Laporan Muhammad Azzam
TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Buana Perjuangan Karawang kembali menggelar International Conference on Business and Entrepreneurship for Nation’s Sustainability atau The 3rd ICBENS.
Konferensi internasional yang dilaksanakan secara online berlangsung pada tanggal 08-09 April 2026 ini mengusung tema “Artificial Intelligence and Digital Business for Global Environmental Sustainability: Challenges and Opportunities in Management, Accounting, and Entrepreneurship.”
The 3rd ICBENS menjadi forum yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, pelaku usaha, pembuat kebijakan, dan mahasiswa dari berbagai negara.
Melalui forum ini, penyelenggara menyoroti peran kecerdasan buatan (AI) dan bisnis digital dalam menjawab tantangan keberlanjutan lingkungan, terutama dalam bidang manajemen, akuntansi, dan kewirausahaan.
Ketua Pelaksana The 3rd ICBENS, Syifa Pramudita Faddila, M.KM., M.M., mengatakan konferensi ini melibatkan 560 presenter dari berbagai Universitas menjadi momentum untuk mengintegrasikan perkembangan teknologi dengan agenda keberlanjutan global.
Menurutnya, AI dan bisnis digital tidak hanya berkaitan dengan efisiensi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga perlu diarahkan untuk menciptakan masa depan yang lebih bertanggung jawab, berkelanjutan, dan berdampak luas bagi masyarakat.
Dalam konferensi ini, sejumlah isu strategis menjadi fokus pembahasan. Di antaranya pemanfaatan AI dalam pengambilan keputusan bisnis, digitalisasi sistem manajemen dan akuntansi, inovasi model bisnis berkelanjutan, penguatan UMKM berbasis teknologi, serta pengembangan kewirausahaan yang adaptif terhadap tantangan lingkungan global.
"Pembahasan itu melibatkan pembicara utama, narasumber, dan peserta dari berbagai institusi nasional maupun internasional," katanya dalam keterangan pada Jumat (10/4/2026).
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Buana Perjuangan Karawang, Dr. Citra Savitri, S.E., M.M., menegaskan bahwa penyelenggaraan The 3rd ICBENS merupakan bagian dari upaya institusi untuk memperluas kolaborasi global, meningkatkan mutu akademik, dan memperkuat kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat.
Ia menilai tantangan masa depan membutuhkan kepemimpinan, inovasi, dan kolaborasi lintas disiplin, terutama dalam isu AI, bisnis digital, dan keberlanjutan lingkungan.
Selain menjadi ajang diseminasi ilmiah, The 3rd ICBENS juga diarahkan sebagai ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah untuk menghadirkan solusi atas persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan.
"Kami berharap konferensi ini tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas, tetapi juga membuka peluang kerja sama internasional di bidang riset, pengabdian, pengembangan kapasitas, serta inovasi kebijakan dan praktik bisnis," kata dia.
Melalui The 3rd ICBENS, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Buana Perjuangan Karawang menegaskan komitmennya untuk terus mendorong inovasi, memperkuat jejaring internasional, dan membangun ekosistem bisnis serta kewirausahaan yang lebih cerdas, tangguh, dan berkelanjutan. (MAZ)