Kasus Pengeroyokan di Jambi Memanas: HMI Tolak Damai, PMII Siap Pasang Badan Bela Kader
Darwin Sijabat April 10, 2026 05:11 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM – Penetapan enam orang tersangka oleh Polda Jambi dalam kasus pengeroyokan yang melibatkan oknum kader HMI Cabang Jambi dan PMII Jambi memicu reaksi keras dari kedua belah pihak. 

Meski berada dalam pusaran kasus yang sama, kedua organisasi menunjukkan sikap yang bertolak belakang terkait arah penyelesaian hukum dan perlindungan marwah organisasi.

Dari kubu HMI Cabang Jambi, Predi Arda Saputra dengan tegas menyatakan tidak ada ruang untuk negosiasi atau upaya perdamaian di luar jalur hukum. 

Baginya, insiden ini adalah bentuk nyata kemunduran moral di lingkungan akademik yang harus ditebus dengan sanksi hukum yang setimpal.

“Tidak ada kompromi. Tidak ada negosiasi. Hukum harus ditegakkan sampai tuntas!” tegas Predi. 

Ia mendesak kepolisian untuk mengusut aktor intelektual di balik aksi brutal tersebut.

Dia juga meminta pihak rektorat bertanggung jawab atas kegagalan pengawasan di lingkungan kampus.

PMII Fokus pada Perlindungan Kader

Di sisi lain, Ketua PKC PMII Jambi, Jumawan, mengambil posisi untuk melindungi anggotanya. 

Baca juga: 6 Tersangka Kasus Pengeroyokan HMI-PMII di Jambi, Predi: Tak Ada Kata Damai

Baca juga: Pesan Menteri Bahlil: Matikan Lampu Hingga Mobil Listrik Demi Hemat Energi

Baca juga: Jaga Marwah Organisasi, PKC PMII Jambi Siap Pasang Badan Bela 6 Kadernya

PMII Jambi berkomitmen untuk memberikan pembelaan maksimal bagi enam kadernya agar tetap bisa melanjutkan perkuliahan di tengah proses hukum yang berjalan.

"Kami akan terus mengawal kasus ini sampai 6 orang kader PMII aman dan bisa melanjutkan perkuliahan seperti biasa, serta akan terus berjuang bersama bela kader dan siap menempuh pada jalur apapun," ujar Jumawan. 

Bagi PKC PMII Jambi, langkah ini diambil sebagai bentuk solidaritas demi menjaga marwah dan keutuhan organisasi di Provinsi Jambi.

Pertaruhan Integritas Kampus

Kedua belah pihak sepakat bahwa insiden ini telah mencoreng citra kampus sebagai ruang intelektual. 
HMI Cabang Jambi menekankan pada aspek keadilan dan efek jera, sementara PMII menitikberatkan pada aspek pembelaan dan hak pendidikan kader.

Polda Jambi kini menjadi tumpuan bagi kedua organisasi untuk memastikan proses hukum berjalan transparan. 

Masyarakat dan kalangan akademisi berharap kasus ini dapat diselesaikan tanpa memicu konflik susulan, sekaligus menjadi pelajaran keras bagi organisasi kemahasiswaan dalam menjaga etika berorganisasi di tanah pilih pesako betuah.

DISCLAIMER

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, atau melakukan tindak pidana lainnya segera hubungi layanan kesehatan jiwa atau profesional di puskesmas/rumah sakit terdekat atau pihak berwajib.

 

Baca juga: Dana Desa 2026 di Batang Hari Turun hingga 58 Persen, 22 Desa sudah Ajukan Pencairan

Baca juga: Menlu Iran Balas JD Vance: AS Biarkan Netanyahu Serang Lebanon Itu Bodoh

Baca juga: Terungkap di Sidang, 2 Koper Isi Narkoba Lolos saat Penangkapan Sabu 58 Kg di Jambi

Baca juga: King Cobra vs Petugas Damkar Kota Jambi di Sejinjang, Warga Hubungi 112

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.