BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Kemarau tahun ini yang diprediksi akan lebih kering dan berlangsung lebih lama dikhawatirkan menjadi ancaman bagi sektor pertanian.
Untuk mengurangi dampak dari ancaman itu, Wabup Tabalong Habib Muhammad Taufani Alkaf, menyatakan bahwa harus ada langkah antisipasi yang dilakukan.
Langkah antisipasi yang dilakukan di antaranya dengan melakukan percepatan tanam, terutama untuk penanaman padi.
"Mengantisipasi cuaca kemarau ini otomatis musim tanamnya harus dipercepat," kata Habib Taufan saat dimintai komentarnya, Jumat (10/4/2026).
Baca juga: Ancaman Karhutla di Banjarbaru Jelang Kemarau, BPBD Bentuk Tim Cepat Tanggap dan Monitoring Hotspot
Awal tanam padi yang dipercepat dari saat kondisi normal ini diharapkan bisa mendapatkan hasil panen yang maksimal.
Jangan sampai terjadi proses tanam justru terlambat sehingga dikhawatirkan bisa terdampak kemarau dan hasil panen juga terpengaruh.
"Maka dari itu, diimbau kepada para petani untuk segera lakukan musim tanam, jadi hasilnya bisa jadi stok saat tiba musim kemarau," ujarnya.
Sebelumnya, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Tabalong telah menyiapkan sejumlah langkah hadapi potensi kemarau panjang ini.
Di antaranya dengan melakukan sosialisasi ke para petani dan juga menjalin kerja sama dengan beberapa instansi terkait.
Para petani juga diminta untuk melakukan pengecekan peralatan, seperti kelengkapan peralatan pompanisasi dan pipanisasi.
Baca juga: PLTA Riam Kanan Antisipasi Debit Turun Saat Kemarau, Menabung Air di Area Badan Bendungan
Kemudian dapat mempercepat musim tanam agar tidak terlalu terdampak dengan adanya kemarau panjang yang ekstrem.
Untuk melakukan percepatan tanam ini, khususnya untuk padi, DKP3 Tabalong juga telah menyiapkan bantuan benih yang cocok beserta pupuk.
Sementara untuk jenis hortikultura harus bisa menyesuaikan untuk melakukan budidaya dengan jenis tanaman yang tidak terlalu banyak membutuhkan air.
(banjarmasinpost.co.id/donyusman)