Revitalisasi Rumah Adat di SBT Didorong, 10 Proposal Masuk, 5 Sudah Lolos Verifikasi
Fandi Wattimena April 10, 2026 04:51 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima 

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) terus mendorong program revitalisasi rumah adat di desa-desa sebagai bagian dari penguatan identitas budaya lokal, Jumat (10/4/2026).

Bupati SBT, Fachri Husni Alkatiri menyampaikan, program tersebut juga mencakup pembangunan maupun penataan gedung kesenian yang menjadi bagian dari rumah adat di setiap desa.

Menurutnya, hingga saat ini pemerintah daerah telah menerima sebanyak 10 proposal dari desa-desa yang mengusulkan program revitalisasi tersebut.

“Informasi terakhir yang saya terima, kurang lebih sudah ada lima proposal yang dinyatakan lolos verifikasi,” ujar Fachri.

Ia menjelaskan, bertambahnya jumlah proposal yang disetujui menjadi sinyal positif dalam upaya penguatan sektor budaya di Kabupaten SBT.

Baca juga: Tabrakan Maut di Tikungan Brimob Tantui Ambon, Pengendara Motor Tewas di Tempat

Baca juga: Agenda Strategis Malteng: Ada Hilirisasi Kelapa-Pala hingga Pengembangan KTM di Kobi

Program ini, kata dia, tidak hanya berfokus pada pelestarian bangunan fisik, tetapi juga sebagai bagian dari strategi mengangkat budaya lokal.

“Ini menjadi tambahan kekuatan bagi kita dalam membangun sektor budaya berbasis potensi lokal,” jelasnya.

Fachri menegaskan, revitalisasi rumah adat di desa memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal masyarakat.

Selain itu, keberadaan rumah adat yang tertata baik juga diharapkan mampu mendukung pengembangan sektor pariwisata budaya di daerah tersebut.

Ia juga menilai, desa memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak dalam menjaga keberlanjutan budaya di tengah perkembangan zaman.

Karena itu, pihaknya mendorong partisipasi aktif pemerintah desa dalam mengusulkan program-program yang selaras dengan prioritas pembangunan daerah.

Fachri berharap, melalui program revitalisasi ini, identitas budaya masyarakat SBT dapat terus terjaga sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Dengan pengelolaan yang baik, rumah adat tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga bisa memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.