TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Gubernur dan Wakil Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam X menghadiri syawalan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul di kantor Bupati Bantul, Jumat (10/4/2026).
Dalam kesempatan itu, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyampaikan bahwa bagi pemerintah, moralitas, sejatinya telah terpancar dari ajaran Serat Piwulang Sampéyandalem Ingkang Sinuwun Sri Sultan Hamengku Buwana I (Sinuwun Swargi), sebagai suluh budi yang menuntun arah laku pengabdian.
"Di dalamnya termaktub nilai moralitas, Konca iku sadulur, kancuhane nglakoni kardi, mati urip tan pisah, dulur siyang dalu, badan siji kuwat. Bahwasanya, sesama dalam pengabdian, pada hakikatnya adalah saudara, yang dipersatukan oleh amanah, oleh tanggung jawab bersama, dan oleh ikhtiar yang dijalankan seiring sejalan," katanya.
Lebih lanjut, Ngarsa Dalem turut menyampaikan bahwa keutamaan pengabdian sejatinya bertumbuh dari tanggung jawab, dari empati, dan dari keluhuran budi.
Namun, jajaran pemerintah diimbau untuk tidak boleh lengah pada untai nilai moral dan kepercayaan yang melekat pada jabatan, sesungguhnya merupakan titipan mulia, yang wajib dijaga dengan satya, dengan kesungguhan, dan dengan kejernihan nurani.
"Saya berharap aparatur sipil negara (ASN) di sini (Pemkab Bantul) semakin inovatif dan kreatif. Tadi juga saya sampaikan lebih baik kita fokus karena anggarannya juga turun. Asal fokus nanti juga tumbuh kok," ujar Ngarsa Dalem.
Dikatakannya, pada tahun 2025 kemarin, pertumbuhan ekonomi di DIY cukup besar yakni 5,94 persen. Maka dari itu, melalui fokus kerja ASN di masing-masing kobupaten/kota dan provinsi, pertumbuhan ekonomi tahun 2026 diharapkan tembus 6 persen.
Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyebut, kehadiran Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur di tengah-tengah kami hari ini, merupakan sebuah kehormatan sekaligus anugerah yang memotivasi kami untuk terus memegang teguh semangat manunggal jati selaras.
"Semangat ini pula yang kami jadikan landasan dalam melaksanakan pembangunan di Kabupaten Bantul, agar selaras dengan visi pembangunan DIY yang berbasis pada keluhuran budaya dan kesejahteraan masyarakat," terangnya.
Pihaknya menyadari bahwa dalam menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan publik selama setahun terakhir, masih ada sektor yang memerlukan perhatian.
Melalui momentum syawalan ini, pihaknya berkomitmen untuk melakukan mulat sarira, memperbaiki diri, serta meningkatkan sinergi demi mewujudkan Bantul yang maju, kuat, demokratis dan sejahtera.
"Selanjutnya, kami berkomitmen untuk meningkatkan integritas dan pengabdian, berlandaskan semangat satriya, untuk mendukung visi pembangunan DIY yang berkelanjutan," tutup dia.