8 Fakta Pria Dibakar Hidup-hidup di Bali: Kriminalitas Terencana hingga Pelaku Lebih dari Lima Orang
Ngurah Adi Kusuma April 10, 2026 06:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - 2 orang meninggal dengan mengenaskan di wilayah Pelabuhan Benoa Bali usai diduga dibakar hidup-hidup.

Kejadian ini tentu membuat banyak warga sekitar geger mengingat cara pelaku melakukan tindakan keji untuk menghilangkan nyawa korban.

Korban diketahui berinisial HA dan EGI dan pelaku diketahui berjumlah 6 orang saat kejadian pengeroyokan dan pembakaran ini terjadi.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan di sekitar lokasi kejadian perkara.

Baca juga: Rumah di Pantai Mongalan Klungkung Hancur Diterjang Abrasi, 12 KK Kehilangan Tempat Tinggal

Berikut fakta-fakta yang berhasil dihimpun TribunBali hingga Jumat, 10 April 2026:

1. Lokasi Kejadian

Aksi yang diduga pengeroyokan dan pembakaran hidup-hidup ini terjadi di area rawa depan Restoran B Sirip Tuna Biru kawasan Jalan Raya Pelabuhan Benoa.

Peristiwa orang dibakar hidup-hidup diduga terjadi sekitar pukul 03.30 WITA. 

EVAKUASI - Evakuasi jenazah Hisam Adnan (30) di kawasan Jalan Pelabuhan Benoa.
EVAKUASI - Evakuasi jenazah Hisam Adnan (30) di kawasan Jalan Pelabuhan Benoa. (Istimewa)

2. Kronologi Awal

Warga di lokasi, Budi Listiyono (25) mengungkapkan penganiayaan bermula saat dirinya bersama kedua korban, yakni HA (28) asal Semarang dan seorang pria bernama Egi.

Mereka mengonsumsi minuman keras di kawasan Benoa sejak pukul 02.30 WITA. 

Korban Egi kemudian mengajaknya membeli minuman tambahan menggunakan jasa ojek daring (Maxim).

Namun, lantaran tidak menemukan warung yang buka di sekitar lampu merah (TL) Pesanggaran, mereka memutuskan turun dan berjalan kaki kembali ke arah Benoa. 

Saat ketiganya sedang duduk beristirahat di depan Restoran B Sirip Tuna Biru, tiba-tiba mereka didatangi oleh sekitar enam atau tujuh orang pelaku penganiayaan yang mengendarai sepeda motor.

Tanpa basa-basi, kelompok pelaku tersebut langsung melakukan penganiayaan secara membabi buta.

Budi berhasil menyelamatkan diri dari para pelaku dengan lari dan bersembunyi ke bagian belakang restoran. 

Namun nahas, kedua rekannya tidak berhasil meloloskan diri dari amukan para pelaku. 

3. Tak Cuma Aniaya Fisik

Kekejaman para pelaku tidak berhenti pada penganiayaan fisik. 

Sekitar pukul 04.30 WITA, Yos Barliansyah yang tinggal di sekitar lokasi mendengar keributan dan melihat pemandangan mengerikan. 

Ia menyaksikan beberapa orang pelaku tengah membakar tubuh korban di kegelapan malam. 

JENAZAH - Petugas tengah mengevakuasi jenazah di Jalan Raya Pelabuhan Benoa pada Jumat 10 April 2026. Mereka diduga korban pengeroyokan kemudian dibakar.
JENAZAH - Petugas tengah mengevakuasi jenazah di Jalan Raya Pelabuhan Benoa pada Jumat 10 April 2026. Mereka diduga korban pengeroyokan kemudian dibakar. (Istimewa)

4. Lapor ke Kelian Adat

Melihat kejadian itu, Yos segera menghubungi Kelian Adat Banjar Pesanggaran yang kemudian menerjunkan petugas Pecalang ke lokasi penganiayaan tragis itu.

Setibanya petugas Pecalang di TKP sekitar pukul 05.00 WITA, mereka menemukan kobaran api masih menyala di area rawa. 

Saat api mulai mereda, terlihat dua tubuh manusia tergeletak dalam kondisi memprihatinkan.

5. Kondisi Korban Mengenaskan

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H merinci kondisi kedua korban yang ditemukan di posisi berbeda. 

Korban HA ditemukan di sisi selatan dengan luka bakar pada kedua tangan dan punggung, serta luka terbuka di bagian pelipis kanan dan beberapa bagian kepala. 

Sementara itu, korban Egi ditemukan di sisi utara tanpa mengenakan baju, dengan luka robek di pinggang kanan serta luka terbuka di pelipis.

6. Polisi Sebut Indikasi Pengeroyokan Terencana

Di lokasi kejadian, tim Polresta Denpasar mengamankan sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan penganiayaan berencana. 

"Kami menemukan potongan kayu balok sepanjang 35 cm dan botol bekas bahan bakar yang sudah meleleh di lokasi," bebernya. 

Selain itu, ada barang pribadi korban seperti ponsel Poco dan Realme, dompet berisi uang Ringgit Malaysia, jam tangan, sepatu, serta sandal yang tercecer.

7. Mulai Perhatikan CCTV

Polisi juga tengah mengumpulkan rekaman CCTV dan keterangan saksi-saksi lain di sepanjang jalur Pelabuhan Benoa guna mengidentifikasi para pelaku.

"Pelaku saat ini masih dalam pengejaran tim gabungan," ungkap Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.

8. Pelaku Diduga Lebih dari 5 Orang

Hingga saat ini, tim Polresta Denpasar masih melakukan perburuan intensif terhadap kelompok pelaku yang diduga berjumlah lebih dari lima orang.

Saat ini, jenazah kedua korban telah dievakuasi untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.