Anggaran Paskibraka 2026 Sleman Kena Pangkas Lebih dari Rp 1 Miliar, Formasi 45 Ditiadakan
Joko Widiyarso April 10, 2026 03:14 PM

 


TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sleman tahun 2026 telah dimulai dan kini memasuki tahap finalisasi. Namun, ada yang berbeda pada pelaksanaan seleksi tahun ini.

Akibat kebijakan efisiensi anggaran, jumlah personel dan formasi barisan untuk upacara 17 Agustus mendatang dipastikan berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa, Badan Kesbangpol Sleman, Imawan Nur Syaifudin menyampaikan penghematan anggaran atau efisiensi berdampak langsung pada struktur pasukan.

Jika tahun lalu, Kabupaten Sleman selalu menggunakan formasi lengkap 8-17-45, tetapi tahun ini hanya akan menggunakan formasi 8 dan 17 saja.

"Dampak efisiensi jelas mengurangi jumlah pasukan pengibar bendera. Dari total 161 peserta yang lolos dan mengikuti rangkaian seleksi, hanya 46 orang yang akan diambil," kata Imawan, Jumat (10/4/2026). 

"Delapan orang dikirim ke provinsi untuk mengikuti seleksi paskibraka tingkat provinsi dan nasional. Jadi yang bertugas sebagai Paskibraka Kabupaten Sleman hanya 38 orang. 

Selain penyusutan jumlah personel pasukan, masa karantina peserta juga bakal dikurangi. Durasi karantina dipangkas menjadi lebih pendek, yakni hanya lima hari sebelum hari H tanggal 17 Agustus 2026.

Ia menyebut, pelaksanaan seleksi Paskibraka di Kabupaten Sleman melalui tahapan yang ketat. Dimulai dari masa pendaftaran. 

Menurut Imawan, terdapat 380 siswa yang mendaftar online dan 161 di antaranya telah dinyatakan lolos untuk mengikuti seleksi. 

Mereka mengikuti seleksi dengan serangkaian tes, mulai dari Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Integensi Umum (TIU) pada 6 April.

Pada tahap ini, 21 siswa dinyatakan gugur, terdiri dari 18 orang putra dan 3 orang putri. Sedangkan siswa yang lolos lanjut mengikuti tes kesamaptaan, postur, PBB, dan kepribadian pada 7-9 April 2026. 

"Selanjutnya tim penilai akan memasukan nilai diaplikasi paskibra.bipp.go.id untuk finalisasi (yang nanti dinyatakan lolos bertugas)," kata dia. 

Turun tajam

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman, Samsul Bakri mengungkapkan adanya penurunan anggaran yang cukup tajam untuk Paskibraka Sleman pada tahun ini.

Ia menyebut tahun lalu anggaran mencapai Rp1,8 miliar, akan tetapi sekarang tinggal Rp682 juta. 

Penurunan anggaran ini memaksa pihaknya melakukan berbagai penyesuaian. Selain pengurangan pasukan, lokasi peningkatan kapasitas yang biasanya dilakukan hingga ke Surabaya, kini dialihkan ke wilayah terdekat yakni di sekitar Jawa Tengah.

Durasi latihan di lapangan pun akan diperbanyak untuk menggantikan waktu karantina yang berkurang. Namun demikian, meski terimbas efisiensi, Samsul meyakinkan bahwa kualitas dan antusiasme siswa tidak menurun. Bahkan ia menyebut kualitas postur peserta tahun ini dinilai jauh lebih baik.

"Antusias siswa yang mendaftar masih banyak. Bahkan sekarang, dari sisi postur lebih bagus. InsyaAllah dapat hasil yang baik dari pasukannya. Karena ketika dilatih intensif maka hasilnya lebih bagus. Pasukan lebih sedikit, maka (latihan) lebih intensif," kata dia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.