Laporan ini pertama kali ramai dibahas oleh sejumlah pengguna di forum Reddit.
Mereka mengaku, melihat jeda iklan yang jauh lebih panjang dibanding format sebelumnya, yang umumnya hanya sekitar 30 detik.
Iklan tersebut, bahkan disebut muncul pada berbagai durasi video, baik video panjang sekitar 40 menit maupun video yang lebih singkat di bawah 20 menit.
Namun, tombol untuk melewati iklan baru akan muncul setelah melewati waktu tersebut.
Artinya, pengguna tetap harus menunggu cukup lama sebelum bisa kembali ke konten utama.
Menariknya, fenomena tersebut, sejauh ini hanya dilaporkan terjadi pada pengguna yang menonton YouTube melalui perangkat televisi.
Belum ada indikasi bahwa format iklan serupa diterapkan pada pengguna desktop atau perangkat mobile.
Perubahan ini dinilai sebagai bagian dari upaya YouTube untuk menarik lebih banyak pengiklan, khususnya dari industri periklanan televisi tradisional.
Dengan format iklan yang lebih panjang, platform ini dianggap semakin mendekati model bisnis televisi kabel maupun layanan streaming berbasis iklan.
Baca juga: Tiga Kreator YouTube Gugat Apple atas Dugaan Pelanggaran Hak Cipta
Namun, respons pengguna terhadap kemunculan iklan panjang ini cenderung negatif.
Banyak yang mengeluhkan pengalaman menonton yang terganggu, bahkan sebagian mencoba mencari alternatif seperti aplikasi pihak ketiga atau layanan tanpa iklan.
Di tengah ramainya laporan tersebut, YouTube memberikan klarifikasi resmi.
Pihak perusahaan menyatakan bahwa saat ini mereka tidak memiliki format iklan 90 detik yang tidak bisa dilewati, dan tidak sedang menguji jenis iklan tersebut.
Meski demikian, pernyataan ini justru memunculkan pertanyaan baru.
Pasalnya, sejumlah pengguna melaporkan pengalaman serupa dengan tampilan antarmuka yang hampir identik, termasuk informasi bahwa iklan dapat dilewati setelah “90+ detik”.
YouTube juga menyatakan sedang menelusuri lebih lanjut terkait laporan ini, namun tidak menjelaskan secara rinci apakah hal tersebut merupakan bug, kesalahan sistem, atau bagian dari uji coba yang belum diumumkan.
Situasi ini terjadi tidak lama setelah YouTube memperkenalkan layanan berlangganan baru, yakni Premium Lite, yang menawarkan pengalaman menonton tanpa iklan untuk sebagian besar konten dengan biaya lebih terjangkau.
Dengan berbagai perubahan yang terjadi, YouTube tampaknya terus mencari keseimbangan antara pengalaman pengguna dan kebutuhan bisnis dari sisi periklanan.
Namun, kemunculan iklan berdurasi panjang ini menunjukkan tantangan baru dalam menjaga kenyamanan pengguna di platform tersebut.
(Tribunnews.com/Widya)