BANJARMASINPOST.CO.ID - Penerimaan CPNS di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai ditegaskan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
Bahkan Purbaya menginginkan secepatnya penerimaan CPNS dilakukan.
Menkeu Purbaya berencana mempercepat proses perekrutan sekitar 300 lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk mengisi posisi aparatur di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Bahkan Purbaya berkeinginan penerimaan sudah mulai bisa dilakukan pada April 2026.
Baca juga: Jumlah Kasus Kekerasan di Banjarmasin Januari Hingga Maret 2026, Korban Terbanyak Wanita
Baca juga: Terungkap Dugaan Adanya Aksi Penyetruman Ikan di Daha Utara HSS, Berawal Laporan Pokmaswas
“Secepatnya bulan ini. Kita percepat, kalau bisa akhir bulan ini, nanti saya lihat lagi pelaksanaannya,” ujarnya kepada awak media di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, rencana perekrutan lulusan SMA sebenarnya sudah lama dibahas di internal pemerintah.
Namun hingga kini, program tersebut belum pernah direalisasikan secara konkret.
Ia menegaskan bahwa rekrutmen ini tidak akan digabungkan dengan seleksi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Skema yang disiapkan berbeda karena fokus utamanya adalah memenuhi kebutuhan tenaga operasional di lapangan.
“Ini bukan barengan dengan CPNS. Kalau CPNS biasanya untuk posisi manajerial atau pimpinan dengan lulusan S1. Sementara ini kita desain untuk pasukan di lapangan, jadi memang kita butuh lulusan SMA,” jelasnya.
Langkah ini diambil untuk memperkuat fungsi pengawasan dan pelayanan di lapangan, khususnya dalam aktivitas kepabeanan dan cukai yang membutuhkan tenaga operasional dalam jumlah cukup besar.
Rencana penambahan pegawai ini juga sejalan dengan kebutuhan sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Keuangan yang terus meningkat.
Dalam dokumen Rencana Strategis Kementerian Keuangan 2025–2029, kebutuhan rekrutmen pegawai diperkirakan mencapai 2.100 orang pada 2025 dan meningkat menjadi sekitar 4.350 orang per tahun pada periode 2026 hingga 2029.
Baca juga: Jadwal Bola Liga 1 Siaran Indosiar Pekan 26: Persija vs Persebaya, Persib vs Bali United, Arema FC
Kebutuhan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya banyaknya pegawai yang memasuki masa pensiun, serta adanya pegawai yang mengundurkan diri sebelum usia pensiun dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan adanya rekrutmen khusus lulusan SMA ini, pemerintah berharap dapat mengisi kekosongan tenaga di lapangan sekaligus meningkatkan efektivitas kerja di sektor kepabeanan dan cukai.
Ke depan, kebijakan ini juga diharapkan membuka peluang lebih luas bagi lulusan SMA untuk berkarier di sektor pemerintahan, khususnya pada posisi yang membutuhkan keterampilan operasional dan kehadiran langsung di lapangan.
Masih di 2026, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengakui ada 160 ribu formasi disiapkan untuk mcalon pegawai negeri sipil (CPNS).
Lalu kapan pendaftaran CPNS dibuka? Kemen PANRB belum bisa memastikan tanggal.
Hal ini tak lepas masih menunggu arahan dari Kemenkeu.
Namun yang jelas, di tahun 2026 ini pemerintah akan membuka lowongan untuk CPNS.
Data sebanyak 160 ribu itu didapat dari seluruh instansi pusat hingga daerah.
"Kami sudah ada datanya, sekitar 160 ribu, begitu ya," kata Menteri PANRB, Rini Widyantini melansir Antara, Rabu (8/4/2026).
Rini mengatalan pihaknya sudah mengajukan kebutuhan anggaran kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menunjang pelaksanaan tes CPNS 2026.
Namun Rini belum bisa mengumumkan kapan tepatnya seleksi CPNS 2026 dimulai.
Sebelum mengumumkan pelaksanaan seleksi CPNS, Kemenpan-RB terlebih dahulu perlu meminta jumlah formasi beserta kompetensi CPNS yang dibutuhkan kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah.
"Saya enggak bisa mengarang kan. Saya enggak bisa mengarang kompetensi apa yang dibutuhkan oleh instansi," ujar Rini.
Kemen PANRB telah menginstruksikan seluruh instansi pemerintah untuk segera mengajukan usulan kebutuhan formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk Tahun Anggaran 2026.
Proses pengusulan ini dilakukan secara digital melalui aplikasi e-formasi.
Prioritas utama pengadaan tahun ini difokuskan pada penguatan program stategis nasional dan peningkatan kualitas pelayanan dasar di masyarakat.
Dalam surat edaran Kemen PANRB, batas akhir pengajuan usulan formasi melalui sistem e-formasi pada 31 Maret 2026.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, kebijakan pembukaan rekrutmen ASN berada di bawah kewenangan Kementerian PANRB.
Baca juga: Tiket ke Banjarmasin Akan Tersedia Pertengahan April, Harga Melonjak
“CPNS ada di MenpanRB. Anggaran harusnya ada,” ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Selasa (7/4/2026).
Ia juga memastikan bahwa dari sisi anggaran, pemerintah memiliki kapasitas untuk mendukung belanja pegawai, termasuk jika rekrutmen CPNS kembali dibuka tahun ini.
Purbaya mengakui bahwa proses rekrutmen sebelumnya memakan waktu cukup lama.
Oleh karena itu, pemerintah kini mendorong percepatan seleksi agar kebutuhan tenaga operasional dapat segera terpenuhi.
(BangkaPos.com/banjarmasinpost.co.id)