TRIBUNNEWS.COM - Badminton China harus melepas salah satu srikandi terbaiknya dengan cara yang mengharukan saat Gao Fang Jie resmi mengakhiri perjalanannya di dunia bulu tangkis profesional setelah kandas di babak perempat final Badminton Asia Championships (BAC) 2026, Jumat (10/4/2026).
Bertanding di depan pendukung sendiri di Ningbo Olympic Sports Center, langkah Gao dijegal oleh tunggal putri andalan Jepang, Akane Yamaguchi.
Pertarungan memperebutkan tiket semifinal sekaligus jaminan medali ini berlangsung sangat dramatis.
Gao Fang Jie sebenarnya memulai laga dengan sangat menjanjikan setelah berhasil mencuri kemenangan di gim pertama melalui drama poin kritis.
Namun, Akane Yamaguchi yang dikenal sebagai si lincah dari Negeri Sakura, berhasil menemukan siasat jitu untuk meredam agresivitas Gao di gim-gim berikutnya.
Memasuki gim kedua, dominasi Akane mulai tak terbendung, memaksa pertandingan berlanjut ke babak penentuan.
Upaya Gao untuk memberikan kado perpisahan terindah bagi dirinya sendiri akhirnya harus kandas setelah pertarungan sengit selama 67 menit.
Akane memastikan kemenangan melalui skema rubber game dengan skor akhir 21-23, 21-11, 21-13.
Kekalahan ini menjadi tanda berakhirnya kiprah Gao di lapangan hijau tanpa medali penutup di BAC 2026.
Disebut sebagai medali terakhir karena sebelum turnamen dimulai, Gao telah mengumumkan keputusan besar untuk pensiun segera setelah kejuaraan kontinental ini usai.
Misi untuk mengulang atau melampaui capaian perunggu pada edisi 2025 pun dipastikan gagal total.
Baca juga: Sosok Ayush Shetty, Rival Seangkatan Alwi Farhan Bikin Jojo Gagal Raih Medali BAC 2026
Keputusan pensiun Gao Fang Jie mengejutkan banyak pihak, mengingat sang atlet masih berada di usia produktif dan menghuni peringkat 10 besar dunia.
Sejatinya, Gao diproyeksikan sebagai pilar penting regenerasi tunggal putri China.
Kualitas teknisnya pun masih sangat kompetitif dan setara dengan jajaran pemain elit papan atas lainnya.
Namun, faktor kondisi fisik yang tidak lagi memungkinkan untuk bersaing dalam intensitas tinggi menjadi alasan utama di balik keputusannya berpamitan lebih awal.
Gao menyadari bahwa tubuhnya tidak lagi bisa diajak berkompromi untuk meladeni reli-reli panjang yang menjadi ciri khas bulu tangkis modern saat ini.
Meskipun gagal meraih medali di turnamen penutupnya, koleksi prestasi Gao Fang Jie sepanjang karier tetap patut diapresiasi.
Ia pernah mencicipi podium ketiga di BAC 2025 dan menjadi runner-up di turnamen bergengsi China Masters 2024 setelah memberikan perlawanan spartan kepada ratu bulu tangkis dunia, An Se-young.
Di level beregu, peran Gao Fang Jie sangatlah krusial bagi China. Ia menjadi bagian penting saat skuad Negeri Tirai Bambu meraih medali perunggu Uber Cup 2018.
Sebelum memutuskan gantung raket tahun ini, ia bahkan sempat mempersembahkan medali perak bagi negaranya di ajang Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026.
Kini, Gao Fang Jie meninggalkan lapangan dengan kepala tegak meski tanpa kepingan medali di lehernya pada laga pamungkas.
(Tribunnews.com/Niken)