteri, Wamenkop Farida Akui Tak Tahu