TRIBUN-SULBAR.COM- Mesin motor berbahan bakar bensin dapat bekerja secara normal apabila tiga unsur utama dalam sistem pembakaran terpenuhi, yaitu bahan bakar, udara, dan pengapian.
Ketiga komponen ini saling berkaitan dalam menghasilkan proses pembakaran di dalam mesin.
Apabila salah satu dari tiga unsur tersebut tidak terpenuhi, mesin berpotensi tidak dapat menyala atau mengalami mogok saat digunakan.
Melansir dari GridOto.com, Main Dealer Yamaha PT Thamrin Brothers wilayah Sumatera Selatan–Bengkulu menjelaskan beberapa penyebab umum motor mogok beserta langkah yang dapat dilakukan pengendara untuk mengatasinya.
Baca juga: Rejeki Wondr BNI Tahap II: Nasabah Mamuju Raih Hadiah Sepeda Motor, Smartphone, dan Laptop
Baca juga: Akhir Pekan, BMKG Prediksi Kondisi Berawan dan Hujan Meluas di Sulawesi Barat
Bahan bakar
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan bahan bakar di dalam tangki. Dalam beberapa kasus, motor mogok terjadi karena pengendara lupa mengisi bahan bakar.
Selain itu, pengendara perlu memastikan suplai bahan bakar dari tangki menuju mesin tidak mengalami sumbatan.
Saluran bahan bakar yang tersumbat dapat menghambat aliran bensin sehingga mesin tidak mendapatkan pasokan yang cukup untuk proses pembakaran.
Penggunaan bahan bakar juga perlu diperhatikan. Disarankan menggunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan dan menghindari membeli bensin secara sembarangan, terutama yang berpotensi tercampur air.
Udara
Komponen berikutnya adalah udara yang masuk ke ruang pembakaran. Aliran udara menuju mesin harus berjalan lancar agar proses pembakaran berlangsung optimal.
Karena itu, kondisi filter udara perlu diperiksa secara berkala. Filter udara yang kotor atau tersumbat oleh debu dan benda asing dapat menghambat aliran udara ke mesin.
Selain itu, pengendara juga perlu memastikan tidak ada air yang masuk ke dalam filter udara karena dapat menyebabkan mesin sulit menyala atau bahkan mogok.
Pengapian
Sistem pengapian juga memiliki peran penting dalam menyalakan mesin. Pada sepeda motor yang masih menggunakan sistem CDI (Capacitor Discharge Ignition), kondisi komponen CDI perlu dipastikan dalam keadaan baik.
Salah satu cara sederhana untuk memeriksanya adalah dengan melepas kabel yang menuju busi, kemudian menempelkan ujung kabel tersebut ke bagian logam pada mesin.
Setelah itu, starter mesin menggunakan kick starter atau electric starter. Jika muncul percikan api, suplai pengapian masih berfungsi dengan baik.
Sementara itu, untuk sepeda motor yang telah menggunakan sistem ECU, disarankan melakukan servis secara rutin di bengkel resmi.
Bengkel resmi umumnya memiliki peralatan khusus untuk memeriksa kondisi ECU secara menyeluruh.
Kondisi busi juga perlu diperhatikan. Busi yang masih dalam kondisi baik biasanya memiliki warna ujung merah bata.
Jika berwarna abu-abu atau kekuningan, campuran udara dan bahan bakar dianggap terlalu kering. Sebaliknya, jika busi berwarna hitam, campuran bahan bakar dinilai terlalu banyak.
Penggantian busi umumnya direkomendasikan setiap 6.000 kilometer atau mengikuti petunjuk pada buku panduan kendaraan.